Polri Sebut Kerusuhan Massa di Bawaslu Sengaja Diatur

Rabu, 22 Mei 2019 - 14:08 WIB
Polri Sebut Kerusuhan...
Polri Sebut Kerusuhan Massa di Bawaslu Sengaja Diatur
A A A
JAKARTA - Massa yang membuat kerusuhan di sekitaran Gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Selasa 21 Mei 2019, merupakan massa yang sengaja telah diatur atau by design. Massa sengaja diatur untuk membuat kerusuhan.

"Bahwa perisitiwa dini hari tadi bukan massa spontan, pertistiwa by design peristiwa settingan," ujar Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Muhammad Iqbal dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu, (22/5/2019).
Polri Sebut Kerusuhan Massa di Bawaslu Sengaja Diatur
Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Muhammad Iqbal. (Foto/Raka/SINDOnews).Awal mula massa melakukan aksi secara kondusif, bahkan pihak keamanan pun mengizinkan massa untuk Salat Tarawih di depan Gedung Bawaslu. Usai salat pun massa diimbau untuk kembali kerumahnya masing-masing.

Setelah massa mulai membubarkan diri, para pasukan keamanan pun melalukan konsolidasi, namun sekira pukul 23.00 WIB, ada massa yang berulah anarkis dan provokatif berusaha merusak berrier dan merusak petugas.
Polri Sebut Kerusuhan Massa di Bawaslu Sengaja Diatur
Hingga pukul 03.00 WIB massa yang tak kunjung pulang, dibubarkan oleh pihak keamanan. Namun, sekitar pukul 02.45 WIB, ada sekelompok massa lagi yang lain dari yang datang, sebab massa dari Bawaslu sudah terurai sejak 03.00 WIB. Polisi pun mengamankan 58 orang provokator, dengan dugaan sementara masyarakat itu dari luar Jakarta.

Namun muncul indikasi pada saat bersamaan ada 200 orang yang berkumpul di KS Tubun yang diduga massa itu sudah disiapkan/setting. Seperti biasa, pihak Kepolisian pun mengimbau dibantu tokoh masyarakat.

Polri menduga, massa yang berkumpul tersebut bukan berasal dari peserta aksi. Melainkan massa yang dipersiapkan dari luar Jakarta.

"Seketika itu juga massa bergerak ke Asrama Polri di Petamburan dan menyerang menggunakan batu, molotov, petasan, botol yang ada. Ada piket disana dan campur dengan polisi lain dan dihalau dengan gas air mata," ujar Iqbal.

Polri menyayangkan insiden tersebut dan telah mengamankan 58 provokator. Saat ini penanganan kasus didalami oleh Polda Metro Jaya. "Kami sampaikan dan mohon doa agar kami mampu melakukan proses penyelidikan ini dam akan kami jawab ke publik nanti," tuturnya.
(mhd)
Berita Terkait
1 Warga Tewas Tertembak,...
1 Warga Tewas Tertembak, Propam Periksa Polisi yang Bertugas Bubarkan Demo di Parigi Moutong
Bentrok Secara Brutal,...
Bentrok Secara Brutal, 105 Pelajar di Bekasi Diamankan Polisi
Bentrokan Meluas hingga...
Bentrokan Meluas hingga Palmerah Utara Dekat Flyover Slipi, Kondisi Jalan Lumpuh Total
PSBB Bodebek Diperpanjang...
PSBB Bodebek Diperpanjang hingga 22 Mei
Bentrokan Demo DPR Meluas...
Bentrokan Demo DPR Meluas ke Jalan Asia Afrika, Massa Bakar Ban dan Lempar Batu ke Polisi
Peringatan 40 Hari Mahsa...
Peringatan 40 Hari Mahsa Amini, Bentrokan Pecah di Seluruh Iran
Berita Terkini
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
47 menit yang lalu
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
2 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
3 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
3 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
4 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved