Banyak Saingan, Omzet Pedagang Bendera Merah Putih di Pasar Mester Menurun

Jum'at, 16 Agustus 2019 - 16:27 WIB
Banyak Saingan, Omzet...
Banyak Saingan, Omzet Pedagang Bendera Merah Putih di Pasar Mester Menurun
A A A
JAKARTA - Sejumlah penjual bendera merah putih dan pernak pernik HUT Kemerdekaan di Pasar Mester, Jatinegara, Jakarta Timur, mengaku mengalami penurunan penjualan dibandingkan 2018 lalu. Menjamurnya pedagang keliling menjadi salah satu penyebab turunnya omzet penjualan.

"Pemasukan 2018 lalu bisa mencapai Rp20-30 juta. Tahun ini Rp10 juta saja enggak sampai," ujar Salah seorang pedagang Nadi (28) di Pasar Mester Jatinegata, Jakarta Timur, Jumat (16/7/2019).

Dia menuturkan, pada tahun ini telah berjualan lebih awal ketimbang 2018 lalu dengan harapan dapat menarik pembeli lebih banyak. Namun apa yang dilakukannya tak sejalan dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan yang berlimpah.

"Tahun ini saya buka mulai pertengahan Juli, kalau tahun lalu itu padahal mulai berdagang 1 Agustus," tuturnya. Nadi menduga, penurunan pendapatan di tahun ini dari berjualan bendera merah putih dan pernak pernik HUT Kemerdekaan RI disebabkan menjamurnya pedagang keliling.

"Ada bos-bos yang ambil barang terus nugasin orang buat jualan keliling, saya lihat banyak banget yang jualan keling," ujarnya. Nadi melanjutkan, harga yang ditawarkan pedagang keliling jauh lebih mahal ketimbang para pedagang yang menjajakan barang dagangan di pasar-pasar tradisional.

"Saya jual bendera merah putih ukuran kecil harganya Rp25.000, untuk ukuran besar Rp300.000 dan umbul - umbul cuma Rp10.000 saja," terangnya. Hal senada pun dialami Arif (20) yang mengaku omzet tahun ini menurun dibandingkan 2018 lalu.

"Tahun lalu dapat mengantongi omzet Rp100 juta. Saya jualnya tidak hanya di Pasar Master, ada anak-anak buah yang jualan dibeberapa tempat di Jakarta dan Bekasi," ujarnya.

Arif menuturkan, turunnya omzet penjualan juga karena banyak pedagang yang menjajakan bendera dan pernak-pernik HUT Kemerdekaan."Makin banyak penjual, dibanding tahun lalu ya banyakan tahun ini, jadi berngaruh ke pendapatan," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Tempat Bersejarah yang...
Tempat Bersejarah yang Bisa Dikunjungi untuk Peringati HUT ke-78 RI
Rutan Makassar Usulkan...
Rutan Makassar Usulkan 231 Narapidana Peroleh Remisi Umum Hari Kemerdekaan RI
8 Film tentang Kemerdekaan...
8 Film tentang Kemerdekaan Indonesia untuk Mengenang Jasa para Pahlawan
Syarat dan Cara Daftar...
Syarat dan Cara Daftar Upacara 17 Agustus 2023 di Istana Negara
Wujudkan Mimpi Anak...
Wujudkan Mimpi Anak Indonesia di Hari Kemerdekaan RI ke-78
7 Negara Pertama yang...
7 Negara Pertama yang Akui Kemerdekaan Indonesia
Berita Terkini
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
32 menit yang lalu
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
1 jam yang lalu
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
1 jam yang lalu
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
1 jam yang lalu
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
2 jam yang lalu
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
2 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved