Pejabat DKI Takut Ambil Keputusan, Anies: Kebiasaan 'Mohon Petunjuk'

Jum'at, 07 Desember 2018 - 06:11 WIB
Pejabat DKI Takut Ambil...
Pejabat DKI Takut Ambil Keputusan, Anies: Kebiasaan 'Mohon Petunjuk'
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengeluhkan sikap pejabat DKI yang tidak berani mengambil keputusan meski memiliki kewenangan. Akibat lambatnya pengambil keputusan itu membuat pelaksanaan program terhambat.

Selama memimpin Jakarta satu tahun belakangan, Anies mengamati seluruh keputusan dilimpahkan kepada gubernur. Hal itu terlihat dari lalu lintas dokumen yang ada. Padahal, pejabat setingkat kepala dinas atau kepala badan, memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan.

Anies lalu membandingkan saat dirinya menjabat Menteri Pendidikan, dimana keputusan di level dirjen diambil langsung oleh dirjen, kepala didang diambil oleh kepala bidang, dan level direktur diambil oleh direktur. Sedangkan di DKI, keputusan level kepala bidang dilimpahkan kepada kepala dinas, dan kepala dinas melimpahkannya kepada gubernur.

"Kalau tidak ada keberanian mengambil keputusan, program-program kita akan terbatas sekali pelaksanaannya. Itu sudah regenerasi, bukan satu tahun dua tahun, itu sudah panjang," ujar Anies di Balaikota DKI Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018.

Anies menjelaskan, dalam sebuah organisasi ada pengelola sektor yang memiliki kewenangan. Seperti Dinas Perindustrian dan Energi, Dinas Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya air, dan sebagainya, yang memiliki pengelola sektor supaya ada delegasi kewenangan.

Ke depan, lanjut Anies, harus ada penataan pada kewenangan dan diatur untuk insentif dan diinsentif mengambil keputusan. Insentif itu bukan berupa tunjangan kinerja daerah, tapi pada penilaiannya. (Baca juga: Lelang Jabatan, Anies Ingin Pejabat Berani Ambil Keputusan)

"Kalau yang namanya kepala harus mengambil keputusan. Soal ketidak beranian ngambil keputusan itu bukan 1-2 perangkat daerah dan bukan 1-2 kasus, ini semacan kebiasaan. Kebiasaan semuanya 'mohon petunjuk', saya kalau terima memo itu isinya 'mohon petunjuk'," pungkasnya.

Sementara itu, anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, melihat ketidakberanian pejabat setingkat eselon II mengambil keputusan baru terjadi pada masa pemerintahan Gubernur Anies. Sebab, selain banyaknya pelaksana tugas (Plt), banyak pejabat yang belum memahami program dari visi-misi Gubernur Anies.

Misalnya dalam naturalisasi sungai. Gembong melihat konsep naturalisasi yang digadang-gadang oleh Gubernur Anies masih mengawang-ngawang dan belum bisa ditermahkan di lapangan. Akibatnya, pembebasan lahan normalisasi kali terhenti dan berujung rendahnya serapan anggaran. (Baca juga: 14 Pejabat Plt Pemprov DKI Akan Dilantik Definitif)

"Plt memang punya kewenangan mengambil keputusan. Tapi karena hanya pelaksana tugas, ya sulit untuk melakukannya. Gubernur Anies harus mengakui itu dan melakukan komunikasi dengan para pejabatnya secara intens agar kebijakanya bisa diterjemaah," pungkas politikus PDIP itu.
(thm)
Berita Terkait
Anies Lantik 12 Pejabat...
Anies Lantik 12 Pejabat Tinggi di Pemprov DKI
Anies Ganti 2 Wali Kota...
Anies Ganti 2 Wali Kota dan 5 Pejabat Pemprov DKI, Berikut Nama-namanya
Dua Wajah Anies di Pusaran...
Dua Wajah Anies di Pusaran Reklamasi
Anies Baswedan Dapat...
Anies Baswedan Dapat Penghargaan Lagi, Pemprov DKI Raih Top Digital Awards 2020
7 Aksi Anies Baswedan...
7 Aksi Anies Baswedan di Forum Internasional Tahun 2021
Gubernur Anies Dikabarkan...
Gubernur Anies Dikabarkan Sakit Parah, Begini Kata Wakilnya Riza Patria
Berita Terkini
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
1 jam yang lalu
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
1 jam yang lalu
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
1 jam yang lalu
Dihadiri Ribuan Peserta,...
Dihadiri Ribuan Peserta, Menteri UMKM Buka Musawarah Fest HIPMI Jakarta Selatan
1 jam yang lalu
Sinergi Adev Natural...
Sinergi Adev Natural Indonesia dan Pangdam Siliwangi Ajak Masyarakat Teladani Semangat Hijriah
2 jam yang lalu
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
2 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved