Ikan Teluk Jakarta Tak Layak Dikonsumsi, Ini Kata KPKP Jakut
Jum'at, 22 Februari 2019 - 06:02 WIB
Ikan Teluk Jakarta Tak Layak Dikonsumsi, Ini Kata KPKP Jakut
A
A
A
JAKARTA - Kasudin Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) Jakarta Utara, Rita Nirmala tak menampik teluk Jakarta tercemar. Bahkan, kata dia, Teluk Jakarta sudah sejak lama tercemar.
Meski demikian, Rita membantah bahwa kondisi itu membuat ikan tercemar. Menurutnya, tidak semua ikan di Teluk Jakarta tercemar, sifat ikan yang mobile membuatnya rentan dari pencemaran lingkungan.
"Kecuali kerang hijau yah. Saya enggak memungkiri. Kerang hijau di sana berbahaya," kata Rita saat dikonfirmasi, Kamis 21 Februari 2019.
Di sisi lain, Rita tidak bisa berbuat banyak. Profesi yang menahun membuat para nelayan enggan berpindah profesi. Anehnya usai mencari mereka enggan memakan sendiri, tapi menjual ke warga. "Karena sifat pencemarannya di atas ambang batas," tuturnya.
Karenanya untuk mengatasi Teluk Jakarta. Tindakan tegas harus dilakukan terhadap pabrik-pabrik yang membuang limbah sembarang dan sampah di Teluk Jakarta. Dengan demikian, upaya sosialisasi dan secara bertahap pihaknya melakukan pengalihan profesi nelayan.
Sejauh ini, kata Rita, upaya itu dilakukan sedikit demi sedikit. Beberapa nelayan mau pindah profesi, tapi ada pula yang kemudian mau pindah mencari lokasi penangkapan ikan.
Sebelumnya, Guru Besar Tetap Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) Etty Riani mengatakan, ikan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dan Teluk Jakarta tak layak dikonsumsi bahkan bisa menyebabkan penyakit kanker.
Meski demikian, Rita membantah bahwa kondisi itu membuat ikan tercemar. Menurutnya, tidak semua ikan di Teluk Jakarta tercemar, sifat ikan yang mobile membuatnya rentan dari pencemaran lingkungan.
"Kecuali kerang hijau yah. Saya enggak memungkiri. Kerang hijau di sana berbahaya," kata Rita saat dikonfirmasi, Kamis 21 Februari 2019.

Karenanya untuk mengatasi Teluk Jakarta. Tindakan tegas harus dilakukan terhadap pabrik-pabrik yang membuang limbah sembarang dan sampah di Teluk Jakarta. Dengan demikian, upaya sosialisasi dan secara bertahap pihaknya melakukan pengalihan profesi nelayan.
Sejauh ini, kata Rita, upaya itu dilakukan sedikit demi sedikit. Beberapa nelayan mau pindah profesi, tapi ada pula yang kemudian mau pindah mencari lokasi penangkapan ikan.

(mhd)