Jual Gadis untuk Pengantin ke China, Pria Ini Dibekuk Polisi

Jum'at, 02 Agustus 2019 - 12:56 WIB
Jual Gadis untuk Pengantin...
Jual Gadis untuk Pengantin ke China, Pria Ini Dibekuk Polisi
A A A
KETAPANG - Polres Ketapang, Kalimantan Barat membekuk KM (46), pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Warga Desa Balai Pinang Hulu, Kecamatan Simpang Hulu Kabupaten Ketapang itu diduga telah melakukan TPPO terhadap korbannya YA (26). Korban oleh pelaku dijadikan pengantin pesanan untuk Warga Negara Asing (WNA) yang saat ini berada di China.

Wakapolres Ketapang Kompol Pulung Wietono mengatakan penangkapan terhadap tersangka KM berawal dari laporan orang tua korban, yang mengaku kalau anaknya dianiaya selama berada di negeri tirai bambu.

"Yang dilaporkan ada 4 orang dan statusnya sudah tersangka, satu orang berjenis kelamin lelaki yakni KM (46) yang sudah kita amankan. Kemudian tiga lainnya berjenis kelamin perempuan yakni berinisial A, RM dan BT yang mana dua di antaranya sekarang masih berada di Indonesia sedangkan satu orang berada di China dan saat ini masih kita lakukan penyelidikan," ungkapnya, Kamis (1/8).

Dikatakan, tersangka telah membawa korban yang merupakan warga Desa Balai Pinang Hulu, Kecamatan Hulu Sungai ke China untuk dinikahkan atau di ekploitasi di sana. "Pelapornya orang tua korban, pelapor mendapat informasi bahwa anaknya di China sering dianiaya makanya dia membuat laporan ke kita," terangnya.

Dijelaskan, kejadian perekrutan pengantin pesanan yang dibawa ke China berawal pada bulan April 2018 lalu, yang mana pelapor didatangi oleh tersangka KM dengan maksud menawarkan jodoh kepada anaknya atau korban kepada WNA asal China.

Yang mana pada saat itu, pelapor tidak setuju, namun sang anak atau korban setuju lantaran diimingi oleh tersangka. Setelah itu, pada bulan Mei 2018 dilakukan acara pertunangan di Pontianak yang mana pelapor turut serta menghadiri acara tersebut. Setelah tunangan korban dibawa oleh tersangka KM (46) untuk berangkat ke China.

"Modus operasi terlapor melalui modus perkawinan atau biasa disebut pengantin pesanan, korbannya biasanya dijanjikan kehidupan yang nyaman dan terjamin secara finansial, namun alih-alih mendapatkan hal itu ternyata korban sering dianiaya dan adanya indisikasi ekploitasi di sana," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Doa Mencari Orang Hilang...
Doa Mencari Orang Hilang agar Bisa Kembali Lagi
Telusuri 2 TKW Korban...
Telusuri 2 TKW Korban Penipuan Wowon cs, Polisi: Belum Ada Laporan Orang Hilang
Sepekan Hilang, Kakek...
Sepekan Hilang, Kakek Gesuri Ditemukan Kelaparan di Hutan Enrekang
3 Anaknya Hilang saat...
3 Anaknya Hilang saat Pamit Sekolah, Bapak Ini Datangi Polisi
4 Gadis ABG di Palembang...
4 Gadis ABG di Palembang Hilang Bersamaan, Orang Tua Lapor Polisi
Jalan ke Pegunungan...
Jalan ke Pegunungan Muria, warga Jepara Hilang di Hutan Dukuh Salak
Berita Terkini
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
48 menit yang lalu
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
1 jam yang lalu
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
2 jam yang lalu
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
2 jam yang lalu
Operasi SAR Ledakan...
Operasi SAR Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Ditutup
3 jam yang lalu
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
3 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved