Beras Analog, Bahan Pangan Nasi bagi Penderita Diabetes

Jum'at, 16 November 2018 - 18:15 WIB
Beras Analog, Bahan...
Beras Analog, Bahan Pangan Nasi bagi Penderita Diabetes
A A A
YOGYAKARTA - Tiga mahasiswa Program Studi (prodi) Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil mengolah umbi talas menjadi beras bagi penderita diabetes. Bahan pangan hasil kreasi Mukti Syarifah, Muhamad Arif Nur Rokhman, dan Risha Kurnia Dwi Hartanti ini diberi nama beras analog.

Beras ini diklaim cocok bagi penderita diabetes karena indeks glikemiknya lebih rendah dan komposisi gizinya lebih tinggi dibandingkan dengan beras padi. Selain itu, beras analog diyakini bisa menjadi sumber alternatif pangan baru, terutama karbohidrat dan
penganekaragaman pangan.

Risha Kurnia Dwi Hartanti mengatakan hal yang melatarbelakangi pengolahan umbi talas menjadi beras analog adalah hingga saat ini nasi masih menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Bahkan ada pameo belum dikatakan makan sebelum mengkonsumi nasi. Namun di sisi lain, nasi dari padi, memiliki indeks glikemik yang tinggi, sehingga kurang cocok bagi penderita diabetes.

Jika penderita diabetes mengonsumsi bahan pangan dengan indeks glikemik tinggi, maka kadar gula darahnya cepat meningkat. Peningkatan jumlah penderita diabetes ini tentu saja menjadi kekhawatiran nasional. Untuk itu, sudah saatnya dimulai gerakan konsumsi sumber karbohidrat berindeks glikemik sedang hingga rendah.

"Karena itulah kami mencoba mencari solusinya, sekaligus membantu upaya diversifikasi pangan. Yakni mengolah bahan pangan lokal, seperti jagung, kacang-kacangan dan umbi-umbinya menjadi bahan-bahan alternatif sumber karbohidrat yang dapat diterima masyarakat. Khusus talas, indeks glikemiknya ketika diolah menjadi nasi cukup rendah yakni hanya 54, sedangkan beras padi indeks glikemiknya mencapai 89," kata Risha, Jumat (16/11/2018).
Beras Analog, Bahan Pangan Nasi bagi Penderita Diabetes

Risha berharap dengan karakteristik beras analog diharapkan dapat lebih diterima masyarakat. Bentuk dan rasa yang menyerupai beras membuat masyarakat tidak perlu mengubah pola makannya karena cara konsumsi beras analog sama seperti beras yang
berasal dari padi.

Mukti Syarifah menambahkan beras analog yang mereka buat merupakan kombinasi ubi talas dengan wortel ditambah dengan cairan pengikat carboxymethylcelluloce (CMC). Wortel dipilih untuk menyehatkan mata. Sebab diabetes berdampak pada kesehatan mata, sehingga vitamin A pada wortel diharapkan dapat membantu menimimalisirnya.

Hasil uji laboratorium diperoleh kadar glukosa terendah yaitu 0,009653 gram pada perbandingan tepung talas dan tepung wortel 9:1 dengan tambahan CMC sebesar 1 gram, sedangkan kandungan gula dalam 100 gram nasi putih adalah 0,20. Hal ini membuktikan bahwa kandungan glukosa dalam talas lebih rendah daripada kandungan glukosa pada nasi putih. Zat tambahan (wortel) turut mempengaruhi kadar karbohidrat yang terkandung pada beras analog.

"Dari sini dapat disimpulkan bahwa beras analog dapat dikonsumsi sehari-hari bagi penderita diabetes maupun masyarakat untuk mengurangi kadar glukosa dalam tubuh," katanya.

Muhamad Arif Nur Rokhman menambahkan untuk pembuatan beras analog diawali dengan menyiapkan bahan-bahannya, yaitu tepung umbi talas, tepung wortel, air dan cairan pengikat CMC. Bahan-bahan tersebut dicampur sampai kalis. Kemudian cetak adonan dalam mesin pasta, potong dengan ukuran menyerupai beras. Lalu beras analog dikeringkan dibawah sinar matahari. Setelah kering siap untuk dimasak.

"Untuk memasaknya sama dengan memasak nasi dari bahan beras dari padi," katanya.
(amm)
Berita Terkait
H-2 Lebaran, Harga Bahan...
H-2 Lebaran, Harga Bahan Pangan Meroket: Cabai Rawit Merah Rp131.000 per Kg, Daging Rp168.650
Ramadhan, Bahan Pangan...
Ramadhan, Bahan Pangan Aman Namun Distribusi Bisa Tersendat
Bikin Masakan Korea...
Bikin Masakan Korea di Rumah Lebih Praktis dengan Saus Bulgogi
Inovasi Bahan Tambahan...
Inovasi Bahan Tambahan Pangan Nikuplus, Bikin Tekstur dan Saripati Daging Stabil saat Diolah
Stok Bahan Pangan Aman...
Stok Bahan Pangan Aman Jelang Lebaran, Satgas Pangan Kabupaten Malang Temukan Penurunan Harga
Kepala Bapanas: Stok...
Kepala Bapanas: Stok Bahan Pokok Seusai Lebaran Aman
Berita Terkini
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
10 menit yang lalu
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
16 menit yang lalu
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
28 menit yang lalu
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
43 menit yang lalu
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
56 menit yang lalu
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
2 jam yang lalu
Infografis
Jomblo Waspada! Kesepian...
Jomblo Waspada! Kesepian Picu Penyakit Jantung hingga Diabetes
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved