Selama Puasa, Gubernur Majukan Jam Kerja ASN Pemprov

Selasa, 07 Mei 2019 - 10:31 WIB
Selama Puasa, Gubernur...
Selama Puasa, Gubernur Majukan Jam Kerja ASN Pemprov
A A A
SERANG - Gubernur Banten Wahidin Halim mengusulkan kepada Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Pemprov Banten dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) agar jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Banten selama bulan puasa dapat dimajukan lebih pagi dari semestinya.

Jika selama ini jam kerja ASN selama puasa mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.30 WIB, Gubernur justru ingin memajukannya menjadi mulai pukul 06.00 WIB hingga 12.30 WIB dan Jumat menjadi 06.00 WIB hingga 13.00 WIB. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Nomor 800/1527-BKD/2019 tentang Penatapan Jam kerja selama Bulan Suci Ramadhan 1440 Hijriyah.

Keputusan memajukan jam kerja tersebut bermula saat menyampaikan tausyiah saat pengajian awal bulan Ramadan di Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang Senin (6/5/2019).

Gubernur saat tausiyah dihadapan seluruh pegawai saat pengajian rutin pengganti apel pagi di lingkungan Pemprov Banten, menyatakan bahwa jam kerja ASN Pemprov selama bulan Ramadan menjadi pukul 06.00 WIB. Hal tersebut disambut dengan tepuk tangan riuh oleh seluruh ASN yang hadir seraya menyetujui usulan tersebut.

Melihat antusiasme para ASN, Gubernur kemudian bertanya kepada Pj Sekda Ino S Rawita dan Kepala BKD Banten terkait aturan yang mendukung usulan tersebut dapat direalisasikan. "Kalau aturannya boleh, hari ini juga saya buat surat edarannya," ujarnya yang kembali disambut tepuk tangan para ASN.

Usulan yang disambut baik para ASN tersebut ternyata serius ingin diwujudkan Gubernur. Hal ini terbukti ketika rapat pimpinan baru dimulai, Gubernur kembali menanyakan kepada Kepala BKD terkait regulasi yang mengatur jam kerja ASN selama ramadhan.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Kepala BKD yang menyatakan bahwa usulan tersebut bisa dilaksanakan, Gubernur bertanya pada seluruh pejabat yang hadir dalam rapim untuk menyepakati pilihan jam kerja yang memungkinkan untuk diterapkan.

Dan dari semua peserta rapim, disepakati bahwa jam kerja selama Ramadan menjadi pukul 06.00 WIB hingga 12.30 WIB dan Jumat menjadi 06.00 WIB hingga 13.00 WIB. Perubahan jam kerja tersebut mulai berlaku pada Selasa (7/5/2019).

"Jadi nanti habis shalat shubuh langsung siap-siap berangkat ke kantor. Jangan tidur lagi, datang ke kantor jam 06.00 WIB, tadarrusan, selesai tadarrusan langsung kerja dan jam 12.30 WIB pulang. Ini mulai berlaku besok (Selasa,7/5/2019). Kecuali untuk yang pelayanan kepada masyarakat seperti Samsat, Rumah Sakit dan sebagainya, tetap full time," tutur Gubernur saat memimpin pengajuan yang merupakan pengganti dari apel awal bulan yang tidak dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan.

Menurut Gubernur, hal ini ingin dilakukannya agar para ASN tetap produktif bekerja meskipun sedang berpuasa. Menurutnya, akibat jam kerja yang mundur saat Ramadan, biasanya ASN mengisi selisih waktu dengan tidur sehingga menyebabkan menurunnya produktivitas saat jam kerja dimulai.

Dengan memajukan jam kerja lebih awal dan waktu pulang siang hari, diharapkan para ASN dapat bekerja lebih fokus dan bisa tetap beraktivitas lain di lingkungannya masing-masing.

"Kalau perlu sahur bersama di kantor. Jadi nanti Gubernur se-Indonesia cuma Banten yang bikin begini. Kalau mau tidur lagi setelah pulang kerja silakan, mau di kantor juga silakan. Yang penting semua ibadah selama bulan Ramadan berjalan dengan baik, ibadah puasanya, ibadah kerja, dan ibadah hablumminannasnya," tuturnya

Gubernur mengatakan, ibadah puasa harus diniatkan karena Allah SWT sebagai bentuk ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah. Ia berharap, puasa Ramadan dijadikan para ASN sebagai hijrah atau perubahan dari prilaku yang belum baik menjadi lebih baik lagi.

Harus diyakini bahwa puasa memberi dampak perubahan dalam kehidupan agar lebih istiqomah, tawadhu, rendah hati, sederhana dan tidak menjadikan puasa hanya sebagai ibadah menahan makan dan minum, melainkan juga menahan hawa nafsu.

"Saya harap kesadaran pribadi terbangun saat berpuasa, membentuk keshalehan diri dan keshalehan sosial. Ibadah puasa harusnya memberikan dampak tidak hanya hablumminallah tapi juga hablumminannas. Saling memaafkan, disiplin, tingkatkan produktivitas. Sebagai pegawai punya hak gaji, tunjangan dan lainnya, tapi kalian punya kewajiban taat pada apa yang diperintahkan dan diatur," terangnya.

Kepala BKD Provinsi Banten Komarudin mengatakan, berdasarkan Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 394 Tahun 2019 tentang Penetapan Jam Kerja Pada Bulan Ramadhan 1440 Hijriyah, jumlah jam kerja efektif pada instansi pemerintah pusat dan daerah yang melaksanakan 5 atau 6 hari kerja selama bulan Ramadan minimal 32,50 jam per minggu.

Sementara, ketentuan pelaksanaan lebih lanjut mengenai jam kerja pada Ramadan tersebut diatur oleh pimpinan instansi pemerintah pusat dan daerah masing-maisng dengan menyesuaikan situaai dan kondisi setempat.

"Jadi, Pemda dipersilakan mengatur jumlah jam kerja dalam seminggu. Seandainya masuk jam 06.00 WIB bisa pulang jam 12.30 WIB dengan asumsi tanpa ada istirahat. Itu sudah memenuhi ketentuan edaran MenPAN-RB," terang Komarudin.

Justru, lanjut Komarudin, jam kerja yang ditetapkan Pemprov nantinya melebihi dari batas minimal yang ditetapkan Menpan. Selain itu, jam kerja baru ini tidak menambahkan jam istirahat karena ketika masuk jam istirahat ASN sudah memasuki jam pulang.

"Makanya nanti kita letakkan juga mesin Fingerprint di masjid, jadi ketika ASN sudah selesai shalat langsung bisa pulang, tanpa perlu ke kantor lagi," ujarnya.

Ditambahkan Gubernur, hal ini lebih bersifat pendeketan kondisional dan bersifat praktis, sehabis shalat subuh di masjid bisa berangkat ke Kantor.

Sekarang itu lanjut Gubernur pukul 06.00 WIB matahari sudah bersinar terang. Dan waktu pulang dimajukan jadi pukul 13.00 WIB bisa kumpul dengan keluarga.

"Selain itu dari pengalaman selama ini diatas pukul 13.00 WIB saat bulan puasa sudah tidak ada masyarakat yang datang, kecuali di tempat-tempat pelayanan rutin yang memang sudah diatur dengan piket pelayanan," ujar Gubernur.
(alf)
Berita Terkait
Pemprov Banten Prioritaskan...
Pemprov Banten Prioritaskan Kesehatan
DPRD Banten Restui Langkah...
DPRD Banten Restui Langkah Gubernur Suntik Bank Banten Rp 1,9 Triliun
Demi Cegah Covid-19,...
Demi Cegah Covid-19, Gubernur Banten Sarankan Belanja di Warung Tetangga
Sekretariat DPRD Banten...
Sekretariat DPRD Banten Optimis Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik
Gubernur Banten Instruksikan...
Gubernur Banten Instruksikan Kepala Sekolah Menjadi Relawan Covid-19
Gubernur Banten Andra...
Gubernur Banten Andra Soni Perpanjang Waktu Pembebasan Pokok dan Sanksi Pajak Kendaraan Bermotor hingga 31 Oktober 2025
Berita Terkini
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
4 menit yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
6 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
6 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
8 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
10 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
10 jam yang lalu
Infografis
6 Taman di Jakarta Buka...
6 Taman di Jakarta Buka 24 Jam, Dapat Ciptakan Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved