YLKI Nilai Perluasan Ganjil Genap Belum Mampu Urai Kemacetan di Jakarta

Rabu, 21 Agustus 2019 - 15:02 WIB
YLKI Nilai Perluasan...
YLKI Nilai Perluasan Ganjil Genap Belum Mampu Urai Kemacetan di Jakarta
A A A
JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai perluasan ganjil genap di 16 ruas jalan Ibu Kota belum efektif mengurangi kemacetan dan polusi udara seperti yang diharapkan Pemprov DKI Jakarta. Pasalnya, pengguna mobil pribadi disinyalir beralih mengendarai sepeda motor atau memanfaatkan jasa ojek online.

Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan, perluasan ganjil genap tak efektif menekan kemacetan dan polusi karena kebijakan tersebut tidak berlaku bagi sepeda motor. Hal ini mendorong masyarakat pengguna roda empat bermigrasi atau berpindah ke sepeda motor.

Menurut Tulus, pertumbuhan kepemilikan sepeda motor di Jakarta telah mencapai lebih dari 1.800 per hari. Dan makin tingginya penggunaan ojek online."Tidak adanya pengecualian sepeda motor mengakibatkan polusi di Jakarta kian pekat, makin polutif. Menurut data Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) sepeda motor berkontribusi paling signifikan terhadap polusi udara yakni, 19.165 ton polutan per hari di Jakarta," kata Tulus kepada wartawan Selasa (21/8/2019).

Tulus menuturkan, polutan bersumber dari sepeda motor sebesar 44,53%, mobil 16,11%, bus 21,43%, truk 17,7%, dan bajaj sebesar 0,23%. Tulus menyindir Gubernur DKI yang tidak ikut membatasi taksi online dinilai sebagai langkah mundur atau inkonsistensi.( Baca: DKI Klaim Uji Coba Perluasan Ganjil Genap Berhasil Perbaiki Kualitas Udara )

Pengecualian ini akan memicu masyarakat berpindah ke taksi online dan upaya mendorong masyarakat berpindah ke angkutan masal seperti Transjakarta, MRT, KRL Commuter Line menjadi gagal. "Upaya menekan polusi udara juga akan gagal manakala kendaraan di Jakarta masih gandrung menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dengan kualitas rendah, seperti jenis bensin premium dan atau bahan bakar dengan kandungan sulfur yang masih tinggi," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Dukung Penerapan Ganjil...
Dukung Penerapan Ganjil Genap, Transjakarta Sesuaikan Jadwal Layanan Mulai 6 Juni
Jalur Ganjil-Genap di...
Jalur Ganjil-Genap di DKI Jakarta Diperluas, Ini 25 Titiknya
Catat! 25 Ruas Jalan...
Catat! 25 Ruas Jalan Ganjil Genap Diberlakukan Tilang Mulai Hari Ini
Volume Kendaraan Naik...
Volume Kendaraan Naik 6,25 Persen, Jakarta Kaji Perluas Ganjil Genap di 25 Ruas Jalan
Ganjil Genap Berlaku...
Ganjil Genap Berlaku di 25 Ruas Jalan Mulai Hari Ini, Cek Aturannya
Ganjil Genap di Jakarta...
Ganjil Genap di Jakarta Berlaku Jam Berapa?
Berita Terkini
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
16 menit yang lalu
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
9 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
11 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
12 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
12 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
13 jam yang lalu
Infografis
Daftar 103 Sekolah Swasta...
Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved