Pembangunan Ekonomi Berbasis Lingkungan Syarat Mutlak di Kalimantan Tengah

Rabu, 27 Februari 2019 - 10:19 WIB
Pembangunan Ekonomi...
Pembangunan Ekonomi Berbasis Lingkungan Syarat Mutlak di Kalimantan Tengah
A A A
KALIMANTAN TENGAH - Pembangunan ekonomi berbasis lingkungan atau ekonomi hijau menjadi syarat mutlak di Kalimantan Tengah. Konsepsi ekonomi hijau tersebut sudah diadopsi Pemprov Kalteng sejak tahun 2013 melalui Rencana Pembangunan Strategis dalam mewujudkan provinsi ini lebih mandiri dari segala aspek.

Seperti dilansir kalteng.go.id, Sekretaris daerah Pemprov Kalteng Fahrizal Fitri, mengatakan, pertumbuhan ekonomi hijau terkait dengan masalah pembangunan apakah berdampak pada lingkungan, sosial, dan perekonomian.

Pertumbuhan ekonomi hijau itu dijelaskan sesuai dengan rencana pembangunan Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran. Fahrizal mencontohkan, seperti upaya membuka keterisolasian wlayah dan meningkatkan ekonomi kerakyatan .

"Pembangunan jalan untuk membuka keterisolasian sebagai salah satu visi misi adalah untuk meningkatkan ekonomi rakyat. Dari situ diharapkan angka kemiskinan di Kalteng bisa di turunkan," ujar Fahrizal ketika acara Gathering dengan wartawan pada kesempatan menyusuri sungai kahayan di Palangkaraya Senin (25/2/2019).

Menurut Fahrizal Fitri Sekda Provinsi Kalimantan Tengah yang juga menjabat Plt kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalteng, dalam membuka keterisolasian wilayah pembangunan infrastruktur jalan juga dimaksudkan untuk membuka wilayah daerah penghasil padi agar bisa membantu petani lokal dan tidak menutup juga mengkoneksikan masyarakat dari luar kalteng melalui mobilitas sosial.

Dia menjelaskan, pembangunan sentral padi di Kalteng. Misalnya kalteng butuh banyak pekerja di karenakan berbagai investasi ekonomi, hal ini harus dilakukan dengan mempriotaskan masyarakat lokal berkontribusi dalam ekonomi tersebut dan juga memberikan kesempatan kepada masyarakat luar kalteng untuk berpartisipasi.

Menyinggung masalah pengembangan foodestate di Kalteng, ditegaskan Fahrizal, hal tersebut tidak harus dengan membuka lahan baru, "Lebih tepat dengan cara memberdayakan lahan yang sudah ada termasuk milik masyarakat."

Upaya tersebut di antaranya dengan revitalisasi pada sentra sentra sumber pangan. Misalnya, wilayah yang dikembangkan area pada kesatuan pengelolaan hutan produksi. Bagaimana hutan itu bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat luas," pungkasnya
(akn)
Berita Terkait
Kecurangan di Kalteng...
Kecurangan di Kalteng Disebut Fundamental, MK Diminta Abaikan Ambang Batas
Pilgub Kalteng, Program...
Pilgub Kalteng, Program Unggulan ASRI 04 Dianggap Langkah Maju
Duet Abdul Razak-Monica...
Duet Abdul Razak-Monica Rasyid Dianggap Potensial di Pilgub Kalteng 2024
DPP PKB Instruksikan...
DPP PKB Instruksikan Pengurus-Kader Menangkan Willy-Habib di Pilgub Kalteng
Berhasil Pimpin Kapuas...
Berhasil Pimpin Kapuas dan Kotawaringin, Masyarakat Dukung Ben-Ujang di Pilgub Kalteng
Ben Brahim: Saya Tidak...
Ben Brahim: Saya Tidak Tanggung-Tanggung, yang Kami Bela Tanah Adat
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
1 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
2 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
2 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
2 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
2 jam yang lalu
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved