Pencairan Telat, Ratusan Orang Tua Gadaikan KJP di Toko Perlengkapan Sekolah

Rabu, 15 Juli 2020 - 12:42 WIB
loading...
Pencairan Telat, Ratusan...
Telatnya pencairan uang Kartu Jakarta Pintar (KJP) membuat ratusan orang tua murid di Kalideres, Jakarta Barat mengadaikan KJP ke toko perlengkapan sekolah.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A A A
JAKARTA - Telatnya pencairan uang Kartu Jakarta Pintar (KJP) membuat ratusan orang tua murid di Kalideres, Jakarta Barat mengadaikan KJP ke toko perlengkapan sekolah. Hal ini terkuak setelah petugas Polsek Kalideres menangkap empat pelaku pemerasan terhadap pemilik toko seragam di Kalideres, Jakarta Barat.

Hasil pemeriksaan, diketahui pemilik toko menyimpan sejumlah KJP milik siswa yang kebanyak berdomisili di sekitar toko itu.
“Ada tiga orang yang kami jadikan saksi atas kasus pemerasan yang dilakukan oknum wartawan dan polisi gadungan. Korbannya merupakan pemilik toko tempat KJP itu dititipkan,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Kalideres, AKP Syafri Wasdar, Selasa (15/7/2020).

Syafri menuturkan, dalam kasus pemerasan itu, penyidik telah mengamankan 219 KJP yang dijadikan barang bukti. Hasil pemeriksaan tiga saksi yang merupakan orang tua pemilik KJP, lanjut Syafri, diketahui mereka menggadaikan KJP untuk membeli perlengkapan sekolah.

"Karena KJP belum cair, para orang tua ini kemudian menitipkan KJP sampai datangnya pencairan. Nanti tinggal dipotong, KJP dikembalikan,” tutur Syafri. Meski demikian Syafri enggan merinci alasan wali murid menggadaikan KJP itu. Menurutnya, pihaknya hanya menyelidiki adanya pemerasan di sana.

Kasudin Pendidikan wilayah 1, Agus Ramdhani tak memperkenankan adanya gadai KJP. Karena itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah menurunkan tim mencati titik terang masalah itu. “Tapi karena ini masih penyidikan polisi, kita belum dapat utuh. Semuanya dipegang polsek, kita belum dapat nama-namanya,” ujar Agus. (Baca: Peras Pedagang Perlengkapan Sekolah, Wartawan dan Polisi Gadungan Dibekuk)

Mantan Camat Kembangan ini menambahkan pihaknya juga tak peduli adanya pemerasan dalam kasus itu. Menurutnya, persoalan yang ditanganinya yakni penyalahgunaan KJP yang dilakukan antara orang tua murid dengan pemilik toko. “Yang pasti gadai menggadai tidak boleh. Teknis bagaimananya biar nanti yang berkompeten menjelaskannya,” ucap Agus.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KJP Plus Tahap 1 2026...
KJP Plus Tahap 1 2026 Sudah Cair, Cek Rincian Dana yang Diterima Siswa
Kapan KJP Juli 2026...
Kapan KJP Juli 2026 Cair? Simak Prediksi Jadwal Pencairan dan Nominal Bantuan
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Permintaan Uang oleh Kanim Ngurah Rai dan Denpasar saat Periksa 2 Biro Jasa
Rekomendasi
18 Sekolah Ikut Kejuaraan...
18 Sekolah Ikut Kejuaraan Fun Atletik ABK 2026, Dorong Olahraga Inklusif di Indonesia
Polisi Berpeluang Periksa...
Polisi Berpeluang Periksa Febrie Adriansyah terkait Dugaan Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Momen Langka, Raja Charles...
Momen Langka, Raja Charles Reuni dengan Keluarga Pangeran Harry
Berita Terkini
Perindo Apresiasi Inisiatif...
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved