Kisah Heroik Darja dan Uswata, Balas Pembantaian Rawagede dengan Sabotase KA Belanda

Sabtu, 27 Juli 2019 - 05:00 WIB
Kisah Heroik Darja dan...
Kisah Heroik Darja dan Uswata, Balas Pembantaian Rawagede dengan Sabotase KA Belanda
A A A
Wilayah Bendul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, ternyata tidak hanya dikenal sebagai sentra peuyeum (tape). Wilayah ini juga memiliki nilai-nilai perjuangan saat melawan kolonial Belanda.

Perlawanan sengit para pejuang Bendul terbilang cukup merepotkan penjajah. Banyak serdadu Belanda harus meregang nyawa di tangan para pejuang itu.

Salah satu peristiwa heroik yang membuat nyali tentara Belanda ciut adalah sabotase jalur kereta api Jakarta-Bandung. Aksi para pejuang tersebut dipimpin warga setempat bernama Darja bin Sarta dan Uswata bin Asman. Aksi para pejuang ini diabadikan dalam akun Instagram indonesian_history_in_color.

Darja dan Uswata merupakan pemimpin milisi Republik Indonesia yang membuka jalur kereta api di Bendul, Purwakarta, Jawa Barat, sepanjang 20 meter. Dengan penuh keberanian Darja dan Uswata menggelincirkan sebuah kereta api yang mengantar tentara Belanda dan perlengkapan militer pada 1948.

Dalam peristiwa itu keduanya bersama 50 milisi meloncati kereta api yang tergelincir serta memberondongi tentara Belanda di dalamnya. Tercatat delapan serdadu Belanda tewas mengenaskan dan 23 lainnya terluka parah.
Kisah Heroik Darja dan Uswata, Balas Pembantaian Rawagede dengan Sabotase KA Belanda

Tindakan Darja dan Uswata itu sebagai balasan atas kekejaman Dutch Police Action pascakemerdekaan Indonesia 1945. Dutch Police Action sendiri dikenal saat Belanda melancarkan agresi militernya ke Kabupaten Karawang, pada 1947 atau setahun sebelum insiden Bendul terjadi. Ketika itu Dutch Police Action membantai 431 orang laki-laki dan peristiwa itu lebih dikenal sebagai Pembantaian Rawagede.

Hanya saja perlawanan Darja dan Uswata harus berakhir setelah misinya menyabotse kereta api selesai. Keduanga ditangkap yang kemudian dipenjara sebelum akhirnya harus menjalani hukuman mati. Mereka pun gugur sebagai kusumah bangsa.

Sayangnya, perjuangan heroik Darja dan Uswata tidak banyak yang mengetahui. Termasuk saat ini, kurang begitu mengenal perjuangan keduanya dalam upaya mempertahankan kemerdekaan. Bahkan keluarga atau pun keturunannya hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya.

Sementara itu, Camat Sukatani, Panzi Sarjiman mengaku pernah mendengar dua tokoh sentral di balik sabotase kereta api yang terjadi di Bendul pada 1948. Namun, sangat sulit mengungkap sisi lain dari Darja dan Uswata karena keterbatasan saksi sejarah. Bahkan, banyak saksi-saksi sejarah pada peristiwa itu sudah meninggal dunia. “Kalau pun ada tidak diketahui keberadaannya,”pungkasnya
(wib)
Berita Terkait
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran...
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran Antasari yang Tangguh Melawan Belanda
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Raden Sungging, Bangkit...
Raden Sungging, Bangkit dari Kubur Setelah Dibunuh Belanda dan Makamnya Dijaga Sepekan
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan...
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak
Pertarungan Pangeran...
Pertarungan Pangeran Purbaya Melawan Pasingsingan dan Berdirinya Masjid di Kalisoka
Syekh Maulana Muhammad...
Syekh Maulana Muhammad Asnawi, Tokoh Awal Penyebar Islam di Kebumen
Berita Terkini
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
33 menit yang lalu
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
47 menit yang lalu
Tokoh Masyarakat Merauke:...
Tokoh Masyarakat Merauke: PSN Wanam Harus Jamin Masa Depan Pendidikan Anak
53 menit yang lalu
Alokasikan Pokir untuk...
Alokasikan Pokir untuk Aspal Jalan, Effendi Alung Konsisten Kawal Infrastruktur Jambi
1 jam yang lalu
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Diterima, Polda Metro Jaya: Itu Bukan Akhir dari Semuanya
1 jam yang lalu
Wali Kota Tangsel Paparkan...
Wali Kota Tangsel Paparkan Penanganan Kekeringan, Kebakaran, hingga PSEL
1 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved