Gelar Aksi Damai, SPPI Tuntut Revolusi Pos Indonesia

Senin, 28 Januari 2019 - 17:36 WIB
Gelar Aksi Damai, SPPI...
Gelar Aksi Damai, SPPI Tuntut Revolusi Pos Indonesia
A A A
BANDUNG - Ratusan karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pos Indonesia (SPPI) melakukan aksi damai di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (28/1/2019). Melalui aksi ini mereka menyampaikan tuntutan kepada jajaran direksi PT Pos Indonesia.

Dalam aksinya, Anggota SPPI yang berasal dari seluruh Indonesia itu melakukan long march. Mengenakan kaus berwarna orange, mereka berjalan kaki dari Gedung Pengadilan Industrial di Jalan Surapati ke kantor pusat PT Pos Indonesia di Jalan Banda.

Ketua Umum SPPI Rhajaya Santosa mengatakan, aksi ini digelar karena pihaknya menemukan ketidakberesan dalam pengelolaan PT Pos Indonesia. Menurutnya, ada tujuh poin yang mengindikasikan ketidakberesan tersebut.

"Pertama, terjadi wanprestasi terhadap PKB (Perjanjian Kerja Bersama) 2017-2019 serta pengabaian terhadap SPPI sebagai pembuat dan penandatangan PKB 2017-2019," katanya dalam keterangannya kepada media.

Temuan kedua adalah indikasi maladministrasi tata kelola Pos Indonesia. Ketiga, indikasi kuat terjadi korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di jajaran direksi PT Pos Indonesia. Keempat, program akselerasi atau percepatan penyetaraan status karyawan dan pensiunan Pos Indonesia yang terhambat.

Kelima, perjuangan mewujudkan Pos Indonesia menjadi infrastruktur jaringan negara, di mana PT Pos memiliki kemampuan peran serta posisi dan kapasitas startegis, keenam perjuangan merealisasikan Pos Indonesia sebagai tulang punggung Perposan Nasional. Ketujuh Perjuangan mewujudkan Pos Indonesia menjadi backbone logistik Nasional.

"Kami menuntut revolusi Pos Indonesia, menuntut kesejahteraan 100%, kami terima gaji goceng dan pensiun seceng, sementara gaji direksi ratusan juta rupiah," kata Jaya.

Untuk itu SPPI menuntut seluruh jajaran direksi Pos Indonesia mengundurkan diri dari jabatannya. Sebab telah gagal dalam mengemban amanah dan tugas serta tanggung jawab yang diberikan oleh pemerintah.

"Kami juga menuntut laba dibagikan ke karyawan, ada laba Rp350 miliar lebih diperhatikan juga karyawan,” katanya.

Demo yang mendapat pengawalan ketat pihak kepolisian ini tidak mendapat respons dari direksi PT Pos Indonesia. Kabarnya, para direksi tidak berada di kantor saat aksi damai berlangsung.
(amm)
Berita Terkait
Pecah di Taman Sari,...
Pecah di Taman Sari, Pospol Ketapang Dibakar Massa
Pos Polantas Simpang...
Pos Polantas Simpang Harmoni Dibakar Massa
Kesal Dihujani Gas Air...
Kesal Dihujani Gas Air Mata, Demonstrans Bakar Pospol Simpang Lima Senen
10 Demonstrasi Terbesar...
10 Demonstrasi Terbesar dalam Sejarah, Salah Satunya Pawai Perempuan
6 Tuntutan Buruh Menggema,...
6 Tuntutan Buruh Menggema, Aktivitas Gedung DPR Lengang
Massa Buruh Ogah Pulang,...
Massa Buruh Ogah Pulang, KASBI: Kami Bertahan, Menunggu Respons Pemerintah!
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
5 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
8 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
9 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
9 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
10 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
11 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved