Izin Kapal Pembangkit Listrik Hanya 3 Tahun, Sulut-Gorontalo Terancam Krisis Listrik

Minggu, 24 Februari 2019 - 15:27 WIB
Izin Kapal Pembangkit...
Izin Kapal Pembangkit Listrik Hanya 3 Tahun, Sulut-Gorontalo Terancam Krisis Listrik
A A A
MANADO - Kapal pembangkit listrik Leasing Marine Vessel Power Plant (LMVPP) Karadeniz berkapasitas 120 MW yang berada di PLTU Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara beroperasi sejak 28 Januari 2016. PT Karpowership Indonesia selaku perusahaan yang mendatangkan kapal pembangkit listrik tersebut melakukan kontrak kerja bersama PLN selama lima tahun. (Baca: Kapal Pembangkit Listrik Disegel, Sulut-Gorontalo Alami Pemadaman Bergilir)

Namun menurut Kepala Kantor Bea Cukai Manado Nyoman Adhi Suryadnyana ketika masuk di Indonesia, PT Karpowership Indonesia menggunakan skema impor sementara.

"Impor sementara ini berdasarkan undang-undang hanya berlaku maksimal selama tiga tahun, setelah habis tiga tahunkan tidak bisa diperpanjang lagi, memang begitu aturan undang-undangnya," ujar Kepala Kantor Bea Cukai Manado Nyoman Adhi Suryadnyana saat dikonfirmasi lewat telepon seluler, Minggu (24/2/2019).

Menurut Nyoman, mekanisme impor sementara itu ada beberapa pilihan, diantaranya adalah di ekspor keluar negeri lagi kemudian dimasukkan kembali ke Indonesia. Alternatif lainnya adalah didefinitifkan atau diselesaikan pemberitahuan impor barangnya di Indonesia.

"Itu diatur di dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 178 dan Perdirjen nomor 02 tentang impor sementara," pungkas Nyoman.

Sebagaimana diketahui, pengoperasian LMVPP Karadeniz disegel oleh pihak Bea dan Cukai karena izin impor dari kapal itu sudah habis. Akibat dari penyegelan tersebut, kapal pembangkit listrik yang disewa dari Turki ini belum bisa beroperasi sehingga berdampak terhadap sistem kelistrikan interkoneksi Sulawesi Utara - Gorontalo yang akan mengalami defisit sebesar lebih kurang sebesar 30 MW.

Manager Komunikasi PLN UIW Suluttenggo, Jantje Rau mengatakan, bahwa penyegelan hanya untuk sementara waktu karena masih menunggu penyelesaian proses administrasi perpanjangan izin impor yang telah habis masa berlakunya.

"Karena itu terpaksa akan dilakukan pemadaman bergilir terhitung mulai hari ini sampai dengan segel dibuka kembali oleh pihak Bea Cukai setelah proses perpanjangan izin impor selesai dilakukan," jelas Jantje Rau.

Kapal Pembangkit listrik LMVPP Karadeniz beroperasi sejak 28 Januari 2016, kapal tersebut disewa sebagai solusi temporer untuk mengatasi defisit daya yang terjadi pada saat itu.

Masa sewa dari kapal yang memasok sekitar 30% kebutuhan listrik di Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Gorontalo itu akan berakhir pada tahun 2021 atau setelah pembangkit permanen yang masih dibangun telah siap dioperasikan.
(sms)
Berita Terkait
Pembangkit Listrik Terbesar...
Pembangkit Listrik Terbesar Dimatikan, Lebanon Gelap Gulita
Kurangi Emisi Karbon,...
Kurangi Emisi Karbon, APL Pasang Solar Panel 100,000 kWh di Medan
Susul China, Kini Giliran...
Susul China, Kini Giliran India Terancam Krisis Listrik
Ingin Dicap Ramah Lingkungan,...
Ingin Dicap Ramah Lingkungan, Ferrari Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Sampai Mana Mega Proyek...
Sampai Mana Mega Proyek 35 Ribu MW hingga Pertengahan 2020?
Bahaya! Ternyata Ini...
Bahaya! Ternyata Ini Penyebab PLN Kritis Batu Bara
Berita Terkini
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
10 menit yang lalu
Jelang Eksekusi Hotel...
Jelang Eksekusi Hotel Sultan, Spanduk Penolakan hingga Kawat Berduri Terpasang di Sekitar Lokasi
1 jam yang lalu
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
1 jam yang lalu
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
2 jam yang lalu
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
2 jam yang lalu
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
10 jam yang lalu
Infografis
Hanya 2 Kapal Perusak...
Hanya 2 Kapal Perusak Angkatan Laut Inggris yang Bisa Beroperasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved