Peduli Satwa Langka, Putra asal Toraja Ini Terima Penghargaan dari KLHK RI

Kamis, 23 Mei 2019 - 19:38 WIB
Peduli Satwa Langka,...
Peduli Satwa Langka, Putra asal Toraja Ini Terima Penghargaan dari KLHK RI
A A A
MAKASSAR - Peduli Satwa Langka, Owner PO Primadona Terima penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rabu (22/5/2019). Kali ini Kementerian memberikan penghargaan kepada Owner PO Primadona Clebes, Herman Opy Sanda, di Maxone Hotel Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu siang.

Pemberian penghargaan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan hidup ini melalui Balai Besar KSDA Sulawesi saat peringati Hari Keanekaragaman Hayati Dunia (KEHATI) 2019 yang bertemakan "Our Biodivirsity, Our Food and Our Healt".

"Penghargaan ini diberikan kepada Opy Sanda karena kepedulian pada satwa langka dengan mengkampanyekan di media transportasinya, dan ini menurut saya unik, seperti bus yang ada di Manggala (Kantor KLHK)," kata Kepala Kepala Balai BBKSDA Sulawesi, Thomas Niffinluri.

Herman Opy Sanda yang merupakan pengusaha muda asal Toraja ini menerima penghargaan bersama dengan lima orang lainnya.

Sementara Herman Opy Sanda saat testimoninya mengatakan sejak masih kecil hingga kuliah dirinya sangat mencintai hewan terutama yang langka.

"Dulunya saya kerja dibidang Kehutanan, dan setelah menggeluti usaha bidang transportasi rasa cinta saya pada hewan langka saya ikutkan dengan memasang gambar di setiap armada saya," ujar Herman Opy Sanda, didampingi Istrinya Kristina Paembonan, yang hadir saat menerima penghargaan ini.

Menantu guru besar Fakultas Kehutanan Unhas ini juga mengusulkan ke pihak KLHK agar meberikan video tentang hewan dan tumbuhan yang langka dan dilindungi dan akan diputarkan ditiap armadanya saat beroperasi.

"Kami siap membuka donasi bagi penumpang kami yang peruntukannya untuk kegiatan kampanye dan program melindungi keanekaragaman hayati khususnya yang dilindungi dan hampir punah," ungkap Opy Sanda.

Pria kelahiran Makale Tana Toraja, 6 Juli 1968 ini merupakan satu - satunya pengusaha trnasportasi di Sulawesi yang aktif mengkampanyekan akan hewan - hewan yang langka dan dilindungi.

Selain pemberian penghargaan juga pada perayaan Hari Keanekaragaman Hayati 2019 kali ini juga dilaunching aplikasi modern saat ini yang berbasis IT untuk masyarakat luas yang dapat di download pada aplikasi Playstore melalui android untuk melakukan pelaporan secara langsung online dan sistematis tampa harus mendatangi kantor pengaduan BBKSDA.

Kegiatan ini dihadiri Kasubid Sumber Daya Genetik Direktorat Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Muh Haryono juga melaksanakan Talk Show Konservasi, Pelepasan Satwa, Penanaman Tumbuhan Langka serta Street Campaign.
(sms)
Berita Terkait
Menteri Lingkungan Hidup...
Menteri Lingkungan Hidup Keluarkan Aturan Pembayaran Jasa Lingkungan
KLHK Sebut Indeks Kualitas...
KLHK Sebut Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Nasional Tahun 2021 Meningkat
Pentingnya Prodi Environmental...
Pentingnya Prodi Environmental Diplomacy untuk Atasi Hegemoni Ilmu LHK
Simontana Kementerian...
Simontana Kementerian LHK Masuk Top 99 Pelayanan Publik 2020
Kesadaran Generasi Muda...
Kesadaran Generasi Muda terhadap Lingkungan Harus Dipupuk Sejak Dini
GLF 2020, Indonesia...
GLF 2020, Indonesia Jadi Perhatian Dunia Terkait Hutan dan Lingkungan
Berita Terkini
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
1 jam yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
8 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
10 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
10 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
10 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
10 jam yang lalu
Infografis
Waswas Perang Dunia...
Waswas Perang Dunia III, Ini Cara Bertahan dari Serangan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved