Bianglala Nyaris Roboh, Polisi Minta Pengelola Hentikan Operasional
Selasa, 02 Juli 2019 - 05:44 WIB
Bianglala Nyaris Roboh, Polisi Minta Pengelola Hentikan Operasional
A
A
A
BUKITTINGGI - Polres Bukittinggi, Sumatera Barat, meminta pengelola operasional bianglala di Pasar Malam Lapangan Kantin, Bukittinggi menghentikan wahana permainan tersebut. Ini terkait insiden patah as bianglala hingga nyaris roboh.
Bianglala tersebut nyaris roboh pada Minggu, 30 Juni 2019 malam. Bruntung tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Andi Muhamad Akbar Mekuo mengatakan, meski tidak ada korban namun operasional bianglala yang rusak harus dihentikan.
"Kami meminta pengelola membongkar bianglala yang rusak tersebut untuk menghindari agar bianglala tidak roboh dan menimpa pengunjung," kata Andi pada Senin, 1 Juli 2019 malam.
Menurutnya, insiden terjadi akibat as bianglala patah pada saat putaran bianglala akan berhenti menurunkan penumpang. Bagian tengah roda yang lepas dari kedudukannya membuat bianglala miring nyaris roboh.
Pengelola bianglala lapangan kantin, Rahmat menuturkan, di setiap bianglala ada dua orang petugas untuk mengatur kecepatan dan menghentikan putaran bianglala dan seorang petugas lain bertugas memandu penumpang masuk dan keluar dari tempat duduk biaglala."Saat kejadian minggu malam, as yang berada di tengah-tengah biangala tiba-tiba patah, tanpa diketahui sebabnya," tuturnya.
Untuk diketahui wahana permainan bianglala yang penuh berisi anak-anak dan wanita di Pasar Malam Lapangan Kantin Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, mengalami patah as pada Minggu 30 Juni 2019 malam. Bianglala yang miring nyaris roboh membuat anak-anak dan wanita yang ada di dalam tempat duduk penumpang seakan terperosok ke bawah. Meski shock, seluruh pengunjung berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Bianglala tersebut nyaris roboh pada Minggu, 30 Juni 2019 malam. Bruntung tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Andi Muhamad Akbar Mekuo mengatakan, meski tidak ada korban namun operasional bianglala yang rusak harus dihentikan.
"Kami meminta pengelola membongkar bianglala yang rusak tersebut untuk menghindari agar bianglala tidak roboh dan menimpa pengunjung," kata Andi pada Senin, 1 Juli 2019 malam.
Menurutnya, insiden terjadi akibat as bianglala patah pada saat putaran bianglala akan berhenti menurunkan penumpang. Bagian tengah roda yang lepas dari kedudukannya membuat bianglala miring nyaris roboh.
Pengelola bianglala lapangan kantin, Rahmat menuturkan, di setiap bianglala ada dua orang petugas untuk mengatur kecepatan dan menghentikan putaran bianglala dan seorang petugas lain bertugas memandu penumpang masuk dan keluar dari tempat duduk biaglala."Saat kejadian minggu malam, as yang berada di tengah-tengah biangala tiba-tiba patah, tanpa diketahui sebabnya," tuturnya.
Untuk diketahui wahana permainan bianglala yang penuh berisi anak-anak dan wanita di Pasar Malam Lapangan Kantin Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, mengalami patah as pada Minggu 30 Juni 2019 malam. Bianglala yang miring nyaris roboh membuat anak-anak dan wanita yang ada di dalam tempat duduk penumpang seakan terperosok ke bawah. Meski shock, seluruh pengunjung berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
(whb)