KSPSI Bakal Seret Bos Garmen PT Dada yang Diduga Kabur ke Korsel

Jum'at, 02 November 2018 - 11:30 WIB
KSPSI Bakal Seret Bos...
KSPSI Bakal Seret Bos Garmen PT Dada yang Diduga Kabur ke Korsel
A A A
BANDUNG - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat bakal meminta Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia untuk menghadirkan kembali bos garmen asal Korsel, PT Dada. Investor itu diduga kabur setelah pabriknya bangkrut.

Tuntutan itu setelah ribuan buruh PT Dada hingga saat ini belum mendapatkan sisa penghasilan. Tak hanya itu, pemilik juga telah menutup pabrik tanpa memberikan pesangon kepada karyawannya.

Ketua KSPSI Jabar Roy Jinto mengaku, pihaknya akan menunggu janji PT Dada untuk membayar pesangon dan tunggakan gaji maksimal tanggal 7-8 November 2018 ini. Janji itu sesuai informasi mediasi antara pihak HRD dan pekerja PT Dada. Apabila hingga tanggal itu perusahaan tak melaksanakan janjinya, pihaknya akan menginisiasi mendatangi Kedubes Korea Selatan. Pihak kedutaan harus bisa memfasilitasi pemilik perusahan untuk kembali ke Indonesia dan melaksanakan kewajibannya.

"Pemilik perusahaan harus dibawa lagi ke sini, walaupun infonya masih ada di Indonesia. Tapi intinya, pemiliknya harus bertanggung jawab. Kalau enggak gitu, bahaya. Nanti investor pada berperilaku sama," ujar Roy, Jumat (2/11/2018).

Menurut dia, kasus yang menimpa ribuan buruh PT Dada mestinya menjadi catatan bagi pemerintah Indonesia. Jangan sampai investor, perilaku lepas dari tanggung jawab menjadi kebiasaan investor. Mereka hanya hitungan satu hingga dua tahun berjalan membuka pabrik, bila rugi ditinggalkan.

"Takutnya nanti ini jadi tren, investor kabur. Harus ada regulasi yang mengikat, jadi kalau ada apa-apa bisa minta tanggung jawab ke kedutaannya. Atau membuat komitmen atas investasi asing," imbuh dia.
(amm)
Berita Terkait
Pemerintah Cabut Izin...
Pemerintah Cabut Izin Operasional 58 Perusahaan di Jawa Barat
Jawa Barat Siap Tampung...
Jawa Barat Siap Tampung Relokasi Investasi dari China
Aerocity Sampai Kawasan...
Aerocity Sampai Kawasan Industri, Investor Bisa Pilih Proyek di Jabar Ini
Perusahaan Garmen Asing...
Perusahaan Garmen Asing di Bandung Barat Ajukan Penangguhan THR
China Dituduh Curi Teknologi...
China Dituduh Curi Teknologi Barat, Cabut Paten Perusahaan Asing
Kelola Talenta Indonesia,...
Kelola Talenta Indonesia, BIT Bantu Mencapai Target
Berita Terkini
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
1 jam yang lalu
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
1 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Ditutup,...
Jakarta Fair 2026 Ditutup, Pecahkan Rekor Transaksi Rp8,6 Triliun
2 jam yang lalu
Ini Motif Pelaku Kirim...
Ini Motif Pelaku Kirim Ancaman Bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel
2 jam yang lalu
Bus Sekolah Gratis Disabilitas...
Bus Sekolah Gratis Disabilitas Pemkot Tangsel Dapat Sambutan Positif dari Orang Tua
2 jam yang lalu
Kecelakaan Maut Tewaskan...
Kecelakaan Maut Tewaskan 12 Orang di Pantura Indramayu, DPR: Pikap Angkut Penumpang Itu Ilegal!
3 jam yang lalu
Infografis
Mutiara Annisa Baswedan,...
Mutiara Annisa Baswedan, Putri Anies yang Raih Beasiswa LPDP ke Harvard
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved