Penodaan Agama, Ratu Ubur-ubur Mengaku Nabi

Selasa, 29 Januari 2019 - 19:08 WIB
Penodaan Agama, Ratu...
Penodaan Agama, Ratu Ubur-ubur Mengaku Nabi
A A A
SERANG - Ratu kerajaan ubur-ubur Aisah Tusalamah mengaku seorang Nabi . Hal tersebut terungkap dalam sidang lanjutan penyebaran ujaran kebencian di media sosial di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Banten , Selasa (29/1/2019).

Dalam sidang yang menghadirkan tiga saksi salah satunya Ketua RT 02 RW 07 Lingkungan Sayabulu, Kelurahan Serang Kecamatan Serang, Kota Serang , Suria Mihardja itu terungkap, bahwa Aisah Tusalamah juga mengaku Nabi dalam video yang diunggahnya melalui akun Facebook pribadinya Sin Shima Syaba.

“Aku adalah penyampai, jika benar aku adalah tangan dari ibu bumi ini, jika benar aku adalah pelayan Tuhan yang wajib menyampaikan kepada umat," ucap Hakim Erwantoni saat membacakan keterangan dari saksi saat lupa perkataan dalam video. (Baca Juga: Percayai Rasulullah Perempuan, Ratu Ubur-ubur Didakwa UU ITE )

Dalam video berdurasi 14:54 tersebut, terdakwa menggunakan pakaian kaos polos berwarna abu-abu berbicara sendiri dan direkam sendiri oleh Aisah menggunakan handphone miliknya.

"Kalau di video itu ibu Aisah sendiri, enggak ada pengikutnya, direkam sendiri di rumahnya," ujar Suria Mihardja. (Baca Juga: Ratu Ubur-ubur Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa )

Selain itu, dalam video lainnya yang diunggah terdakwa berdurasi 15:56 menggunakan pakaian kaos polos berwarna biru, mengatakan bahwa Nabi bukanlah Muhammad, melainkan Isa, Isa adalah Asi, Asi adalah Aisah Tusalmamah.

"Jangan coba-coba kalian mengelak bahwa Rasulullah itu perempuan, dalil mana yang menyatakan bahwa Rasulullah itu laki-laki. Di akhir zaman yang tahu seluruh akhir jaman itu hanya satu orang adalah ISA sedangkan ISA adalah ASI. Asi adalah Aisah Tusalamah," ucap hakim saat mengingatkan seksi Suria dalam BAP nya di hadapan polisi.

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa di PN Serang, Ratu Ubur-ubur dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi, yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku agama, ras dan antargolongan (SARA) .

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (2) undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik .
(rhs)
Berita Terkait
Ubur-ubur Serang Wisatawan...
Ubur-ubur Serang Wisatawan di Pantai Parangtritis, Ini Imbauan Tim SAR
Ubur-Ubur Kotak Langka...
Ubur-Ubur Kotak Langka Bermotif Cincin Terlihat Kedua Kalinya di Papua
Australia Kerahkan Drone...
Australia Kerahkan Drone untuk Lindungi Perenang dari Serangan Makhluk Laut Paling Berbisa
5 Hewan Laut Paling...
5 Hewan Laut Paling Berbisa dan Berbahaya Bagi Manusia
Turritopsis dohrnii:...
Turritopsis dohrnii: Ubur-ubur yang Mampu Meregenerasi Diri, bisa Hidup Selamanya?
Tersengat Ubur-ubur...
Tersengat Ubur-ubur saat Liburan Natal di NTT, Niki Zefanya: Itu Bukan Hal Menyenangkan
Berita Terkini
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
5 menit yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
30 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
40 menit yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
3 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
5 jam yang lalu
Infografis
4 Fakta Ratu Suthida,...
4 Fakta Ratu Suthida, Navigator Tim Layar Thailand di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved