Hasil Panen Padi di Pangandaran Semester I Capai Satu Ton Lebih

Selasa, 06 Agustus 2019 - 18:33 WIB
Hasil Panen Padi di...
Hasil Panen Padi di Pangandaran Semester I Capai Satu Ton Lebih
A A A
PANGANDARAN - Hasil panen padi di Kabupaten Pangandaran pada semester I tahun 2019 tercatat 107.978,83 ton dari target 207.704,85 ton per/tahun.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Tina Maryana mengatakan, untuk mencapai target produksi padi, jeda waktu 6 bulan ke depan tersisa 99.726,02 ton.

"Luas areal sawah se Kabupaten Pangandaran tercatat 16.564 hektare dengan hasil produksi rata-rata per hektare 64,28 kwintal gabah kering giling," kata Tina.

Tina menambahkan, dari 10 Kecamatan di Kabupaten Pangandaran, areal sawah terluas di Kecamatan Padaherang dengan luas 3.670 hektare dan Kecamatan Mangunjaya dengan luas 1.761 hektare.

Sedangkan di Kecamatan Kalipucang seluas 918 hektare, Kecamatan Pangandaran 1.096 hektare, Kecamatan Cigugur 8.99 hektare.

Sementara di Kecamatan Sidamulih seluas 1.025 hektare, Kecamatan Parigi seluas 2.095 hektare, Kecamatan Cijulang seluas 1.404 hektare, Kecamatan Langkaplancar seluas 2.269 hektare dan Kecamatan Cimerak seluas 1.427 hektare. "Grapik hasil panen padi disetiap musim di Kabupaten Pangandaran tergolong baik, meski ada beberapa lokasi yang mengalami gagal panen atau puso," tambahnya.

Untuk antisipasi puso Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran merekomendasikan teknik penanaman motode legowo 2 atau legowo 4.

"Selain metode tanam legowo 2 atau legowo 4 Dinas Pertanian juga merekomendasikan untuk lokasi sawah yang sering terkena rob agar ditananami padi parietas inpari 34," paparnya.

Tina memaparkan, keunggulan padi parietas inpari 34 diantaranya tahan terhadap salinitas atau air yang mengandung garam sedangkan untuk lokasi sawah yang sering terkena penyakit blas direkomendasikan untuk menanam padi parietas inpari 32.

"Namun masyarakat di Kabupaten Pangandaran saat ini masih banyak yang menyukai padi jenis parietas Ciherang karena disesuaikan dengan lokasi dan kondisi kebutuhan sawah," pungkasnya.

Keuntungan metode tanam dengan cara legowo 2 atau legowo 4 diantaranya agar memudahkan pemeliharaan dan mengurangi potensi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).
(nag)
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
1 jam yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
3 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
5 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
5 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
6 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
6 jam yang lalu
Infografis
Kisah Perjalanan Satu...
Kisah Perjalanan Satu Dekade Islam Makhachev di UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved