Singgung Pajak, DPRD Kobar Apresiasi Warga Melirik Usaha Sarang Walet

Senin, 14 Januari 2019 - 10:50 WIB
Singgung Pajak, DPRD...
Singgung Pajak, DPRD Kobar Apresiasi Warga Melirik Usaha Sarang Walet
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - Merosotnya harga jual minyak kelapa sawit (CPO) sepanjang 2018, membuat petani sawit di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kallteng mulai beralih usaha. Salah satunya dengan membangun sarang burung walet di dalam kota Pangkalan Bun dan di kawasan perkebunan.

Atas hal ini, Ketua DPRD Kobar Triyanto mengaku bangunan sarang burung walet saat ini sedang diminati warga seiring anjloknya harga jual minyak sawit.
"Biasanya bangunan sarang burung walet model ruko bertingkat dua atau tiga, dibangun warga di dalam kota maupub di perdesaan. Asalkan memenugi izin mendirikan bangunan itu sah sah saja. Memang saat ini harga liur walet sangat tinggi," ujar Triyanto di sela-sela kegiatannya, Senin (14/1/2019).

Ia berharap para pengusaha sarang burung walet ini juga taat membayar pajak daerah. Sebab sejauh ini kewajiban sejumlah pengusaha pajak sarang burung walet banyak yang belum dipenuhi.

"Harapan saya kewajiban pajak bagi pengusaha sarang burung walet harus ditaati, jika tidak nanti bisa berurusan dengan Satpol PP dengan cara disegel pintu masuk gedung walet seperti yang terjadi beberapa waktu lalu," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng membentuk Tim Khusus (Timsus) Sarang Burung Walet yang terdiri dari Badan Pendapatan Daerah (Bapemda) Kobar, Satpol PP dibantu TNI-Polri. Tim khusus ini dibentuk untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sarang burung walet.

Bupati Kobar Nurhidayah mengatakan, tim khusus ini akan bertugas menangani persoalan sarang burung walet yang banyak pemiliknya tidak taat bayar pajak.

"Tugas tim khusus ini akan melakukan pengecekan bangunan sarang walet. Tim diberi kewenangan menanyakan masalah pembayaran pajak kepada pemilik. Jika tidak membayar pajak, tentu bisa dikenai saksi berupa penyegelan atau penggembokan gedung," jelasnya.

Menurutnya, pembentukan tim khusus ini lantaran kontribusi pajak dari sarang burung walet masih kecil. "Hal ini tidak sebanding dengan banyaknya bangunan sarang walet," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Kodim 1014 Pangkalan...
Kodim 1014 Pangkalan Bun Bantu APD ke Pemkab Kotawaringin Barat
Jadi Tersangka Korupsi...
Jadi Tersangka Korupsi Dana Pemkab Kotawaringin Barat, Ujang Iskandar Langsung Ditahan
DPRD Kotawaringin Barat...
DPRD Kotawaringin Barat Apresiasi Pemkab Atas Raihan Opini WTP ke-9 Kali
Ratusan Anak Didik LPP...
Ratusan Anak Didik LPP Enter Pangkalan Bun Ikuti Ujian Sertifikasi Profesi BNSP
Idul Adha, PT KPC Salurkan...
Idul Adha, PT KPC Salurkan 9 Sapi dan 7 Kambing di Kobar dan Lamandau
Mandi di Sungai Arut...
Mandi di Sungai Arut Habis Lebaran, Karyawan Tenggelam dan Belum Ditemukan
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
7 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
8 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
9 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
9 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
9 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
9 jam yang lalu
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved