Aktivis HAM Ini Sebut Pendekatan Pemerintah Terhadap Papua Keliru

Senin, 03 Desember 2018 - 16:59 WIB
Aktivis HAM Ini Sebut...
Aktivis HAM Ini Sebut Pendekatan Pemerintah Terhadap Papua Keliru
A A A
SURABAYA - Aktivis HAM sekaligus kuasa hukum Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Veronika Koman menyebut, pendekatan pemerintah terhadap konflik di Papua salah. Pendekatan pembangunanisme di Papua tidak akan menyelesaikan masalah. Justru akan menimbulkan masalah baru.

Hal itu disampaikan Veronika Koman saat konferensi pers terkait penangkapan mahasiswa Sabtu (1/12/2018) malam lalu. Seharusnya, kata dia, pemerintah menelusuri akar konflik di Papua. Salah satunya terkait sejarah integrasi Papua menjadi bagian dari NKRI. Diduga, proses integrasi yang dilakukan melalui referendum atau jajak pendapat, ditemukan sejumlah kecurangan.

"Pemerintah seharusnya melakukan refleksi. Akar konflik harus diketahui dulu. Di Papua dibangun gedung tertinggi di Indonesia pun tidak akan menyelesaikan konflik," katanya, Senin (3/12/2018). (Baca juga: Polda Jatim: Tak Ada Penangkapan 233 Mahasiswa Papua, Tapi Pengamanan )

Kondisi itu, lanjut dia, diperparah dengan pendekatan sejumlah ormas dalam menyikapi aksi yang dilakukan AMP, Sabtu (1/12/2018) lalu. Saat AMP aksi, mereka dihadang ormas tertentu. Saat itu, ormas tersebut berteriak-teriak NKRI. Artinya bahwa Papua menjadi bagian dari NKRI. Namun di lain pihak, ormas tersebut juga meneriakkan, usir Papua.
"Kita jadi bingung, katanya Papua bagian dari NKRI, kok diusir. Kalau seperti ini, justru akan membuat orang Papua antipati pada NKRI," katanya.

Di sisi lain, Veronika juga mengkritik langkah Polrestabes Surabaya yang memulangkan sebagian besar mahasiswa Papua secara paksa. Sebelumnya, mereka diamankan dari asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan dengan alasan keamanan. Setelah menjadi serangkaian pemeriksaan di Polrestabes Surabaya, mahasiswa Papua yang tidak tinggal di Surabaya, dipaksa kembali ke tempat tinggal asalnya seperti ke Yogyakarta dan Malang.

"Kita ini negara demokrasi, bebas mau kemana saja. Ini malah dipulangkan paksa," katanya. (Baca juga: Surabaya Harus Aman, 223 Mahasiswa Papua Dipulangkan ke Rumah Asalnya )
(amm)
Berita Terkait
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa IAIN Kota Palopo Bentrok Terkait Pemilihan Presiden BEM
Bentrokan Mahasiswa...
Bentrokan Mahasiswa Dengan Polisi Warnai Demo Save KPK di Banjarmasin
Aparat Bentrok dengan...
Aparat Bentrok dengan Mahasiswa di Kendari
Bentrok Mahasiswa dan...
Bentrok Mahasiswa dan Aparat di Makassar
5 Skill yang Wajib Dimiliki...
5 Skill yang Wajib Dimiliki Calon Mahasiswa Kedokteran
Unhas Mencekam! 2 Kubu...
Unhas Mencekam! 2 Kubu Mahasiswa Bentrok Saling Serang dengan Batu dan Sajam
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
4 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
7 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
8 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
9 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
9 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved