Khofifah Siapkan Desain Pendidikan SMK di JawaTimur

Jum'at, 05 April 2019 - 06:52 WIB
Khofifah Siapkan Desain...
Khofifah Siapkan Desain Pendidikan SMK di JawaTimur
A A A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa membahas format pendidikan di Jatim saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) Bidang Pendidikan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis 4 April 2019. Pembahasan terkait dengan format SMK Pengampu, Magang SMK, Sekolah Zonasi.

Menurutnya, desain format pendidikan SMK masih akan diperdalam pada tahun ajaran ini. Untuk format SMK Pengampu, kata dia, perlu dilihat memiliki jurusan-jurusan yang serumpun dan potensial. Sehingga perlu dipertimbangkan dengan membangun konektivitas dengan Millenial Job Center atau cukup di SMK Pengampu.

"Saya berharap, SMK Pengampu mempunyai dorongan yang tinggi untuk menghasilkan lulusan SMK agar bisa terserap dalam pasar kerja," katanya.

Terkait magang, lanjutnya, durasi yang dilakukan siswa SMK membutuhkan waktu satu semester atau satu tahun. Dengan waktu magang yang cukup, siswa siap masuk pada dunia kerja.

"Formula kemungkinan empat semester di kelas, satu semester magang, satu semester siap-siap UN. Apakah magang itu butuh satu semester atau satu tahun supaya keluar dari SMK betul-betul siap masuk pada dunia kerja,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, tingkat pengangguran terbuka di Jatim tertinggi dari lulusan SMK. Dirinya akan mengomunikasikan dengan beberapa perguruan tinggi yang memiliki jurusan vokasi agar dapat menampung lulusan SMK. Contohnya, saat pengumuman SNMPTN ternyata banyak siswa SMK yang diterima di PTN.

"Dengan demikian, menjadi siswa SMK itu keren karena SNMPTN bisa tembus, mau masuk pasar kerja juga bisa tembus," jelasnya.

Mengenai format zonasi juga dibahas dalam Ratas Bidang Pendidikan. Menurutnya, banyak sekali orang tua yang menyampaikan keluhan format tersebut. Anak mereka ingin bersekolah di SMA/SMK favorit tetapi tidak masuk meskipun nilai UN-nya tinggi. Ini dikarenakan tinggalnya tidak masuk dalam zona yang dirumuskan. Karena itu, Khofifah menginginkan sebanyak 90 persen siswa yang diterima di SMA/SMK Negeri masuk dalam zona.

"Sedangkan 10 persennya bisa diikuti di luar zona itu," tandasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Pelantikan Kepala Daerah...
Pelantikan Kepala Daerah 2025, Ini Profil Pendidikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa
Satu-Satunya Gubernur!...
Satu-Satunya Gubernur! Khofifah Indar Parawansa Raih Penghargaan Anugerah Pendidikan Indonesia dari IGI
Gubernur Jatim Khofifah...
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Kembali Terpapar COVID-19
Survei Capres 2024,...
Survei Capres 2024, Khofifah Indar Parawansa Ungguli Puan Maharani
Jubir Jelaskan Isi Pertemuan...
Jubir Jelaskan Isi Pertemuan Prabowo dengan Khofifah Indar Parawansa
Khofifah Indar Parawansa...
Khofifah Indar Parawansa Jadi Pengurus PBNU Sebuah Sejarah Baru
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
1 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
2 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
3 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
3 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
3 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved