Digugat, Pemerintah Pusat dan DKI Disarankan Sinergi Atasi Polusi Udara

Jum'at, 02 Agustus 2019 - 18:01 WIB
Digugat, Pemerintah...
Digugat, Pemerintah Pusat dan DKI Disarankan Sinergi Atasi Polusi Udara
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan digugat tiga pemerhati lingkungan hidup terkait buruknya kualitas udara di ibu kota. Ketiga penggugat itu adalah non government organization (NGO), yakni Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Greenpeace Indonesia dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah menyarankan, pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera bertindak cepat mengatasi cuaca buruk ini agar tidak berbuntut panjang. Keduanya, kata dia, harus bersinergi agar cuaca Jakarta kembali membaik.

"Menurut saya dari sisi kebijakan publik yang harus dilakukan adalah bagaimana pemerintah pusat dan pemerintah daerah itu berkoordinasi secara komprehensip untuk membangun satu sinergi dalam penanggulangan secara masif," ujar Trubus Rahardiansyah saat dihubungi SINDOnews, Jumat (2/8/2019).

Trubus mengatakan, dalam penanganan ini juga memerlukan tim khusus untuk meminimalisir pencemaran udara di Jakarta. Pemerintah pusat dan daerah, kata dia, harus bekerja sesuai tugasnya masing-masing. (Baca juga: Polusi Udara Melebihi Batas, Dinkes DKI Imbau Warga Kenakan Masker )

"Harus dibuat satu tim yang terdiri dari unsur pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengabil langkah langkah yang diperlukan. Misalnya mengenai pembatasan kendaraan motor yang suka menimbulkan polusi, atau kemudian bagiaman membersihkan lingkungannya," katanya.

Terakhir dia juga meminta agar masyarakat berperan aktif untuk mengurangi pencemaran udara di Jakarta. Salah satunya, kata dia, tidak memakai kendaraan pribadi secara terus menerus.

"Paling pokok adalah bagaimana kemudian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah itu mendorong masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif. Jadi kesadaran masyarakat ini memang perlu dibangun dalam rangka untuk memahami bahwa polusi yang tinggi sekarang ini itu akibat dari prilaku maayarakat yang memang cendererung ceroboh," tandasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Pemprov DKI Klaim Water...
Pemprov DKI Klaim Water Mist Generator Berhasil Turunkan Polusi
Udara di Jakarta Buruk,...
Udara di Jakarta Buruk, Anggota DPRD DKI Kenneth: Pemprov Harus Ambil Langkah Konkret
Pemprov DKI Siapkan...
Pemprov DKI Siapkan Faskes Antisipasi Penyakit Akibat Polusi Udara
Tekan Polusi Udara,...
Tekan Polusi Udara, Pemprov DKI Kerahkan Water Mist Generator
Pemprov DKI Imbau Kantor...
Pemprov DKI Imbau Kantor Terapkan WFH saat KTT ASEAN
Atasi Polusi Udara di...
Atasi Polusi Udara di Jakarta, Baru 79 Gedung Tinggi Pasang Water Mist Generator
Berita Terkini
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
38 menit yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
1 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
2 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
3 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
3 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
4 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved