Kerap Keluyuran Jadi Alasan Warga Tolak Imigran di Gedung Eks Kodim

Minggu, 14 Juli 2019 - 16:46 WIB
Kerap Keluyuran Jadi...
Kerap Keluyuran Jadi Alasan Warga Tolak Imigran di Gedung Eks Kodim
A A A
JAKARTA - Sejumlah warga komplek Daan Mogot Baru, RT 05/17, Kalideres, Jakarta Barat menolak keberadaan pencari suaka yang baru dipindah ke gedung eks Kodim yang berlokasi di dalam kompleks.

Mereka menilai keberadaan pencari suaka dapat mengganggu kenyamanan dan ketertiban lingkungan komplek. Kekecewaan itu mereka sampaikan dengan menebar spanduk yang terpasang di sejumlah titik. (Baca: Warga Komplek Daan Mogot Tolak Para Pencari Suaka )

Ketua RT 005, Jantoni menegaskan pemasangan spanduk merupakan inisitatif dari warga yang mayoritas menolak keberadaan imigran pengungsi. Sedikitnya ada puluhan spanduk yang tersebar di komplek itu.

"Inisiatif dari warga. Saya gak tau berapa buah (spanduk), yang saya itung ada 10 yang bener dipasang warga,” kata Jantoni di Kompleks Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (14/7/2019).

Jantoni menilai, alasan warga menolak lantaran keberadaan imigran dapat mengganggu ketertiban dan kenyamanan di lingkungannya. Apalagi, kata Jantoni, penempatan imigran ke gedung eks Kodim tanpa sepengetahuan dirinya dan warga lainnya.

Terlebih gedung eks Kodim yang bersebelahan dengan sekolah Dian Harapan juga menjadi salah satu alasan warga menolak imigran. Sebab, para Imigran kerap keluar ke jalan dan mengganggu aktivitas warga maupun sekolah. (Baca juga: Direlokasi ke Kalideres, DKI Tanggung Pencari Suaka Selama Seminggu )

"Pasti ganggu, masalahnya waktu hari pertama sudah ada warga yang naik mobil diketuk-ketuk. Katanya cuma di dalem tapi pada keluar. Malah ada yang duduk dan tidur di emperan ruko. Saya bisa ngomong karena kontrol dan lihat sendiri," ujar Jantoni.

Ia berujar, selain melakukan penolakan melalui pemasangan spanduk. Warga Kompleks Daan Mogot Baru telah membuat petisi penolakan imigran, saat ini petisi itu telah sampai 25 persen. "Kalau ikut mekanisme dari RW ke pihak yang kuasa langsung ke pemerintah. Dari RT 005 aja baru 25 persen," katanya.

Jantoni berharap penolakan warga terhadap kedatangan imigran tersebut dapat didengar dan ditindaklanjuti oleh pemerintah agar pengungsian imigran dapat dipindah ke tempat lainnya.

"Ini kan aspirasi warga, sekarang warga adem ayem. Saya minta dengan pemerintah yang punya wewenang di pengungsi coba cari jalan keluar. Saya gak bisa membendung kalau sampe warga sudah mau unjuk rasa ke lapangan," tutupnya.
(ysw)
Berita Terkait
Dua Pencari Suaka di...
Dua Pencari Suaka di Kalideres Positif Corona
Pencari Suaka Asal Afghanistan...
Pencari Suaka Asal Afghanistan Kembali Gelar Aksi di Depan Kantor UNHCR
Berlomba Tampung Pengungsi...
Berlomba Tampung Pengungsi Afghanistan, Bagaimana dengan RI?
Jadi Target Komunitas...
Jadi Target Komunitas Gay Ekstrimis, Pria Brasil Minta Suaka ke Rusia
Pencari Suaka WN Myanmar...
Pencari Suaka WN Myanmar Pakai Identitas Palsu Ditangkap Imigrasi di Riau
Mengapa Kanada Tutup...
Mengapa Kanada Tutup Perbatasan bagi Pencari Suaka?
Berita Terkini
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
33 menit yang lalu
Perindo Apresiasi Inisiatif...
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
1 jam yang lalu
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
3 jam yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
3 jam yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
4 jam yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
6 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved