Tergiur Iming-iming PNS, Warga Blitar Tertipu Puluhan Juta

Kamis, 25 April 2019 - 14:11 WIB
Tergiur Iming-iming...
Tergiur Iming-iming PNS, Warga Blitar Tertipu Puluhan Juta
A A A
BLITAR - Tergiur iming-iming tawaran pegawai negeri sipil, Sutrismiani (53) ibu rumah tangga asal Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar rela merogoh kocek puluhan juta. Sutrismiani berharap anaknya bisa bekerja sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Malang.

Tanpa berfikir panjang uang Rp35juta diserahkan kepada Edy Hartono (48) warga Kelurahan Ronowijayan Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Di depan Sutrismiani, Edy yang baru dikenalnya mengaku sebagai PNS Pemkab Ponorogo.

Dia juga mengatakan memiliki jatah dalam setiap agenda rekrutmen CPNS. "Uang Rp 35 juta diserahkan pada 15 Oktober 2018," kata Kasubag Humas Polres Blitar Iptu M Burhanuddin dalam keterangan rilisnya Kamis (25/4/2019).

Uang Rp 35 juta itu merupakan dana awal dari nominal Rp70 juta yang diminta Edy Hartono. Karena percaya, Sutrismiani menyanggupinya. Namun begitu tes CPNS diumumkan, nama Dani Aditya (28), yakni anak Sutrismiani tidak muncul di daftar peserta tes yang diterima.

Saat dihubungi untuk mempertanyakan hal itu, Edy berkilah proses masih berjalan. Bahkan Edy kembali meminta tambahan Rp10 juta yang katanya untuk mengurus semuanya. Sadar menjadi korban penipuan, Sutrismiani menyanggupi dan meminta Edy bertemu di rumahnya.

Namun sebelum rencana itu dilakukan korban sudah lebih dulu melapor ke kepolisian. "Pada hari Rabu 24 April 2014 yang bersangkutan (Edy Hartono) mendatangi rumah korban di Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro," kata Burhanuddin.

Di depan pelaku, Sutrismiani mengaku hanya memiliki uang Rp3 juta dari dana Rp 10 juta yang diminta pelaku. Oleh pelaku Edy tanpa pikir panjang uang Rp3 juta itu langsung diterima. Namun pada saat hendak meninggalkan rumah korban, petugas datang dan langsung menyergapnya.

Edy Hartono langsung dijebloskan ke dalam tahanan. Dalam kasus dugaan penipuan ini petugas mengamankan uang tunai Rp3 juta, dua lembar kuitansi penyerahan uang sebelumnya, satu unit motor Honda Vario dan buku rekening serta ATM BRI atas nama Sutrismiani. Dalam pemeriksaan terungkap pelaku bukan PNS seperti yang disampaikan kepada korban.

Terungkap juga dalam pemeriksaan pelaku diduga juga telah menipu korban untuk urusan pembelian rumah. Dalam kasus jual beli rumah itu korban mengalami kerugian materiil Rp150 juta. "Saat ini kami masih terus melakukan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi," jelasnya.
(nag)
Berita Terkait
Kasus Penipuan WO Ayu...
Kasus Penipuan WO Ayu Puspita: 207 Korban, Kerugian Capai Rp11,5 Miliar
Waspadalah, Ini Jenis-jenis...
Waspadalah, Ini Jenis-jenis Penipuan di Online Shop yang Sering Terjadi
Kisahnya Dijadikan Film,...
Kisahnya Dijadikan Film, Berikut 10 Tukang Tipu Paling Terkenal
Demi Cuan, Waspadai...
Demi Cuan, Waspadai Modus-modus Pengemis Gadungan Ini
5 Mobil Mewah dan Rp52,5...
5 Mobil Mewah dan Rp52,5 Miliar Disita dalam Kasus Penipuan Robot Trading NET89, Bareskrim Polri Ungkap Aset Terka
Polrestabes Surabaya...
Polrestabes Surabaya Ungkap Penipuan Investasi Smartkost
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
3 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
5 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
6 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
7 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
7 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
7 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved