Ini Penyebab Truk Tangki Pertamina Jatuh dari Tol lalu Hangus Terbakar
Selasa, 23 Juli 2019 - 18:29 WIB
Ini Penyebab Truk Tangki Pertamina Jatuh dari Tol lalu Hangus Terbakar
A
A
A
JAKARTA - Penyelidikan kecelakaan lalu lintas yang berujung terbakarnya truk tangki Pertamina di Tol Wiyoto Wiyono, Rawamangun, pada Minggu (21/7/2019) dinihari, mulai menemui titik terang. Hasil penyelidikan awal, ternyata truk tangki bernopol B 9851 SEH itu yang terlebih dulu menabrak minibus Calya B 2230 TOW, baru kemudian berputar, jatuh dari tol, lalu terbakar.
Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur AKP Agus Sumarno mengatakan, sudah ada tiga saksi yang diperiksa guna memastikan sebab kecelakaan yang menewaskan dua awak truk dan pengemudi Calya, tewas. Sebelumnya diperkirakan Calya lah yang menghantam bagian tangki truk Pertamina saat oleng dan menabrak pembatas jalan.
Ternyata, hasil penyelidikan awal dari olah TKP dan pemeriksaan saksi, justru berbeda. Truk tangki Pertamina lah yang menabrak Calya terlebih dulu kemudian berputar. Setelah itu, Calya melintir ke kiri dan berputar balik arah kembali menghadap Utara.
Selanjutnya truk tangki menabrak pembatas jalan hingga akhirnya bagian depan truk jatuh dan terbakar. "Jadi saksi memang menyebut kalau truk yang menabrak terlebih dahulu," ujar Agus, Selasa (23/7/2019). ( Baca: Truk Tangki Terbakar di Tol Rawamangun, Sopir dan Kernet Tewas )
Menurut Agus, untuk melanjutkan penyelidikan, Satlantas Polres Metro Jakarta Timur bakal melakukan olah TKP lanjutan sekaligus pemeriksaan rekaman CCTV di lokasi. Hasil olah TKP itu diharapkan bisa menguak penyebab pasti kecelakaan yang membuat 12 unit mobil pompa berikut 48 personel pemadam dikerahkan ke lokasi.
"Nanti ada olah TKP lagi, kalau enggak Rabu (24/7) ya Kamis (25/7) nanti. Kita baru manual, nanti pakai alat olah TKP-nya. Untuk CCTV akan kami periksa," bebernya. ( Baca: KNKT Selidiki Kecelakaan Truk Tangki BBM di Tol Rawamangun )
Sementara itu, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda AKBP Muhammad Naseer menyebutkan, olah TKP lanjuta akan menggunakan alat Traffic Analysis Accident (TAA). Penggunaan alat TAA bertujuan untuk memperoleh informasi berupa kronologis, pola kejadian, informasi teknis, kondisi infrastruktur, hingga kondisi pelaku baik secara fisik atau mental.
Olah TKP menggunakan alat TAA ini melibatkan teknologi modern termasuk teknologi baru yang belum sepenuhnya dimiliki tingkat Polres di wilayah Polda Metro Jaya. Selama ini olah TKP masih jarang menggunakan alat TAA.
Olah TKP menggunakan alat TTA yang pernah dilakukan di Indonesia di antaranya pada kecelakaan 23 santri Pesantren Miftahul Huda yang menewaskan tiga orang pada tahun lalu. "Kita akan upayakan dengan TAA kalau memungkinkan," tukasnya.
Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur AKP Agus Sumarno mengatakan, sudah ada tiga saksi yang diperiksa guna memastikan sebab kecelakaan yang menewaskan dua awak truk dan pengemudi Calya, tewas. Sebelumnya diperkirakan Calya lah yang menghantam bagian tangki truk Pertamina saat oleng dan menabrak pembatas jalan.
Ternyata, hasil penyelidikan awal dari olah TKP dan pemeriksaan saksi, justru berbeda. Truk tangki Pertamina lah yang menabrak Calya terlebih dulu kemudian berputar. Setelah itu, Calya melintir ke kiri dan berputar balik arah kembali menghadap Utara.
Selanjutnya truk tangki menabrak pembatas jalan hingga akhirnya bagian depan truk jatuh dan terbakar. "Jadi saksi memang menyebut kalau truk yang menabrak terlebih dahulu," ujar Agus, Selasa (23/7/2019). ( Baca: Truk Tangki Terbakar di Tol Rawamangun, Sopir dan Kernet Tewas )
Menurut Agus, untuk melanjutkan penyelidikan, Satlantas Polres Metro Jakarta Timur bakal melakukan olah TKP lanjutan sekaligus pemeriksaan rekaman CCTV di lokasi. Hasil olah TKP itu diharapkan bisa menguak penyebab pasti kecelakaan yang membuat 12 unit mobil pompa berikut 48 personel pemadam dikerahkan ke lokasi.
"Nanti ada olah TKP lagi, kalau enggak Rabu (24/7) ya Kamis (25/7) nanti. Kita baru manual, nanti pakai alat olah TKP-nya. Untuk CCTV akan kami periksa," bebernya. ( Baca: KNKT Selidiki Kecelakaan Truk Tangki BBM di Tol Rawamangun )
Sementara itu, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda AKBP Muhammad Naseer menyebutkan, olah TKP lanjuta akan menggunakan alat Traffic Analysis Accident (TAA). Penggunaan alat TAA bertujuan untuk memperoleh informasi berupa kronologis, pola kejadian, informasi teknis, kondisi infrastruktur, hingga kondisi pelaku baik secara fisik atau mental.
Olah TKP menggunakan alat TAA ini melibatkan teknologi modern termasuk teknologi baru yang belum sepenuhnya dimiliki tingkat Polres di wilayah Polda Metro Jaya. Selama ini olah TKP masih jarang menggunakan alat TAA.
Olah TKP menggunakan alat TTA yang pernah dilakukan di Indonesia di antaranya pada kecelakaan 23 santri Pesantren Miftahul Huda yang menewaskan tiga orang pada tahun lalu. "Kita akan upayakan dengan TAA kalau memungkinkan," tukasnya.
(thm)