Terungkap, Iin si Pemandu Karaoke Dibunuh Temannya Minggu Jam 8 Malam
Kamis, 22 November 2018 - 15:49 WIB
Terungkap, Iin si Pemandu Karaoke Dibunuh Temannya Minggu Jam 8 Malam
A
A
A
JAKARTA - Perempuan muda pemandu karaoke bernama Iin Puspita (22), yang ditemukan tewas di dalam kamar indekosnya, Jalan Mampang Prapatan VIII, Jakarta Selatan, pada Selasa (20/11/2018) siang, diketahui dibunuh pada Minggu (18/11/2018) malam antara pukul 20.00-21.00 WIB.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar mengatakan, kedua tersangka yang merupakan sepasang kekasih, Yustian (24) dan Nissa Regina (17), mengaku membunuh sahabatnya itu pada Minggu malam. Namun untuk memastikan apakah ada unsur perencanaan, masih didalami.
"Kalau pasal sementara tentunya 338 KUHP tentang Pembunuhan, kalau pasal lainnya masih kita dalami," ujar Indra Jafar kepada wartawan, Kamis (22/11/2018).
Dalam pemeriksaan, kata dia, memang ditemukan fakta-fakta menarik terkait dengan pembunuhan yang dilakukan oleh kedua pelaku. Namun, untuk memastikan keterangan itu penyidik perlu melakukan pemeriksaan secara intensif.
Sebelum membunuh Iin, Nissa ternyata sudah sudah tinggal bersama dengan korban selama satu pekan. Adapun korban sudah tinggal di rumah indekos itu selama tiga tahun. "Mereka memang sudah tinggal bareng, mereka satu tempat pekerjaan," jelasnya.
Pembunuhan ini diipicu rasa kesal pelaku kepada korban soal uang tips yang diberikan tamu pelaku yang dititipkan kepada korban. "Uang yang dititipkan sebesar Rp1,8 juta, namun diberikan kepada pelaku NR hanya Rp500.000," ujarnya.
Pelaku Nissa yang kesal lalu mengadu ke pacarnya, Yustian. Mendapati hal tersebut, keduanya kembali menagih uang tersebut, namun korban justru marah dan meminta kedua pergi dari indekosnya. Yustian yang kesal langsung memukulkan sebuah palu ke bagian kepala korban. Setelahnya, pelaku menjerat pelaku dengan tali bantal yang ada di lokasi.
Usai melakukan pembunuhan, keduanya menyembunyikan jenazah korban di dalam lemari baju. Setelah itu, keduanya membersihkan kamar indekos dengan menggunakan kain pel.
"Jadi darahnya langsung dibersihkan oleh pelalu, makanya kita juga sita ember dan beberapa kain yang digunakan pelaku," pungkasnya.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar mengatakan, kedua tersangka yang merupakan sepasang kekasih, Yustian (24) dan Nissa Regina (17), mengaku membunuh sahabatnya itu pada Minggu malam. Namun untuk memastikan apakah ada unsur perencanaan, masih didalami.
"Kalau pasal sementara tentunya 338 KUHP tentang Pembunuhan, kalau pasal lainnya masih kita dalami," ujar Indra Jafar kepada wartawan, Kamis (22/11/2018).
Dalam pemeriksaan, kata dia, memang ditemukan fakta-fakta menarik terkait dengan pembunuhan yang dilakukan oleh kedua pelaku. Namun, untuk memastikan keterangan itu penyidik perlu melakukan pemeriksaan secara intensif.
Sebelum membunuh Iin, Nissa ternyata sudah sudah tinggal bersama dengan korban selama satu pekan. Adapun korban sudah tinggal di rumah indekos itu selama tiga tahun. "Mereka memang sudah tinggal bareng, mereka satu tempat pekerjaan," jelasnya.
Pembunuhan ini diipicu rasa kesal pelaku kepada korban soal uang tips yang diberikan tamu pelaku yang dititipkan kepada korban. "Uang yang dititipkan sebesar Rp1,8 juta, namun diberikan kepada pelaku NR hanya Rp500.000," ujarnya.
Pelaku Nissa yang kesal lalu mengadu ke pacarnya, Yustian. Mendapati hal tersebut, keduanya kembali menagih uang tersebut, namun korban justru marah dan meminta kedua pergi dari indekosnya. Yustian yang kesal langsung memukulkan sebuah palu ke bagian kepala korban. Setelahnya, pelaku menjerat pelaku dengan tali bantal yang ada di lokasi.
Usai melakukan pembunuhan, keduanya menyembunyikan jenazah korban di dalam lemari baju. Setelah itu, keduanya membersihkan kamar indekos dengan menggunakan kain pel.
"Jadi darahnya langsung dibersihkan oleh pelalu, makanya kita juga sita ember dan beberapa kain yang digunakan pelaku," pungkasnya.
(thm)