Tiga Truk Tangki Tertangkap Basah Buang Limbah Cair di Lahan Tebu

Senin, 12 November 2018 - 15:57 WIB
Tiga Truk Tangki Tertangkap...
Tiga Truk Tangki Tertangkap Basah Buang Limbah Cair di Lahan Tebu
A A A
MOJOKERTO - Salah satu warga Desa Berat Wetan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur menangkap basah tiga truk tangki yang membuang limbah cair di areal lahan tebu. Warga menilai limbah cair inilah yang menyebabkan air sumur warga tercemar.

Firman Efendi terpaksa menghentikan tiga truk tangki yang salah satunya tengah membuang limbah cair di lahan tebu menggunakan selang panjang. Ketiga sopir truk tangki ini mengaku mendapatkan limbah cair berwarna kecoklatan dengan bau menyengat itu dari PT Energi Anugerah Nusantara yang merupakan anak perusahaan PG Gempolkrep, Gedeg.

Tak hanya meminta sopir truk menghentikan aktivitasnya, Firman juga melaporkan kasus ini ke Polsek Gedeg. Satu petugas kepolisian mendatangi lokasi dan sempat melakukan penahanan terhadap tiga sopir dan kendaraannya untuk dimintai keterangan. "Sudah sering ada truk tangki seperti ini membuang limbah cair ke persawahan warga," kata Firman, Senin (12/11/2018).

Pagi sebelumnya, tutur Firman, ada lima truk tangki yang membuang limbah serupa di lahan kosong samping rumahnya. Kasus seperti ini sering terjadi. "Dibuang begitu saja meski tak ada pemilik lahannya. Di Desa Berat Wetan, warga sudah menolak limbah cair yang disebut pupuk itu. Ini (limbah cair) dari PT Energi Argo Nusantara," tambah Firman.

Ia sengaja memantau aktivitas pembuangan limbah cair itu di wilayahnya. Pasalnya, ia menduga inilah yang menyebabkan air sumurnya tercemar. "Pembuangan itu sebenarnya sudah lama. Tapi setelah beberapa waktu lalu hujan, air sumur saya menjadi keruh, merah kecoklatan. Kami khawatir limbah cair itulah penyebabnya," katanya.

Firman berharap agar masalah ini mendapatkan perhatian dari pihak kepolisian. Minimal, lanjut dia, agar aktivitas pembuangan limbah cair tersebut bisa terkontrol. Ia tak ingin aktivitas pembuangan limbah cair ini justru menjadi pemicu pencemaran lingkungan di wilayahnya.

"Ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus. Pihak perusahaan harus melakukan kontrol. Menurut warga, limbah cair ini tidak beli, tapi diberi gratis oleh pabrik," katanya.

Sementara salah satu sopir mengaku mengambil limbah cair ini dari PT Energi Agro Nusantara, yang selama ini memproduksi bioetanol. Sopir yang tak memberikan identitasnya itu mengaku hanya diperintahkan untuk membuang limbah tersebut ke lahan warga. "Ya disuruh membuang ke sini," ujarnya.
(amm)
Berita Terkait
Parah! 33 Ton Limbah...
Parah! 33 Ton Limbah Medis Berbahaya RSUD Natuna Menumpuk Selama 15 Tahun
Atasi Masalah Lingkungan,...
Atasi Masalah Lingkungan, PPLI Tekankan Pemusnahan Limbah Medis
Limbah B3 Medis Covid-19...
Limbah B3 Medis Covid-19 Capai 18 Juta Ton, Luhut: Sangat Bahaya Tak Ada Waktu Main-main!
Jokowi Minta 18.000...
Jokowi Minta 18.000 Ton Limbah Medis Covid-19 Dihancurkan
Digugat Pencemaran Limbah...
Digugat Pencemaran Limbah Beracun, PT CPI Mangkir Sidang
Limbah Ternak Masih...
Limbah Ternak Masih Jadi Problem Serius Penanganan Pencemaran Hulu Sungai Citarum
Berita Terkini
Bersitegang dengan Aparat,...
Bersitegang dengan Aparat, Massa BEM UI Tertahan di Semanggi saat Menuju Bundaran HI
11 menit yang lalu
Menuju Tata Kelola Pesisir...
Menuju Tata Kelola Pesisir Terintegrasi, Pemerintah Dorong Mangrove sebagai Solusi Berbasis Alam
29 menit yang lalu
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
36 menit yang lalu
Polda Metro Jaya Kawal...
Polda Metro Jaya Kawal Demo Mahasiswa di Jakarta, Aparat Tak Bawa Senpi
48 menit yang lalu
Mahasiswa Bakal Demo...
Mahasiswa Bakal Demo di 3 Titik Jakarta, Rekayasa Lalin Diberlakukan Situasional
1 jam yang lalu
Latja di Polres Malang,...
Latja di Polres Malang, Taruna Akpol Didorong Pahami Implementasi Program Presisi
1 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved