Daftar KJP, Pelajar Dimintai Uang Pelicin Oknum Guru

Sabtu, 09 Maret 2019 - 01:17 WIB
Daftar KJP, Pelajar...
Daftar KJP, Pelajar Dimintai Uang Pelicin Oknum Guru
A A A
JAKARTA - Kurangnya pengawasan terhadap pendaftaran Kartu Jakarta Pintas (KJP) dimanfaatkan oknum guru. Berdalih administrasi, oknum Guru SMK Taman Sakti, Cengkareng, Jakarta Barat palak Rp100 ribu per anak untuk pengurusan KJP.

Salah seorang orang tua siswa, berinisial San, mengakui pemalakan itu. Ia menyaksikan langsung bagaimana oknum guru maupun sekolah meminta uang sebesar Rp100 ribu melalui surat.

"Jadi pas anak saya mau perpanjang KJP, pihak sekolah meminta Rp100 ribu untuk biaya administrasi," kata San saat ditemui di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat 8 Maret 2019.

Padahal merujuk dari SK Gubernur No.4 tahun 2018 menjelaskan, tidak ada biaya yang dikenakan untuk pendaftaran KJP. Hal itu juga dirasakan oleh adik San. Kebetulan anak dari adik San bersekolah satu gedung dengan anaknya, tapi beda sekolah.

Tak hanya soal pungutan Rp100 ribu. Beberapa siswa didiknya juga di tahun-tahun sebelumnya sempat dimintai Rp20 ribu saat mendaftar awal KJP. Meski dipungut, saat itu San tak keberatan, lantaran nilainya masih dapat dimaklumi.

"Tapi kalau Rp100 ribu, kita keberatan, kira-kira lah pungli (pungutan liar)-nya, padahal anak adik saya itu KJP gratis cuma modal materai 6.000, jadi ini jelas pungli dong," tegasnya.
Daftar KJP, Pelajar Dimintai
Menurut San, pihak sekolah meminta tarif sebesar Rp100 ribu per siswa sebagai bentuk proses percepatan pembuatan KJP. Sehingga proses KJP dapat selesai lebih cepat. Padahal sebagai pendukung kebijakan Gubernur Anies, San mentaati prosedur dan tahapan mendapatkan KJP.

"Seharusnya kan enggak seperti itu, kami juga tidak menuntut dipercepat asal sesuai prosedur," ujarnya. (Baca juga: Waspada, KJS dan KJP palsu beredar di masyarakat )

Dari penuturan San, pungli yang terjadi telah ia laporkan kepada sekolah. Kala itu, pihak sekolah beralasan perlu adanya 'pelicin' agar KJP yang diuruskan oleh dirinya bisa cepat.

Termasuk soal keluhan itu, San mengakui pihaknya telah melaporkan hal ini kepada Pemkot Jakarta Barat melalui sistem online. Namun pelaporan itu tak kunjung mendapatkan tanggapan.
(mhd)
Berita Terkait
Orang Tua Cairkan Dana...
Orang Tua Cairkan Dana Kartu Jakarta Pintar Plus
Digadaikan ke Rentenir,...
Digadaikan ke Rentenir, KJP Ratusan Pelajar Kalideres Terancam Dicabut
Dana KJP Cair, Bank...
Dana KJP Cair, Bank DKI Harap Pemegang Kartu Patuhi PSBB
Pencairan Telat, Ratusan...
Pencairan Telat, Ratusan Orang Tua Gadaikan KJP di Toko Perlengkapan Sekolah
Ratusan Warga Serbu...
Ratusan Warga Serbu Bank DKI di Kantor Wali Kota Jakbar, Ada Apa?
Seluruh Dana KJP Plus...
Seluruh Dana KJP Plus Bisa Dicairkan Tunai Selama Masa PSBB
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
3 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
4 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
5 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
7 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
8 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
8 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved