Warga Kapoa Busel Sweeping Kapal Ketinting Bantuan Mantan Kades

Selasa, 07 Mei 2019 - 21:33 WIB
Warga Kapoa Busel Sweeping...
Warga Kapoa Busel Sweeping Kapal Ketinting Bantuan Mantan Kades
A A A
BUTON SELATAN - Warga Desa Kapoa, Kecamatan Kadatua, Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra) men-sweeping kapal ketinting, Senin (06/05/2019), bantuan mantan Kepala Desa Kapoa, Usman dengan menggunakan Dana Desa. Karena warga mencurigai, bantuan ini hanya dibagikan Usman, saat menjabat Kepala Desa (Kades) Kapoa, kepada para pendukungnya.

Setelah sweeping beberapa jam, warga menemukan kapal ketinting yang pernah dibagikan Usman, di samping rumah warga. Beberapa kapal ini, diangkat warga dan dikumpulkan di satu tempat.

"Kami lakukan ini karena kecewa dengan kebijakan mantan kepala desa, pembagian pilih kasih," ungkap seorang warga yang enggan ditulis namanya.

Mengetahui hal ini, pelaksana Kades Kapoa, Emarudin, meminta warga yang melakukan sweeping berkumpul di balai desa, untuk dialog bersama Kapolsek Kadatua, mantan Camat Kadatua Edirudin, mantan Kades Kapoa Usman.

Warga penerima bantuan kapal ketinting masa pemerintahan Kades Kapoa, Usman juga dihadirkan dalam pertemuan ini.

Dalam pertemuan ini, warga mempertanyakan penerima bantuan kapal ketinting menggunakan dana Desa Kapoa, berdomisili di Kota Buabua.

Namun tudingan ini dibantah Usman, bahwa pembagian bantuan kapal ketinting tidak pernah pilih kasih.

"Pembagian bodi ketinting tidak ada pilih kasih, yang mendapat bantuan tiga kriteria mengikuti rapat di balai desa, membayar pajak bumi dan bangunan dan kerja bakti," jelas Usman.

Rapat tersebut berlangsung alot, sebab warga yang melakukan sweeping, terus melakukan protes bahwa penerima bantuan berdomisili di Kota Baubau, tidak pernah ikut rapat dan kerja bakti.

"Warga penerima bantuan tidak pernah ikut kerja bakti karena tinggal di Kota Baubau," kata mantan Camat Kadatua, Edirudin, kakak kandung mantan Kades Kapoa Usman. Kepolisian setempat mengimbau warga tidak bertindak sesuka hati menyikapi masalah ini, sebab akan merugikan diri sendiri.
(sms)
Berita Terkait
Ratusan Warga Konawe...
Ratusan Warga Konawe Bentrok di Perusahaan Tambang, 1 Terluka
Kurang Perhatian, Warga...
Kurang Perhatian, Warga Cikarang Demo PT NT Indonesia
Tidak Mau Sosialisasi...
Tidak Mau Sosialisasi dengan Warga, Dukuh Catur Surawan Dilengserkan Paksa
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Viral! Warga Muratara...
Viral! Warga Muratara Nangkap Ikan di Jalan Penuh Kubangan Lumpur
Warga Perumahan Cluster...
Warga Perumahan Cluster Grand Alifia Pasang Spanduk Protes
Berita Terkini
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
1 jam yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
2 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
5 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
5 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
5 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
6 jam yang lalu
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved