Lahan Warga di TMP Kalibata Belum Juga Dibebaskan Kemensos

Senin, 19 Agustus 2019 - 19:03 WIB
Lahan Warga di TMP Kalibata...
Lahan Warga di TMP Kalibata Belum Juga Dibebaskan Kemensos
A A A
JAKARTA - Di dalam areal pemakaman Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata ternyata masih ada tanah milik warga yang belum dikuasai sepenuhnya oleh negara. Tanah milik warga tersebut seluas 2000 meter persegi.

Padahal pada tahun 1973 sudah diterbitkan Kepres perluasan Taman Makam Pahlawan untuk memberi ganti rugi kepada warga yang tanahnya masuk wilayah Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.

Menurut perwakilan ahli waris, Dede Mirkahadi, pihaknya tidak mempersalahkan siapapun, hanya saja ada SK Presiden Tahun 1973 bahwa tanah tersebut menjadi bagian dari perluasan makam.

"Yang jadi masalah sekarang tidak ada niatan kami bertahan, yang selama ini orang menganggap seakan-akan kita tidak mau," kata Dede Mirkahadi kepada SINDOnews, Senin (19/8/2019) di Kalibata, Jakarta Selatan.

Dede mengatakan, mengenai SK Presiden tahun 1973 ini sepertinya pihak Kemensos tidak tahu ceritanya. Padahal sebagai warga yang baik, lanjutnya, ahli waris lahan menuruti keinginan pemerintah.

"Tanah kita juga bersertifikat, kalau pemerintah tidak follow up tanah itu juga tidak bisa kita pergunakan maksimal. Untuk itu mari kita duduk bareng, kita cari solusi terbaik bagiamana, win win solutionya," ujar Dede.

Kepala Seksi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Deddy Praetyo mengakui ada sekitar 2.000 meter persegi tanah warga yang membuat tak sedap dipandang mata, tanah ini belum diambil alih negara dalam hal ini Kemensos.

"Ada sedikit tanah yang mengganggu pandangan, kurang lebih dua ribu meter persegi yang mejadi ganjalan, bahwa sebenarnya kalau tanah ini diselesaikan tentu akan menambah area pemakaman," kata Deddy.

Lanjut Deddy, tanah tersebut sebenarnya bukan masalah, cuma ganti rugi saja dengan ahli waris, karena ahli waris masih menduduki tanah tersebut. "Sebetulnya hanya kekeluargaan saja, antara Kemensos dan ahli waris, tidak ada lagi yang lainnya," ungkap Deddy.

Dikatakannya, sebelumnya sempat terungkap Mensos Khofifah Indar Parawansa (sebelum menjadi Gubernur Jatim) hendak menyelesaikan persoalan tanah tersebut, namun terhenti karena Khofifah menjadi Gubernur.
(ysw)
Berita Terkait
Tolak Pengukuran Lahan,...
Tolak Pengukuran Lahan, Emak-Emak Terlibat adu Mulut dengan TNI
Oknum Pejabat BPN Wajo...
Oknum Pejabat BPN Wajo Dimutasi Diduga Terkait Pembebasan Lahan Bendungan
Ketua MPR Desak Kementerian...
Ketua MPR Desak Kementerian ATR Selesaikan Konflik Agraria di Deliserdang
Kajari Warning Mafia...
Kajari Warning Mafia Tanah, saat Proses Pembebasan Lahan Bendungan Jenelata
Anggaran Pembebasan...
Anggaran Pembebasan Lahan Bendungan Jenelata pada Tahap Pertama Rp218 Miliar
Pembebasan Lahan Rel...
Pembebasan Lahan Rel Kereta Api di Maros Capai 98 Persen
Berita Terkini
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
1 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
3 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
4 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
5 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
5 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
7 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved