Bangun Konstruksi Smelter di Kolaka, PT CNI Tunjuk BUMN

Jum'at, 05 April 2019 - 22:25 WIB
Bangun Konstruksi Smelter...
Bangun Konstruksi Smelter di Kolaka, PT CNI Tunjuk BUMN
A A A
KOLAKA - PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) kian memantapkan komitmennya dalam membangun pabrik Ferronickel (smelter) di Kolaka, Sulawesi Tenggara.

PT CNI resmi memberikan kepercayaan pembangunan konstruksi smelternya kepada perusahaan BUMN berbendera PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero.
Bahkan telah menandatangani Perjanjian Jasa Konstruksi dengan PT PP untuk dimulainya Pembangunan Infrastruktur Utama dan Infrastruktur Pendukung Ferronickel Smelter, Jumat (5/4/2019).

Penandatanganan Perjanjian ini dilakukan oleh Derian Sakmiwata selaku Presiden Direktur PT. CNI dan Nurlistyo selaku Senior Vice President, Head of EPC Division, PT PP yang disaksikan oleh Abdul Haris Tatang, Direktur PT PP dan segenap management PT CNI.

Menurut Presiden Direktur PT CNI, Derian Sakmiwata, kepercayaan ini diberikan dengan semangat untuk memaksimalkan muatan local (local content) dalam kegiatannya sesuai yang diatur dalam Pasal 61 Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri serta Keputusan Menteri ESDM nomor :1953 K/06/MEM/2018 tentang Penggunaan Barang Operasi, Modal, Peralatan, Bahan Baku dan Bahan Pendukung lainnya yang diproduksi dalam negeri pada sektor energi dan Sumber Daya mineral.

Setelah penandatanganan perjanjian ini, kata Derian, PT PP akan segera melakukan mobilisasi dan persiapan di lokasi pekerjaan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

"Groundbreaking di lokasi smelter akan dilakukan pada Bulan Mei 2019. Ditargetkan Pembangunan Infrastruktur Utama dan Infrastruktur Pendukung Ferronickel Smelter ini selesai pada akhir tahun 2021," ujar Derian.

PT. PP akan bekerja di lokasi rencana pabrik yang telah disiapkan oleh PT. CNI dengan luasan total 400 hektare.

Derian menambahkan, pembangunan ini juga merupakan bagian dari komitmen Rencana Pengembangan Fasilitas Pengolahan Bijih Nickel (Smelter) PT. CNI yang mengadopsi teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dimana total kapasitas pabrik Smelter yang direncanakan sebesar 4x72 MVA (Mega Volt Ampere) dengan umpan 5 juta ton bijih Nickel dan akan menghasilkan 230,000 ton Ferronickel dengan kadar Nickel 22%-24%.

"Pembangunan Smelter PT. CNI akan dilakukan melalui 3 Phase pembangunan; Phase 1 1x72MVA, Phase 2 1x72 MVA, Phase 3 2x72MVA. Total investasi direncanakan sebesar 705 juta USD di luar pembangunan fasilitas Pelabuhan serta infrastruktur pendukung dan lain-lainnya," beber Derian.

Sedangkan untuk penyediaan teknologi Smelter ini kata Derian, PT. CNI telah menunjuk ENFI China, salah satu perusahaan BUMN penyedia jasa engineering terbesar milik Pemerintah China dengan pengalaman lebih dari 60 tahun di bidang pengolahan dan pemurnian Non-ferrous metal, terutama Nickel.

Perpaduan yang sangat harmonis dengan dipercayakannya pekerjaan kepada kedua BUMN ini yakni PT. PP dan Perusahaan BUMN China ENFI, maka dari serangkaian pekerjaan Engineering Procurement and Construction (EPC) pengembangan Smelter PT. CNI, Perusahaan BUMN ENFI China akan menyelesaikan porsi Engineering (E) dan Procurement (P) sementara Perusahaan BUMN PT. PP akan menyelesaikan porsi Construction (C).

Smelter RKEF direncanakan akan menggunakan tipe Rectangular Furnace yang dilengkapi dengan Copper Cooling System dimana penggunaan ini akan memberikan kapasitas pengolahan yang lebih besar dari RKEF circular pada umumnya dan interval maintenance yang lebih panjang sehingga akan memberikan biaya operasional yang lebih kompetitif.

Sedangkan kebutuhan listrik untuk Smelter PT. CNI akan dipasok dari jaringan listrik PLN dengan total kapasitas sampai dengan 350 MVA.

"PT. CNI dan PLN telah menandatangi Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) dimana PT. CNI merupakan pelanggan premium/platinum yang diberikan keutamaan dan jaminan pasokan listrik. PLN juga telah menyiapkan dukungan tenaga listrik bagi PT. CNI untuk kebutuhan selama masa konstruksi," ungkapnya.

Selain pembangunan Pabrik Smelter dengan teknologi RKEF, PT. CNI juga telah melakukan studi-studi dalam rangka pengembangan Pabrik Pengolahan Bijih Nickel Limonite untuk mengekstraksi Nickel dan Cobalt dengan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL).

Hal ini dilakukan mengingat PT. CNI memiliki kandungan sumber daya mineral bijih limonite dengan kandungan Nickel dan Cobalt yang sangat menjanjikan dan juga untuk mengantisipasi tumbuhnya industry mobil listrik dan baterai secara umum.

Sementara itu, Nurlistyo selaku Senior Vice President, Head of EPC Division PT. PP menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh pihak PT. CNI.

"Kami sangat mengapresiasi langkah PT.CNI dalam mewujudkan komitmennya dalam membangun Smelter. Kami akan segera bekerja untuk memulai pembangunan konstruksi smelter di lokasi PT. CNI," terangnya.
(vhs)
Berita Terkait
Reklamasi Berkelanjutan:...
Reklamasi Berkelanjutan: PT GAG Nikel Ubah Lahan Tambang Jadi Kawasan Hijau
Melihat Surga di Tengah...
Melihat Surga di Tengah Tambang Nikel Dunia
Melihat Geliat Ekonomi...
Melihat Geliat Ekonomi Warga Sekitar Kawasan Industri Nikel di Konawe
10 Perusahaan Tambang...
10 Perusahaan Tambang Nikel Terbesar di Dunia, Ada yang dari RI?
PLN Dukung Listrik di...
PLN Dukung Listrik di Kawasan Industri Smelter Pertama di Konawe Utara
PT Ceria Raih Predikat...
PT Ceria Raih Predikat sebagai Perusahaan Berkelas Dunia
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
4 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
6 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
7 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
7 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
8 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
8 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved