Musim Angin Utara, Polisi Imbau Nelayan Tidak Paksakan Diri Melaut

Selasa, 29 Januari 2019 - 18:48 WIB
Musim Angin Utara, Polisi...
Musim Angin Utara, Polisi Imbau Nelayan Tidak Paksakan Diri Melaut
A A A
BINTAN - Para nelayan di wilayah pesisir di Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diimbau tidak memaksakan diri turun ke laut (menangkap ikan). Pasalnya, pada musim angin utara ini, angin sangat kencang yang mengkibatkan ombak tinggi di lautan. Kondisi ini sangat membahayakan para nelayan jika berada di tengah laut.

"Saat ini sudah musim angin utara, kita semua pasti tau, terlebih kita adalah masyarakat yang tinggal di pesisir. Ombak kuat serta cuaca ekstrem , pasti melanda daerah kita. Hal ini perlu diwaspadai, terlebih pengguna transportasi laut. Untuk itu para nelayan kita jangan memaksakan diri untuk melaut," ujar Kanit Binmas Polsek Bintan Timur, AKP S Sinurat saat menyambangi para nelayan di Pelantar Mapur, Kelurahan Kijang Kota, Selasa (29/1/2019).

Imbauan ini disampaikan Sinurat, agar para nelayan khususnya warga Bintan Timur tidak menjadi korban laka-laut yang disebabkan cuaca ekstrem yang saat ini melanda perairan Bintan karena keselamatan nyawa lebih utama. (Baca Juga: Cuaca Buruk, Polres Tanjung Pinang Pantau Aktivitas Pelayaran )

"Belakangan ini beberapa kejadian lakalaut sudah terjadi di perairan Bintan, kita tidak ingin ada saudara-saudara yang menajdi korban karena memaksakan diri untuk melaut. Keselamatan yang paling utama," ujarnya.

Begitu juga saat nanti musim angin utara, Sinurat melanjutkan khususnya kepada nelayan di Bintan Timur agar tetap menjaga keselamatan diri dengan menyiapkan peralatan safety saat berada di tengah laut seperti pelampung dan juga life jaket.

"Setiap kapal nelayan harus dilengkapi life jaket, mengantisipasi jika terjadi lakalaut," pungkasnya. (Baca Juga: Jateng Bakal Dilanda Hujan Petir, Gelombang Laut 3,5 Meter )
Pada kesempatan itu, Sinurat juga membagikan beberapa perlengkapan life jaket kepada para nelayan yang disambut dengan antusias para nelayan setempat.

Sebelumnya, di Perairan Bintan baru-baru ini telah terjadi lakalaut yang diakibatkan angin kencang dan ombak tinggi yang menghantam kapal nelayan Bintan hingga karam tepatnya di perairan sekitar Pulau Nikoi, Gunung Kijang, Bintan, Minggu (27/1/2019).

Sedikitnya tiga nelayan menjadi korban dan terombang-ambing di atas laut selama 8 jam mengandalkan papan fiber ikan setelah kapal yang ditumpangi pecah dan tenggelam, karena para nelayan tidak memiliki life jaket. Berutung, ketiga nelayan bisa diselamatkan oleh Tim SAR yang dibantu para nelayan setempat.
(rhs)
Berita Terkait
Cuaca Buruk, Kapal Nelayan...
Cuaca Buruk, Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Kepulauan Seribu
BMKG Tetapkan Provinsi...
BMKG Tetapkan Provinsi Kepulauan Babel Status Siaga
Cuaca Ekstrem dan Gelombang...
Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi, Nelayan Pacitan Tak Berani Melaut
Waspada! Gelombang Laut...
Waspada! Gelombang Laut Tinggi di Kepri Berpotensi Terjadi hingga Awal Maret
Cuaca Ekstrem Mengancam,...
Cuaca Ekstrem Mengancam, Masyarakat Natuna Diminta Waspada
Akibat Cuaca Buruk,...
Akibat Cuaca Buruk, Ratusan Nelayan di Muara Angke Tidak Melaut
Berita Terkini
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
13 menit yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
29 menit yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
30 menit yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
1 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
2 jam yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
9 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved