Penataan Kali Karang Pluit Terobosan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 30 Oktober 2018 - 16:39 WIB
Penataan Kali Karang...
Penataan Kali Karang Pluit Terobosan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan
A A A
JAKARTA - Pemkot Jakarta Utara terus berbenah untuk mempercantik kawasan di bantaran kali. Kali ini penataan dilakukan di bantaran Kali Karang, Jalan Pluit Karang Indah Timur, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Penataan di bantaran kali ini merupakan terobosan dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan. Daerah yang awalnya dikenal sebagai sarang ular ini akan dibenahi.
Ruang interaktif terbuka hijau akan mempercantik kawasan dan pengembangan kuliner serta UKM OKE OCE. Lahan seluas 2,5 hektare dari semak belukar diubah menjadi ruang interaktif terbuka hijau yang dilengkapi fasilitas ruang interaktif warga, sarana olah raga (jogging track), perparkiran dan pusat kuliner.
"Di sini sarang ular dulu mas. Kita senang sekali kalau ini akan jadi pusat kuliner dan sarana olahraga. Karena akan terlihat cantik dan tidak angker lagi," kata Pati, warga Kecamatan Penjaringan pada Selasa (30/10/2018).

Camat Penjaringan, Muhammad Andri mengatakan, proses penataan kawasan bantaran tersebut sudah mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) dari PTSP DKI Jakarta. Proses perizinan tersebut pun diyakini sudah melalui tahap kajian kelayakan dan pertimbangan.
"Nantinya fasilitas tambahan pun tidak dibangun permanen dan hanya sekitar 11%," ujarnya. Selain mempercantik kawasan, menurut Andri keberadaan parkiran di kawasan RTH pun nantinya akan membuat kawasan lebih tertata.Sehingga ke depan kendaraan-kendaran pengunjung kawasan pertokoan di sekitar lahan yang biasa parkir di bahu jalan pun bisa memanfaatkan fasilitas tersebut.Keberadaan fasilitas pengembangan UKM sebagai bagian dari fasilitas RTH pun dinilainya sesuai dengan semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat yang tengah digalakkan Pemprov DKI agar Jakarta menjadi kota yang maju kotanya dan bahagia warganya.
"Ketertiban kawasan itu nantinya adalah tanggung jawab kita bersama memastikan. Mulai dari warga, pemerintah dan pengelola harus bersinergi," ujarnya.
Anggota Dewan Kota Jakarta Utara dari Kecamatan Penjaringan, Suntono mengakui kalau penataan itu nantinya bisa mempercantik kawasan Pluit. Menurutnya lahan milik PT Jakpro itu sudah mengantongi IMB.
Penataan di lahan RTH itu pun menurutnya sudah sesuai aturan. Sebab pemanfaatan lahan untuk UMKM binaan hanya sekitar 11% dari total lahan seluas 2,5 hektare. "Lahan itu awalnya banyak bangunan liar. Sudah ditertibkan tahun 2015 lalu. Sekarang kondisinya kosong," ujarnya.Tidak hanya pemanfaatan lahan, kata dia, tidak ada alasan untuk menolak rencana yang berorientasi kepentingan umum ini. Apalagi penataan akan mempercantik dan meningkatkan nilai ekonomis kawasan dengan konsep ekonomi kerakyatan dan mampu menyedot tenaga kerja.
(whb)
Berita Terkait
Pemkot Jakut Ajak Masyarakat...
Pemkot Jakut Ajak Masyarakat Terlibat Penanganan Banjir
Antisipasi Banjir, Pemkot...
Antisipasi Banjir, Pemkot Jakut Siagakan Posko Pengungsian
Pemkot Jakut Sediakan...
Pemkot Jakut Sediakan 578 Lokasi Pemotongan Hewan Kurban
Pemkot Jakut Jamin Normalisasi...
Pemkot Jakut Jamin Normalisasi Kali Adem Rampung Desember
Pemkot Jakut Optimalkan...
Pemkot Jakut Optimalkan Pelayanan Daring Via Aplikasi Betawi
Sosialisasikan Protokol...
Sosialisasikan Protokol Kesehatan, Pemkot Jakut Gandeng Muslimat NU
Berita Terkini
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
8 jam yang lalu
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
8 jam yang lalu
Gen Z Berekspresi, 510...
Gen Z Berekspresi, 510 STUDIOS Bawa Tren Self-Photo ke Lampung Selatan
9 jam yang lalu
Penampakan Lamborghini...
Penampakan Lamborghini hingga Aset Mewah Tersangka Aseng yang Disita Kejagung
9 jam yang lalu
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
11 jam yang lalu
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
12 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved