Gubernur Sumsel Bicara Jual Beli Jabatan di Rakor Gelaran KPK

Kamis, 06 Desember 2018 - 06:00 WIB
Gubernur Sumsel Bicara...
Gubernur Sumsel Bicara Jual Beli Jabatan di Rakor Gelaran KPK
A A A
PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru didampingi Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya dan Sekretaris Daerah (Sekda) Nasrun Umar membuka Rapat Koordinasi Teknis Manajemen ASN se-Provinsi Sumsel yang diselenggarakan KPK, di Auditorium Bina Praja, Rabu (5/12/2018).

"Sebagai kepala daerah saya juga tidak sempurna tapi ayo kita mulai sedikit demi sedikit melakukan perbaikan," ujar Deru, Rabu (5/12/2018).

Menurutnya, melalui rapat yang digelar KPK itu ASN akan mendapatkan pengetahuan mengenai apa-apa saja yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan supaya tidak terjerumus dalam tindakan korupsi. Lebih jauh gubernur mengingatkan para pejabat tidak terlibat dalam kegiatan jual beli jabatan.

"Pengalaman saya sebagai kepala daerah dan di Pemprov seperti itu. Jangan pernah menawarkan jual beli jabatan. Sebab jika sewaktu-waktu ada tugas yang kita berikan kepada yang bersangkutan dan tidak diselesaikan dengan baik saya pasti tidak bisa marah, tidak bisa menegur. Karena itu tadi bagaimana mau marah karena yang bersangkutan sudah beli jabatan itu," jelasnya.

Sementara Koordinator Wilayah Sumatera II Supervisi dan Pencegahan KPK, Adlinsyah M Nasution mengaku sangat bangga karena rapat ini dihadiri sekaligus 3 pejabat tinggi di Sumsel yakni Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekda. "Tiga jagoannya datang semua. Ini benar-benar penghormatan bagi kami," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Adlin mengimbau agar para ASN yang hadir mewanti-wanti dengan kata-kata jual beli jabatan karena membuat jabatan terkesan memiliki tarif. "Pemberian itu selalu dari atas ke bawah. Tidak ada ceritanya dari bawah ke atas. Satu rupiah pun itu gratifikasi namanya," tegas Adlin.

Kepada penyelenggara pemerintah dan pegawai di daerah, Adlin mengimbau agar tegas dalam menerapkan aturan. Dia tak ingin apa yang terjadi di Cirebon terjadi juga di Sumsel. "Harus berani nolak. Saya sengaja doktrin itu karena walaupun kejadiannya di Cirebon tapi berpengaruh juga," jelasnya.

Pada rapat tersebut Adlin juga berdiskusi dengan perwakilan tiap daerah mengenai mekanise pemberian Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP). Untuk soal ini Adlin meminta semua daerah sudah menggunakan mekanisme baru berbasis kinerja bukan berpatokan pada absensi saja.

"Ini masuk dalam 5 aksi yang direncanakan KPK untuk pencegahan korupsi selain penerapan perizinan online," jelas Adlin.
(rhs)
Berita Terkait
HD Dukung Pengelolaan...
HD Dukung Pengelolaan Aset Daerah dan Pemberantasan Korupsi Terintegrasi
Gubernur Sumsel Akan...
Gubernur Sumsel Akan Lantik Bupati Definitif Muara Enim
Pemprov Sumsel Dukung...
Pemprov Sumsel Dukung Pendidikan Karakter Berintegritas Tanpa Korupsi
Diduga Korupsi Uang...
Diduga Korupsi Uang Hibah Rp5 Miliar, Ketua Harian dan Sekretaris KONI Sumsel Ditahan
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Ketua KPK RI bersama...
Ketua KPK RI bersama Pemprov Kalteng Gelar Rakor Penguatan Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
2 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
7 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
7 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
8 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
8 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
8 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved