Pengurangan KJA Danau Toba Berpotensi Timbulkan Kerugian Rp1,7 Triliun

Kamis, 01 November 2018 - 13:30 WIB
Pengurangan KJA Danau...
Pengurangan KJA Danau Toba Berpotensi Timbulkan Kerugian Rp1,7 Triliun
A A A
SIMALUNGUN - Pengurangan Keramba Jaring Apung (KJA) akan mengurangi pemenuhan kebutuhan ikan di Indonesia. Sebab KJA selama ini merupakan salah satu kontributor terbesar produksi ikan.

Menurut Sekretaris Jendral Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), Agung Sudaryono, dalam diskusi KJA yang diselenggarakan di Yogyakarta, 26 Oktober 2018 lalu terungkap, pengurangan KJA akan mengganggu pemenuhan kebutuhan konsumsi ikan Indonesia yang mencapai40 kg per kapita per tahun di tahun 2019.

Dampak lainnya menurut Agung, hilangnya mata pencaharian masyarakat umum, pembudidayaikan, dan karyawan perusahaan budidaya ikan, sehingga berimbas pada melemahnya perekonomian masyarakat.

“Besarnya produksi ikan air tawar yang dihasilkan dari metode KJA membuktikan bahwa KJA merupakan ujung tombak bagi pemenuhan kebutuhan protein hewani yang terjangkau bagi masyarakat, yakni ikan,” sebut Agung dalam siaran persnya.

Agung mencontohkan di Danau Toba, Sumatera Utara, jumlah KJA dibatasi setara produksi 10.000 ton mulai tahun2017 dari semula 62.000 ton per tahun di tahun 2016. Pada tahun 2016, terdapat 11.287 unit KJA di Danau Toba, yang 95 persen dimiliki oleh penduduk sekitar dan sisanya dimiliki oleh dua perusahaan.

Pengurangan KJA di Danau Toba menurutnya berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi senilai Rp1,7 triliun per tahun. Angka itu berasal dari nilai ikan yang dilarang diproduksi di danau.Selain itu, nilai pakan ikan yang tidak digunakan lagi, KJA dan pengapungnya yang dilarang digunakan, benih ikan yang tidak lagi digunakan, tenagakerja yang menganggur. Hingga hilangnya kesempatan ekonomi turunan bagi warga sekitar keramba seperti warung makan.
“Karena dampak ekonominya besar, pengurangan jumlah KJA akan menimbulkan goncangan sosial ekonomi berupa pengangguran massal di wilayah KJA,” ujar Agung.
(rhs)
Berita Terkait
Perkuat Prokes COVID-19,...
Perkuat Prokes COVID-19, Wagub Sumut Ajak Wisatawan ke Danau Toba
Perahu Pecah, Nelayan...
Perahu Pecah, Nelayan Simalungun Tewas di Danau Toba
Cegah Kriminalitas di...
Cegah Kriminalitas di Danau Toba, Ini Kesiapan Polres Simalungun
Rentan Tertular, Pelaku...
Rentan Tertular, Pelaku Pariwisata di Parapat Belum Juga Divaksin COVID-19
Jamin Keamanan Wisatawan...
Jamin Keamanan Wisatawan di Danau Toba, Kapoldasu Kumpulkan 8 Kapolres di Parapat
Warga Simalungun Geger,...
Warga Simalungun Geger, Mayat Wanita Berjaket Biru Ditemukan Mengapung di Danau Toba
Berita Terkini
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
43 menit yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
1 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
1 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
1 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
2 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved