Kisah Pilu WNA Pencari Suaka di Kebon Sirih

Kamis, 11 Juli 2019 - 15:01 WIB
Kisah Pilu WNA Pencari...
Kisah Pilu WNA Pencari Suaka di Kebon Sirih
A A A
JAKARTA - Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, tepatnya di trotoar depan Masjid Ar Rayyan Kementerian BUMN, masih dipenuhi oleh warga negara asing (WNA) pencari suaka. Baik pria dan wanita, tua dan muda, WNA itu terus bertahan menunggu kejelasan dari pemerintah Indonesia.

Salah satu pencari suaka asal Afganistan Muhammad Ibrahim (34) menceritakan kisah pilunya yang harus lari dari negara asalnya untuk mencari perlindungan. Sekitar lima tahun lalu, Ibrahim bersama istrinya yang tengah mengandung itu pergi dengan pesawat terbang menuju India.

"Saya dari Afganistan dengan istri yang hamil saat itu naik pesawat ke India. Dari India ke Malaysia. Sampai di Malaysia saya ke Medan naik perahu boat," kata Ibrahim kepada SINDONEWS, saat ditemui Kamis (11/7/2019). (Baca juga: Soal Pencari Suaka, Sekda DKI Sebut Masih Dibahas Kemenlu)

Ibrahim dan istrinya mengakhiri perjalanan mencari suaka di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Selama ia dalam pencarian suaka, Ibrahim dan istri selalu dikirim oleh keluarganya di Afganistan. Namun hal tersebut tak berlangsung lama.

Keluarganya pun yang biasa memberikan uang dikabarkan telah meninggal dunia. "Sekarang dia telah meninggal dunia dan saya harus berusaha sekuat tenaga," tandasnya.

Ia menceritakan, saat sang istri akan melahirkan putra pertama mereka di RSUD Cisarua. ketika itu ia diminta membayar Rp8juta untuk biaya persalinan. "Setelah berusaha akhirnya saya mendapatkannya dan istri saya pun bisa melahirkan," tuturnya. (Baca juga: DPRD Minta Satpol PP Tertibkan Pencari Suaka di Trotoar Kebon Sirih)

Namun perjuangan hidup Ibrahim belum berakhir. Berselang dua tahun, putra keduanya lahir dan ia kembali dimintai biaya yang tidak sedikit. Padahal untuk bertahan hidup saja mereka bersusah payah.

Ia mengaku baru 12 hari berada di trotoar Jalan Kebon Sirih. Untuk keperluan Mandi Cuci Kakus (MCK) mereka memanfaatkan fasilitas Masjid Ar Rayyan.

"Saya tidak bekerja, untuk makan sehari-hari ada saja orang baik yang memberikan. Tapi pantang bagi saya untuk meminta-minta," pungkasnya.
(thm)
Berita Terkait
Dua Pencari Suaka di...
Dua Pencari Suaka di Kalideres Positif Corona
Pencari Suaka Asal Afghanistan...
Pencari Suaka Asal Afghanistan Kembali Gelar Aksi di Depan Kantor UNHCR
Berlomba Tampung Pengungsi...
Berlomba Tampung Pengungsi Afghanistan, Bagaimana dengan RI?
Jadi Target Komunitas...
Jadi Target Komunitas Gay Ekstrimis, Pria Brasil Minta Suaka ke Rusia
Pencari Suaka WN Myanmar...
Pencari Suaka WN Myanmar Pakai Identitas Palsu Ditangkap Imigrasi di Riau
Mengapa Kanada Tutup...
Mengapa Kanada Tutup Perbatasan bagi Pencari Suaka?
Berita Terkini
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
1 jam yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
1 jam yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
2 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
10 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
10 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
12 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved