Puluhan Muslimah Unjuk Rasa Desak Pemerintah Hukum LGBT

Jum'at, 30 November 2018 - 14:29 WIB
Puluhan Muslimah Unjuk...
Puluhan Muslimah Unjuk Rasa Desak Pemerintah Hukum LGBT
A A A
BANDUNG - Puluhan muslimah dari Aliansi Muslimah Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa menolak keberadaan lesbian, gay, biseksual, dan transgeder (LGBT) di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (30/11/2018).

Sambil membentangkan spanduk bertuliskan "Tolak LGBT Selamatkan Negeri" dan "Generasi dengan Islam Lilal'amin", mereka menyuarakan keresahannya terhadap keberadaan LGBT. Mereka menilai, kehadiran para pelaku penyimpangan seksual tersebut sudah menjadi gerakan global. "Kita ingin menyadarkan masyarakat, khususnya untuk kalangan muslimah terkait bahaya gerakan LGBT ini," ujar koordinator aksi Rima.

Dia berharap, pemerintah mampu bersikap tegas kepada para pelaku LGBT, salah satunya dengan memberikan sanksi sebagai hukuman atas perilakunya itu. Menurut dia, dalam mengatasi permasalahan ini, tidak ada jalan lain selain kembali kepada aturan Allah. "Kita berharap ada kepedulian dari pihak pemerintah dan pemerintah daerah untuk mengeluarkan aturan yang berisi sanksi kepada pelaku LGBT dan sejenisnya," tegasnya.

Menurut dia, aksi kali ini merupakan aksi lanjutan dari acara diskusi bertajuk "Jabar Hariwang" yang digelar di Kota Bandung, dua pekan lalu. Pada kegiatan itu, pihaknya membahas bahwa LGBT bukan hanya penyimpangan seksual yang dapat memicu penyakit saja. "Jadi zoomnya yang ingin kita tekankan adalah gerakan LGBT sudah merupakan gerakan politik global," katanya.

Pihaknya juga sengaja menggelar aksi damai ini di depan Gedung Sate sebagai pusat Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jabar yang dinilainya sebagai tempat yang strategis untuk menyerukan kegelisahan. "Kami ibu-ibu yang sangat khawatir terhadap gerakan LGBT itu sendiri. Jadi (dampak aksi) ke masyarakat dapat, ke pemerintahan dapat," tuturnya.

Lebih jauh Rima mengatakan, pihaknya tidak hanya menggelar unjuk rasa untuk mencegah meluasnya gerakan LGBT. Dalam setiap kegiatan, kata Rima, pihaknya selalu berupaya menyadarkan masyarakat terkait bahaya LGBT.

"Ketika mereka kembali ke komunitas atau ke daerahnya, kita berharap mereka pun menyampaikan apa yang dibahas pada acara yang mereka ikuti. Sehingga, penyadaran ini akan dilakukan bersama- sama oleh mereka yang hadir di acara yang kami laksanakan," tandasnya.
(wib)
Berita Terkait
MUI Larang Masyarakat...
MUI Larang Masyarakat Promosikan LGBT di Semua Media
Cegah Berkembang di...
Cegah Berkembang di Garut, Perbup Anti LGBT Diterbitkan Pemkab
Aksi Warga Bogor Tolak...
Aksi Warga Bogor Tolak LGBT
Pawai LGBT di New York...
Pawai LGBT di New York City Dibubarkan Polisi
Siapa Transgender Pertama...
Siapa Transgender Pertama di Dunia? Ini Sosoknya
Rusia Resmi Tetapkan...
Rusia Resmi Tetapkan Gerakan LGBT Sebagai Kelompok Ekstremis
Berita Terkini
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
1 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
2 jam yang lalu
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
3 jam yang lalu
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
3 jam yang lalu
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
4 jam yang lalu
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
4 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta OTT Wamenaker...
5 Fakta OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Sita Uang dan Puluhan Kendaraan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved