Tengkorak Belakang Pecah Penyebab Santri Tewas Usai Dianiaya Senior

Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:52 WIB
Tengkorak Belakang Pecah...
Tengkorak Belakang Pecah Penyebab Santri Tewas Usai Dianiaya Senior
A A A
MOJOKERTO - Hasil autopsi terhadap jasad santri AR (16) di RS Bhayangkara, Porong, Sidoarjo, Jatim diketahui bahwa korban tewas dengan tengkorak bagian belakang pecah.

Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan, pihaknya sudah melakukan autopsi terkait dengan tewasnya AR, santri pondok pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum di Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Mojokerto, Jatim.

"Dari hasil autopsi akibat luka di kepala. Tengkorak belakang kepala pecah. Makanya kita cari penyebab (pecahnya tengkorak belakang)," kata Setyo di Mapolres Mojokerto, Rabu 21 Agustus 2019.

Kapolres memastikan, pihaknya akan segera mengungkap penyebab serta motif atas tewasnya AR. "Ini sedang di prarekontruksi. Karena penghilangan nyawa seseorang itu harus jelas, perannya, sebab kematiannya dan sebagainya. Ini masih kita dalami. Saya jamin sebelum 1x24 jam sudah kita rilis," pungkas Kapolres.

Kasus tewasnya AR, santri asal Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, terus didalami polisi. Hingga kini polisi masih memeriksa WN, 17, terduga pelaku penganiayaan AR.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih belum menetapkan siapa tersangka atas tewasnya siswa Kelas X SMA itu.

Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pengurus keamanan ponpes di Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Mojokerto, Jatim tersebut. (Baca juga: Seorang Santri Meregang Nyawa Dianiaya Pengurus Keamanan Ponpes)

"Kami akan segera melakukan proses gelar perkara terkait dengan kasus ini. Belum kita tetapkan status tersangka, nanti setelah kita lakukan gelar perkara. Kami memiliki waktu 1X24 jam untuk memutuskan," kata Fery kepada awak media, Rabu (21/8/2019).

Hingga saat ini, ada empat orang yang sudah dimintai keterangan oleh penyidik. Salah satunya yakni terduga pelaku penganiayaan berinisial WN, asal Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

"Terduga pelaku sementara satu orang dan sekarang masih kita lakukan pemeriksaan di ruang UPPA Satreskrim Polres Mojokerto," imbuh Fery.

Sebelumnya, AR santri Ponpes Mambaul Ulum di Desa Alang-alang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto meregang nyawa akibat mengalami pendarahan di bagian kepala. Diduga santri tersebut dianaya oleh seniornya, yang merupakan pengurus keamanan ponpes berinisial WN.

Dia tewas saat menjalani perawatan medis di RS Sakinah, Mojokerto pada Selasa, 20 Agustus 2019, pukul 12.00 WIB.
(shf)
Berita Terkait
Kronologi Santri di...
Kronologi Santri di Tangerang Tewas Diduga Dianiaya Teman
Ketahuan Pacaran, Santriwati...
Ketahuan Pacaran, Santriwati di Lampung Dianiaya Pemilik Ponpes dan 8 Teman
Tragis! Santri di Bangkalan...
Tragis! Santri di Bangkalan Tewas Dikeroyok Senior di Pondok Pesantren
1 Santri Tewas Dianiaya,...
1 Santri Tewas Dianiaya, Polisi Periksa Pengasuh Pondok Pesantren di Sidoarjo
3 Santri Junior Dianiaya...
3 Santri Junior Dianiaya Santri Senior di Pamulang Tangsel
Balita yang Dianiaya...
Balita yang Dianiaya Ibu Kandung di Lampung Utara Dititipkan ke Pondok Pesantren
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
6 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
7 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
8 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
8 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
8 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
8 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved