Uang Muka Proyek Langsung Dibagi-bagi

Kamis, 22 November 2018 - 14:36 WIB
Uang Muka Proyek Langsung...
Uang Muka Proyek Langsung Dibagi-bagi
A A A
BATAM - Pembangunan pasar modern di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) yang dilaksanakan pada 2014 hingga saat ini tak terselesaikan karena praktik korupsi di lingkungan dinas terkait. Uang muka proyek sebesar 15% langsung dibagi-bagi termasuk kepada kepala dinas.

Pembangunan pasar modern yang berlokasi di Jalan Muhammad Benteng, Kecamatan Bunguram Timur, Kabupaten Natuna, Kepri ini, dianggarkan dalam anggaran multiyears tahun 2014 dan 2015. Proyek ini memiliki pagu anggaran sebesar Rp36 miliar yang dibagi menjadi Rp10 miliar pada tahun anggaran 2014 dan Rp26 miliar pada 2015.

"Pada saat tahun anggaran pertama, pembangunan ini sudah bermasalah," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri l, Rustam Mansur dalam konferensi pers yang digelar di Pendopo Mapolda Kepri, Kamis (22/11/2018) siang.

Rustam menjelaskan, proyek pembangunan pasar ini melalui proses lelang yang diikuti oleh dua perusahaan dari Jakarta. Pada perjalanannya, lelang dimenangkan oleh PT Mangkubuana Utama Jaya.

Namun, oleh perusahaan yang dipimpin oleh Muhammad Assagaf sebaga direktur utama, pembangunan pasar tersebut diserahkan lagi kepada perusahaan subkontraktor yakni PT Najib. "Dan di pertengahan jalan, proyek ini bermasalah, lalu diserahkan lagi ke pihak perseorangan," ujar Rustam.

Kontraktor mengklaim pembangunan sudah mencapai 48% sehingga Pemkab Natuna menggelontorkan anggaran 48% dari seluruh total pagu anggaran. "Namun, faktanya, proyek tersebut selesai belum sampai segitu," kata Rustam lagi.

Mangkraknya pembangunan pasar modern tersebut ditelusuri oleh jajaran Ditreskrimsus Polda Kepri hingga akhirnya ditetapkan 9 orang tersangka, yakni Sudarmadi, Kepala Dinas TU Kabupaten Natuna, Muhammad Assagaf, Direktur Utama PT Mangkubuana Utama Jaya, pria berinisial MBI, LH, JHB, DAP, DS dan NST yang juga mmemiliki peran dalam proyek ini.

"Para tersangka telah mengakibatkan kerugian negara hingga Rp4 miliar. Mereka menggunakan modus operandi mark up kegiatan yang berkaitan dengan pencairan dan kegiatan ini tidak selesai. Mereka juga dikenakan pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 UU RI No 20/2001 tentang perubahan UU RI No 21/1999 tentang tindak pidana korupsi," kata Rustam.

Sementara itu, Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Dewa menambahkan, tindak pidana korupsi yang dilakukan para tersangka telah berlangsung sejak awal proyek. Pada saat pencairan uang muka sebesar 15% atau sekitar Rp4,8 miliar, uang ini tidak langsung digunakan untuk pembangunan melainkan dibagi-bagi oleh para tersangka.

"Uang muka saja sudah langsung mereka bagi-bagi. Dan pada pekerjaan pertama, mereka mengklaim sudah selesai 24%, tapi faktanya baru selesai 19%. Lalu karena bermasalah, oleh subkon, proyek ini dilempar kali ke perseorangan. Makanya, rentetannya banyak," jelasnya.

Saat disinggung terkait aliran dana korupsi, Dewa mengaku bahwa daei hasil penyidikan sementara diketahui, dana yang dikorupsi dibagi-bagi oleh 9 tersangka dan tanpa diketahui oleh pimpinan. "Pimpinan di atas kepala dinas tidak tahu. Mereka bermain yang di bawah-bawah ini saja. Dan kepala dinasnya ini sudah 11 tahun jadi Kepala Dinas PU," ujarnya.
(wib)
Berita Terkait
Persidangan Korupsi...
Persidangan Korupsi Terbesar dalam 4 Dekade di Singapura Segera Digelar
Empat Pemimpin Negara...
Empat Pemimpin Negara yang Paling Korupsi di Dunia
Korupsi Impor Tekstil,...
Korupsi Impor Tekstil, Kejagung Tahan Pejabat Aktif Bea Cukai Batam
Jadi Tersangka, 4 Pejabat...
Jadi Tersangka, 4 Pejabat Bea Cukai Batam Dapat Bantuan Hukum
9 Kasus Korupsi Besar...
9 Kasus Korupsi Besar di Singapura, Nomor 4 Uangnya Digunakan Bermain Judi
Oknum Pejabat Arogan,...
Oknum Pejabat Arogan, Jaga Emosi di Ruang Publik
Berita Terkini
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
11 menit yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
21 menit yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
30 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
3 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
3 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved