Kisah Serda Yusdin, Prajurit Kopassus yang Gugur di Papua

Kamis, 07 Maret 2019 - 21:22 WIB
Kisah Serda Yusdin,...
Kisah Serda Yusdin, Prajurit Kopassus yang Gugur di Papua
A A A
LUWU - Serda Yusdin anggota Satgas Kopassus yang gugur karena dikepung puluhan anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Egianus Kogoya adalah anak pertama dari empat bersaudara. Bintara TNI AD yang bertugas di Kopassus dan di-BKO-kan di Kodam XVII/Cenderawasih ini merupakan putera Sanatang dan Emmi yang bekerja sebagai petani di Kabupaten Luwu.

Menurut orang tua Almarhum Ibu Emmi, anaknya Yusdin merupakan tulang punggung keluarganya. "Yusdin lah yang membiayai ketiga adiknya Neni Handriani anak kedua (kuliah); Ramlan anak ketiga hingga tamat SMA dan Fajrin (10) kelas 5 SD. Dia anak yang baik, semasa hidupnya baik sama setiap orang," kata Ibu Emmi dengan terisak.

Menurut Emmi, Yusdin adalah salah satu putera di kampung halamannya di Desa Pongko yang berhasil menjadi anggota TNI. Sejak kecil Yusdin memang bercita-cita menjadi anggota TNI. Emma mengaku tidak mendapat firasat mengenai kepergian putera pertamanya itu. Dia juga meminta maaf jika puteranya ada melakukan sesuatu yang kurang berkenan.

Dia mengaku mengenai gugurnya anaknya mendapat kabar dari kesatuannya dan dari Istri Wakil Bupati Luwu. Dia mengaku jika jenazah Yusdin akan diberangkatkan dari Papua, Jumat besok pukul 12.00 waktu setempat. "Diterbangkan dari Papua langsung menuju Makassar dan rencanakan jenazah Almarhum akan diberangkatkan dari Makassar ke Luwu melalui jalur darat," kata dia.

Sementara Istri Wakil Bupati Luwu Elnita Pakolo mengatakan, dirinya terpukul begitu mengetahui Yusdin gugur setelah tugas di Papua. "Walaupun dia bukan anak kandung saya bahkan bukan keluarga saya, tapi sudah saya anggap seperti anak sendiri," kata Elnita.

Elnita menerangkan, Yusdin lulus menjadi anggota TNI pada 2015 dan langsung bertugas di Ambon. Setelah itu, dia mendaftar di kesatuan Kopassus dan lulus tahun 2016. "Saya dekat dengan Almarhum dan keluarganya. Mereka bisa saya katakan keluarga kurang mampu, namun almarhum bisa lulus seleksi menjadi anggota TNI dengan keterbatasannya.

Menurut Elnita, waktu pelantikan atau pembaretan menjadi anggota Kopassus di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah keluarga Almarhum (orang tuanya) tidak hadir karena faktor biaya. "Jadi saya mewakili keluarga dan menghadiri pelantikannya di Kopassus. Usai Pilkada kemarin, saya sempat komunikasi di telepon. Dia ucapkan selamat atas kemenangan Bapak (Syukur Bijak). Almarhum memang panggil saya Mama dan Syukur Bijak dipanggilnya Bapak," ungkap Elnita.

Menurut dia, bulan Desember 2018 almarhum cuti selama tiga minggu. Namun baru tiga hari di kampung sudah ada panggilan pulang."Dia bilang ada panggilan penugasan ke Papua jadi harus berangkat hari itu juga ke Cilacap untuk latihan sebelum ke Papua," timpalnya.

Sementara untuk kepulangan jenazahnya, Elnita juga mengaku sudah bicara dengan Dantonnya atas nama Robert yang kebetulan masih ada hubungan keluarga. Bahwa rencananya, jenazah Serda Yusdin langsung diberangkatkan ke Makassar selanjutnya menuju kampung halaman di Desa Pongko, Kabupaten Luwu.
(sms)
Berita Terkait
1 Tentara Gugur saat...
1 Tentara Gugur saat Kontak Tembak dengan OPM di Pos Koramil Intan Jaya Papua
Kapolda Perintahkan...
Kapolda Perintahkan Semua Senjata Api Anggota Polres Membramo Raya Ditarik
Mimpi Rony Kabarjay...
Mimpi Rony Kabarjay Yatim Piatu Suku Yeinan Terwujud dengan Lulus Test Prajurit TNI AD
Kogabwilhan III Bantah...
Kogabwilhan III Bantah Klaim OPM yang Tewaskan 8 Prajurit TNI
Kontak Tembak dengan...
Kontak Tembak dengan OPM, 1 Anggota Koramil Hitadipa Papua Gugur
Dwi Cahyono, Anak Suku...
Dwi Cahyono, Anak Suku Auyu Papua Jadi Prajurit TNI AD
Berita Terkini
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
1 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
1 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
3 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
3 jam yang lalu
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
4 jam yang lalu
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
4 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved