Tak Bayar Gaji dan Pesangon Karyawan, 3 Mesin Cetak Miliaran Rupiah Disita

Selasa, 21 Mei 2019 - 19:57 WIB
Tak Bayar Gaji dan Pesangon...
Tak Bayar Gaji dan Pesangon Karyawan, 3 Mesin Cetak Miliaran Rupiah Disita
A A A
JAYAPURA - Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) menyita 3 (tiga) unit mesin cetak berharga miliaran rupiah milik PT Percetakan Rakyat Papua (PRP), Selasa (21/5/2019) siang. Penyitaan mesin cetak ini tertuang pada Penetapan Ketua Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Klas IA dengan nomor perkara ; 1/Pen.Eks.Pdt.SUS-PHI/2019/PN Jap, tanggal 26 April 2019.

Penyitaan ini menyusul kisruh urung dibayarnya gaji dan pesangon 10 orang karyawan, pasca Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak perusahaan percetakan itu 2016 silam.

Saksi Juru sita Pengadilan Hubungan Industrial Jayapura, Federick Palelingan mengatakan, 3 objek yang disita merupakan mesin cetak yang diajukan pemohon kepada tergugat saat kasus tersebut dilimpahkan ke pengadilan. Yakni 1 mesin cetak Haldelberg SM 102 2P, 1 mesin cetak Haldelberg SM 102 4P, dan 1 mesin cetak Haldelberg SM 52 4P.

"Jadi ini dimenangkan oleh pihak penggugat yakni karyawan, terhadap tergugat pihak PT. PRP, dan sudah ingkrah untuk disita. Selanjutnya proses masih berlanjut yang nantinya ke Pelelangan Negara," kata Federick, Selasa (21/5/2019).

Dikatakan setelah penyitaan ini, dijelaskan, masih akan berproses lanjut hingga ke Pelelangan Negara, pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang, kemudian jika ada yang berminat atas objek tersebut baru akan diberikan kepada penggugat dengan nominal sesuai gugatan, yakni Rp1,1 miliar.

"Masih berproses ini, setelah lelang itu, dengan nominal pihak lelang yang akan menentukan. Jika sudah maka akan diberikan kepada penggugat dalam hal ini karyawan, hanya sesuai dengan nominal itu," timpalnya.

Sementara Plt Direktur PT Percetakan Rakyat Papua, Yustinus Seraung kepada media ini mengakui jika ini merupakan persoalan manajemen hingga persoalan tersebut terjadi.

"Kami akui awalnya itu manajemen, namun kami berupaya untuk menyelesaikan ini semua dan kembali beroperasi," katanya.

Sementara koordinator karyawan, Neltje Mayasari Wanma mengaku jalur hukum ditempuh akibat tidak adanya itikad baik pihak perusahaan atas persoalan yang telah berlarut tersebut.

"Jadi ini sudah cukup lama, sehingga kami memilih jalur hukum. Sudah pernah dibicarakan dengan perusahaan, namun mereka mentok," ungkapnya.

PT Percetakan Rakyat Papua sejatinya memiliki nilai strategis yang sangat baik, pasalnya perusahaan milik pemerintah Provinsi Papua ini adalah satu-satunya perusahaan percetakan yang ada di Provinsi Papua dan Papua Barat. Jika dikelola baik, maka dipastikan mampu meningkatkan PAD Pemerintah Provinsi Papua.
(sms)
Berita Terkait
Kemnaker Catat 18.000...
Kemnaker Catat 18.000 Pekerja Kena PHK di Awal Tahun 2025
Badai PHK Melanda, 26.455...
Badai PHK Melanda, 26.455 Pekerja Terdampak hingga Mei 2025
2024 Baru Mulai, Google...
2024 Baru Mulai, Google Pecat 1.000 Karyawan dari Berbagai Divisi
3.188 Buruh di Purwakarta...
3.188 Buruh di Purwakarta Terkena PHK Massal
46.000 Pekerja Diterjang...
46.000 Pekerja Diterjang Badai PHK, Korban Terbanyak Jateng dan Jakarta
Badai PHK Massal Hantam...
Badai PHK Massal Hantam Otomotif Eropa: Renault Siap Pangkas 3.000 Karyawan, Total Korban Tembus 34.000 Jiwa di 2025!
Berita Terkini
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
37 menit yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
7 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
9 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
9 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
10 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
10 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved