Perang Saudara di Puncak Papua Renggut 6 Nyawa, Bupati Temui Dua Kubu

Jum'at, 09 Agustus 2019 - 14:07 WIB
Perang Saudara di Puncak...
Perang Saudara di Puncak Papua Renggut 6 Nyawa, Bupati Temui Dua Kubu
A A A
PUNCAK - Pertikaian berdarah antara keluarga Mon dengan Hagabal di Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua sedang dalam proses perdamaian.

Distrik Ilaga Utara terkena langsung dampak dari perang saudara tersebut.
Perang saudara yang terbawa dari Kabupaten Timika, Kwangki Narama, hingga Puncak ini telah menyebabkan setidaknya 6 warga tewas.

Sejumlah warga lainnya luka-luka terkena anak panah. Kondisi yang tegang membuat murid sekolah dasar di wilayah tersebut tidak dapat melakukan aktivitas belajar.

Kedua pihak saling curiga dan menjaga daerahnya dengan senjata busur dan anak panah. Pertikaian ini telah berlangsung sejak Maret 2019 yang mengakibatkan terganggunya keamanan di kabupaten tertinggi di Indonesia ini.

Guna mengakhiri perang saudara, Bupati Puncak Willem Wandik melakukan pertemuan dengan pihak Mom dan Hagabal. Pertemuan dilaksanakan di Kampung Mayuberi dan Kampung Oleiki, Distrik Ilaga Utara pada Rabu, 7 Agustus 2019 lalu.

Pertemuan dihadiri Kapolres Puncak Jaya dan Puncak AKBP Ari Purwanto dan Dandim 1714 Puncak Jaya dan Puncak Letkol Inf Agus Sunaryo.

Pertemuan awal dilakukan dengan pihak keluarga korban Hagabal dan Labene yang lebih banyak jatuh korban. Pertemuan ini berlangsung di Kampung Mayuberi.

Dalam pertemuan tersebut bupati menyerahkan bantuan dana kepada pihak korban untuk menuju tahapan perdamaian.

Bupati juga bertatap muka dengan keluarga korban, sekaligus mendengar apa yang menjadi permintaan dari keluarga korban.

Selanjutnya rombongan bupati berjalan kaki melewati medan perang, dan melewati lereng gunung menuju ke kubu keluarga Mom.

Saat pertemuan, bupati meminta kepada Suku Mom untuk menahan diri, tidak lagi angkat busur dan panah hingga tahapan proses adat perdamaian selesai.

Menurut Willem Wandik, pertikaian saudara ini berawal di Timika pada Maret 2019 lalu.

“Saat itu jatuh korban antara dua belah pihak, dan pemerintah daerah sudah mengambil tindakan untuk mendamaikan kedua bela pihak,” katanya.

Tetapi ternyata ada provokator yang tidak puas dengan prosesi perdamaian di Timika dan membawa perang ini ke Kabupaten Puncak.

Hingga akhirnya pecah perang saudara di Ilaga Utara yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa lagi.

Bupati menambahkan, tahapan perdamainan ini sudah di laksanakan selama satu minggu. “Kami telah bertemu dengan tokoh gereja, TNI, Polri, serta sudah dilakukan prosesi adat. Mereka memfasilitasi perdamaian ini,” paparnya.

Bupati juga mengajak masyarakat Puncak untuk berhenti mengangkat busur dan panah, dan lebih mengedepankan penyelesaian masalah dengan menggunakan hukum.

“Ketimbang dengan angkat panah, karena yang menderita nantinya anak dan istri,” tandasnya.

Sementara itu Kapolres Puncak Jaya AKBP Ari Purwanto menyambut baik niat dari kedua pihak yang ingin berdamai ini. “Sempat diwarnai persebatan yang cukup alot,” katanya.
(shf)
Berita Terkait
Kronologi Aksi Saling...
Kronologi Aksi Saling Serang Antar Suku di Kabupaten Jayawijaya Papua
Pendekatan Jokowi ke...
Pendekatan Jokowi ke Papua Harus Ditopang dengan Iklim Demokrasi
Kepala Suku Jayawijaya...
Kepala Suku Jayawijaya Ajak Warga Tak Terprovokasi Agenda Politik Papua Merdeka
KontraS Sorot Dugaan...
KontraS Sorot Dugaan Penembakan terhadap Tiga Warga Sipil di Papua
OPM Tembak Warga Sipil...
OPM Tembak Warga Sipil di Tembagapura, 1 Korban Kritis
Bentrok di Sentani Masih...
Bentrok di Sentani Masih Berlanjut, Dua Kubu Lengkapi Sajam
Berita Terkini
Kejar Target Jadi Ibu...
Kejar Target Jadi Ibu Kota Negara pada 2028, Otorita IKN Usul Tambahan Rp15,5 Triliun
37 menit yang lalu
Perbaikan Aceh Alami...
Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
48 menit yang lalu
Fundamental Solid, Perbanas...
Fundamental Solid, Perbanas Tegaskan Kesiapan Perbankan Dukung Ekonomi RI
55 menit yang lalu
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
3 jam yang lalu
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
3 jam yang lalu
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
3 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved