Amankan Natal dan Tahun Baru di Tangsel, 1.985 Personel Dikerahkan
Rabu, 19 Desember 2018 - 14:21 WIB
Amankan Natal dan Tahun Baru di Tangsel, 1.985 Personel Dikerahkan
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Pengamanan gereja dan pusat perbelanjaan, di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), jelang peringatan Natal dan Tahun Baru 2019, akan diperketat. Sebanyak 1.985 petugas gabungan dari TNI/Polri, dan unsur pemerintahan diterjunkan dalam pengamanan dengan sandi Operasi Lilin 2018 yang disiagakan mulai malam Natal dan Tahun Baru itu.
Kapolres Tangsel AKBP Ferdi Irawan mengatakan, pengamanan dilakukan untuk menciptakan rasa aman, pada umat Kristiani yang melakukan peribadatan. "Ada 92 gereja yang akan dijaga ketat, pada perayaan Natal, dan pusat perbelanjaan yang menjadi fokus titik keramaian malam Tahun Baru 2019," kata Ferdi, kepada Koran Sindo, di Polres Tangsel, Rabu (19/12/2018).
Petugas gabungan yang diterjunkan dalam pengamanan itu, sebanyak 975 personel berasal dari jajaran Polres Tangsel, 270 personel TNI, dan sisanya dari unsur pemerintahan, dengan total 1.985 petugas.
"Fokus pengamanan akan dibagi dua, saat perayaan Natal, pada 24 dan 25 Desember 2018, dan perayaan malam Tahun Baru pada 31 Desember-1 Januari," ungkapnya.
Para personel itu, akan mulai diterjunkan ke sejumlah tempat yang menjadi sasaran pengananan, mulai 21 Desember 2018, dan akan disesuaikan dengan kegiatan gereja dan pusat perbelanjaan di Kota Tangsel.
"Untuk pengamanan saat kegiatan agama, petugas sudah berkoordinasi dengan 92 gereja. Pengamanan menggunakan sistem terbuka dan tertutup yang melibatkan unsur TNI/Polri dan instansi terkait," jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, nantinya pengamanan yang akan dilakukan akan menyerupai pengamanan saat Idul Fitri.
"Beberapa hal yang sudah kita lakukan, yakni sama dengan pada saat Idul Fitri. Kita juga menyiapkan 7 poskotis yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkoordinasi dengan kami," pungkasnya.
Kapolres Tangsel AKBP Ferdi Irawan mengatakan, pengamanan dilakukan untuk menciptakan rasa aman, pada umat Kristiani yang melakukan peribadatan. "Ada 92 gereja yang akan dijaga ketat, pada perayaan Natal, dan pusat perbelanjaan yang menjadi fokus titik keramaian malam Tahun Baru 2019," kata Ferdi, kepada Koran Sindo, di Polres Tangsel, Rabu (19/12/2018).
Petugas gabungan yang diterjunkan dalam pengamanan itu, sebanyak 975 personel berasal dari jajaran Polres Tangsel, 270 personel TNI, dan sisanya dari unsur pemerintahan, dengan total 1.985 petugas.
"Fokus pengamanan akan dibagi dua, saat perayaan Natal, pada 24 dan 25 Desember 2018, dan perayaan malam Tahun Baru pada 31 Desember-1 Januari," ungkapnya.
Para personel itu, akan mulai diterjunkan ke sejumlah tempat yang menjadi sasaran pengananan, mulai 21 Desember 2018, dan akan disesuaikan dengan kegiatan gereja dan pusat perbelanjaan di Kota Tangsel.
"Untuk pengamanan saat kegiatan agama, petugas sudah berkoordinasi dengan 92 gereja. Pengamanan menggunakan sistem terbuka dan tertutup yang melibatkan unsur TNI/Polri dan instansi terkait," jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, nantinya pengamanan yang akan dilakukan akan menyerupai pengamanan saat Idul Fitri.
"Beberapa hal yang sudah kita lakukan, yakni sama dengan pada saat Idul Fitri. Kita juga menyiapkan 7 poskotis yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkoordinasi dengan kami," pungkasnya.
(ysw)