DIY Sosialisasikan Lagi Penggunaan Aksara Jawa di Masyarakat

Kamis, 29 November 2018 - 17:21 WIB
DIY Sosialisasikan Lagi...
DIY Sosialisasikan Lagi Penggunaan Aksara Jawa di Masyarakat
A A A
YOGYAKARTA - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemprov DIY) menggulirkan program Gerakan Bangga Penggunaan Aksara Jawa (Gerbangpraja) untuk menyosialisasikan kembali huruf Jawa kepada generasi muda.

Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi mengatakan, saat ini sebagian besar anak-anak di wilayah DIY sudah tidak lagi mengenal aksara Jawa. Sehingga dibutuhkan upaya untuk mengembalikan kebanggaan warga DIY menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita akan sosialisasikan kembali dengan mengajak warga bangga dengan aksara Jawa," katanya saat ditemui di kantornya, Kamis (29/11/2018).

Menurut Untung, Dinas Sosial telah menyiapkan titik-titik di kecamatan se-DIY sebagai pilot project Gerbangpraja. Nantinya di titik-titik itu digelar sarasehan dengan menghadirkan tokoh masyarakat, ahli filosofi Jawa, pengamat, dan pendidik. "Tahun ini sebanyak 18 titik telah disiapkan sebagian sudah berjalan. Tahun depan (2019) 60 kecamatan akan kita sosialisasikan," katanya.

Untuk Kabupaten Bantul, beberapa kecamatan yang sudah menggelar sosialisasi Gerbangpraja antara lain Imogiri, Sanden, dan Kretek.

Pegiat aksara Jawa dari komunitas Jogja Holic, Joko Elisanto mengungkapkan, Yogyakarta merupakan miniatur Indonesia. Untuk itu diperlukan penguatan entitas budaya sehingga tidak hilang Jawanya. "Jangan sampai Yogyakarta kehilangan entitas budaya bahasa dan aksaranya," katanya.

Dengan kondisi saat ini, dibutuhkan penguatan terhadap budaya dan filosofi Jawa yang ada dalam aksara jawa. "Kami bersama Dinsos DIY berupaya keras mengembalikan kebanggaan tersebut. Tokoh-tokoh desa kita siapkan menjadi punggawa atau pemimpin untuk kegiatan bangga dengan aksara Jawa," ujar vokalis grup musik Jawa, Geng Kobra ini.

Menurutnya, Gerbangpraja perlu mendapatkan dukungan dari semua elemen masyarakat sehingga semua tergerak untuk kembali bangga dengan aksara Jawa. "Banyak hal yang bisa dipetik dari filosofinya. Mulai kegotongroyongan hingga toleransi," katanya.
(amm)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Pelaku Seni Tunggu Itikad...
Pelaku Seni Tunggu Itikad Baik Pemprov Jabar Bangun Kembali Bale Pinton
Indonesia Bertutur 2024,...
Indonesia Bertutur 2024, Upaya Perkuat Ekosistem Budaya
Napak Jagat Nusantara...
Napak Jagat Nusantara Penampil Utama dalam Gelaran Seni Budaya untuk Meriahkan Rangkaian HUT ke-79 TNI
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
1 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
3 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
3 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
3 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
5 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
6 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved