Pascagempa 6,9 SR, 15 Rumah Rusak dan 1.050 Warga Mengungsi

Jum'at, 02 Agustus 2019 - 23:01 WIB
Pascagempa 6,9 SR, 15...
Pascagempa 6,9 SR, 15 Rumah Rusak dan 1.050 Warga Mengungsi
A A A
JAKARTA - Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat data sementara kerusakan rumah pasca-gempa 6,9 SR sebanyak tujuh rumah rusak berat, tiga rusak sedang dan lima lainnya rusak ringan. Adapun jumlah pengungsi mencapai 1.050 orang di Lampung.

Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan, hingga Jumat (2/8/2019) pukul 22.10 WIB, data data rumah rusak berat teridentifikasi di wilayah Kabupaten Cianjur dan Bandung Barat. Kerusakan rumah sebanyak lima unit rusak berat di Desa Neglasari dan satu unit di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur.

Rumah rusak berat lain tercatat satu unit di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipeundeuy, Bandung Barat. Selain itu kerusakan di kabupaten ini juga terjadi di Kecamatan Cipatat dan Cililin. Satu rumah rusak ringan di Desa Cirawa Mekar Kecamatan Cipatat, sedangkan 4 lainnya di Kecamatan Cililin.

Sementara itu, dua unit rumah mengalami rusak ringan dan rusak sedang di Kabupaten Sukabumi. Rincian kerusakan 1 unit di Desa Jayabakti Kecamatan Cidahu dan satu unit rumah di Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak. Kerusakan juga terjadi pada bangunan Majelis Ta’lim di Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, dengan kategori rusak ringan.

Di Kota Bogor, BPBD setempat melaporkan satu unit rumah mengalami retak-retak. Berdasarkan pantauan Pusdalops BNPB, sebanyak 1.000 warga mengungsi di halaman Kantor Gubernur Provinsi Lampung. Sejumlah 50 lainnya di Kabupaten Lampung Selatan mengungsi di EX Hotel Lima Enam.

Gempa bumi bermagnitudo 6,9, yang sebelumnya dirilis bermagnitudo 7,4 ini dirasakan dengan durasi berbeda di beberapa wilayah. Warga di Kabupaten Pandeglang merasakan getaran 5-10 detik. Warga panik dan keluar rumah; sebagian mereka mengungsi ke dataran yang tinggi.( Baca: Peringatan Tsunami untuk Sejumlah Daerah Pascagempa 7,4 SR Dicabut )

Warga di Kabupaten Lampung Selatan merasakan gempa 1-5 detik. Mereka juga panik namun tetap waspada. Sedangkan warga Sukabumi, mereka merasakan getaran lebih lama yaitu 15-20 detik.

Masyarakat terpantau panik dan keluar rumah. Demikian juga dengan warga Kabupaten Cianjur yang juga merasakan getaran sekitar 20 detik. Durasi pendek dirasakan warga Kabupaten Bandung dan Bandung Barat dengan waktu 5 – 7 detik, sedangkan Kota Bogor 15 – 25 detik.

Sementara itu, Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan bahwa peringatan dini tsunami yang disebabkan gempa berakhir pada pukul 21.35 WIB. Gempa magnitudo 6.9 ini terjadi pada pukul 19.03 WIB yang berlokasi 147 km barat daya Sumur, Banten.
(whb)
Berita Terkait
Gempa Magnitudo 4,8...
Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Sumur Banten
Gempa M3,0 Guncang Sumur...
Gempa M3,0 Guncang Sumur Banten 2 Kali, Tak Berpotensi Tsunami
Gempa di Lebak Banten,...
Gempa di Lebak Banten, Warga Cilegon Melihat Kabel Listrik Mengayun
Gempa M5,0 Guncang Muara...
Gempa M5,0 Guncang Muara Binuangeun Banten
Gempa Magnitudo 6,7,...
Gempa Magnitudo 6,7, Getaran Dirasakan hingga Jawa Barat, Warga Mengaku Sempat Pusing
BMKG Catat 29 Kali Gempa...
BMKG Catat 29 Kali Gempa Susulan Guncang Banten hingga Sore Ini
Berita Terkini
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
17 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
8 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
8 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
9 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
9 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
11 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved