Pengakuan Pelaku Pembunuh Iin, Kesal karena Pacarnya Dibohongi
Rabu, 21 November 2018 - 09:45 WIB
Pengakuan Pelaku Pembunuh Iin, Kesal karena Pacarnya Dibohongi
A
A
A
MERANGIN - Saat ini pelaku pembunuhan terhadap Ciktuti Iin Puspita yang mayatnya disimpan di lemari di kamar indekosnya di Jalan Mampang Prapatan VIII, Jakarta Selatan sedang diterbangkan di Jakarta. Menurut pengakuan pelaku yang bernama Yustian, dirinya kesal karena pacarnya dibohongi korban.
Setelah ditangkap aparat Polsek Merangin, Yustian mengaku kesal kepada korban. Apalagi saat itu korban sempat marah-marah dan membuatnya naik pitam.
Saat itu, korban pulang ke kontrakannya sembari marah-marah pada Senin 19 November 2018 malam. Korban lalu bertengkar dengan pelaku Nissa Rehina (17).
Berselang satu menit bertengkar dengan pelaku Nissa, selanjutnya pelaku Yustian marah dan langsung memukul korban menggunakan palu yang berada di dalam kamar. (Baca: Perempuan Muda Asal Palembang Ditemukan Tewas di Kamar Indekos )
“Saya kesal dengan korban,sebab sudah menipu pacar saya, dimana saat pacar saya bekerja dan dijanjikan uang cash sebesar Rp1,8 juta, namun hanya dikasih 500 ribu,”jelas Yustian kepada wartawan, Selasa 20 November 2018.
Yustian juga menceritakan, pada malam Minggu lalu, pacarnya dan korban berpesta narkoba jenis extasi, dimana pacarnya di paksa untuk memakai narkoba oleh korban. Mengetahui hal itu, kemarahan pelaku sempat memuncak.
Setelah ditangkap aparat Polsek Merangin, Yustian mengaku kesal kepada korban. Apalagi saat itu korban sempat marah-marah dan membuatnya naik pitam.
Saat itu, korban pulang ke kontrakannya sembari marah-marah pada Senin 19 November 2018 malam. Korban lalu bertengkar dengan pelaku Nissa Rehina (17).
Berselang satu menit bertengkar dengan pelaku Nissa, selanjutnya pelaku Yustian marah dan langsung memukul korban menggunakan palu yang berada di dalam kamar. (Baca: Perempuan Muda Asal Palembang Ditemukan Tewas di Kamar Indekos )
“Saya kesal dengan korban,sebab sudah menipu pacar saya, dimana saat pacar saya bekerja dan dijanjikan uang cash sebesar Rp1,8 juta, namun hanya dikasih 500 ribu,”jelas Yustian kepada wartawan, Selasa 20 November 2018.
Yustian juga menceritakan, pada malam Minggu lalu, pacarnya dan korban berpesta narkoba jenis extasi, dimana pacarnya di paksa untuk memakai narkoba oleh korban. Mengetahui hal itu, kemarahan pelaku sempat memuncak.
(ysw)