Waspada, Sesar Lembang Masuk Fase 'Ulang Tahun'

Kamis, 14 Maret 2019 - 16:57 WIB
Waspada, Sesar Lembang...
Waspada, Sesar Lembang Masuk Fase 'Ulang Tahun'
A A A
PADALARANG - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengingatkan bahwa patahan aktif Sesar Lembang sepanjang 29 kilometer yang membentang dari Padalarang hingga Batulonceng, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), memasuki tahap pelepasan energi.

Untuk itu, pemerintah daerah serta masyarakat yang berada di jalur tersebut diminta untuk waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan deteksi dini sebagai antisipasi ketika bencana alam akibat pergeseran patahan.

"Kami mengingatkan agar Pemda KBB dan masyarakatnya waspada terhadap sumber dan potensi bencana. Termasuk keberadaan Sesar Lembang yang saat ini sudah masuk tahap 'ulang tahun' atau siklus masa pelepasan energi," terang peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mudrik R Daryono saat ditemui di Ngamprah, Kamis (14/3/2019).

Berdasarkan hasil kajiannya, secara perhitungan sekarang ini sedang memasuki fase siklus pelepasan energi. Yakni selama 560 tahun belum pernah terjadi gempa bumi lagi di Sesar Lembang, sementara siklusnya antara 170 sampai 670 tahun. Sehingga semua harus waspada karena jika patahan ini bergeser maka bisa menimbulkan gempa dengan kekuatan antara 6-7 skala richter.

"Fakta penelitiannya seperti itu, maka semua harus waspada dan antisipatif. Karena bencananya tidak bisa diprediksi kapan terjadi bisa 100 tahun lagi atau bisa juga besok," ungkapnya.

Dia melihat langkah antisipatif dari kawan-kawan di BPBD termasuk pemerintah daerah KBB sudah cukup baik. Prosedur pencegahan telah dilakukan untuk melindungi diri juga sosialisasi dan menyiapkan jalur-jalur evakuasi pengamanan. Kendati begitu dia pun meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan atau merasa resah, jika sudah melakukan antisipasi.

Sekretaris Daerah KBB yang juga Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Asep Sodikin mengungkapkan, pemerintah daerah sejak 2015 lalu telah melakukan sosialisasi masif dan menginventarisasi wilayah yang terdampak jika Sesar Lembang bergeser. Menurutnya ada sebanyak lima kecamatan dan puluhan desa yang akan terdampak seperti Kecamatan Padalarang, Ngamprah, Cisarua, Parongpong, dan Lembang.

"Kami sudah sosialisasi berdasar data dari LIPI. Pembentukan desa tangguh bencana juga bagian dari antisipasi termasuk akan mengalokasikan dana on call di desa dengan besaran Rp200 juta sampai Rp250 juta untuk penanganan darurat bencana," kata Asep.
(wib)
Berita Terkait
Pemkab Morowali Menggelar...
Pemkab Morowali Menggelar Rakor Penanganan Bencana
Puluhan Bangunan Hancur...
Puluhan Bangunan Hancur akibat Pergeseran Tanah, Pemkab Bandung Barat Tetapkan Status Darurat Bencana
BPBD Siagakan Posko...
BPBD Siagakan Posko dan Personel di Lokasi Rawan Bencana saat Nataru
BNPB Sebut 11 Orang...
BNPB Sebut 11 Orang Hilang Akibat Longsor di Bandung Barat
Seluruh Desa di Bandung...
Seluruh Desa di Bandung Barat, 100 Persen Bersanitasi
Pemda KBB Raih Penilaian...
Pemda KBB Raih Penilaian WTP dari BPK RI, Hengki : Kado Terindah Jelang Hari Jadi
Berita Terkini
MUI Tegas soal Kekerasan...
MUI Tegas soal Kekerasan Santri di Lombok: Harus Diproses Hukum, Tak Boleh Diselesaikan Internal
15 menit yang lalu
Ada Konser Akbar di...
Ada Konser Akbar di Monas, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
27 menit yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Semburkan Kolom Abu 1.000 Meter
2 jam yang lalu
Fenomena Bediding Terjadi...
Fenomena Bediding Terjadi Lagi, BMKG: Suhu di Dieng Hampir Sentuh Titik Beku 0,7 Derajat Celsius
4 jam yang lalu
JPO Tendean Bakal Dibangun...
JPO Tendean Bakal Dibangun Lagi, Jangka Pendek Bikin Zebra Cross
5 jam yang lalu
Libur Sekolah Lebih...
Libur Sekolah Lebih Pengaruhi Order Online daripada Komisi 8 Persen
13 jam yang lalu
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved