Bogor Mamasuki Musim Penghujan, Awas Ratusan Pohon Rawan Tumbang
Minggu, 28 Oktober 2018 - 17:53 WIB
Bogor Mamasuki Musim Penghujan, Awas Ratusan Pohon Rawan Tumbang
A
A
A
BOGOR - Memasuki peralihan musim atau pancaroba dari kemarau ke hujan, masyarakat Kota Bogor diminta mewaspadai bencana alam, termasuk pohon tumbang. Diperkirakan ada ratusan pohon rawan tumbang di Kota Bogor yang tersebar di beberapa lokasi.
Kasus terbaru terjadi pada Sabtu (27/10) siang kemarin. Salah satu pohon besar di kawasan Jalan Merdeka, Ciwaringin, Bogor Tengah, Kota Bogor, tepatnya di samping bekas Bioskop Presiden, tiba-tiba roboh dan menimpa Jayu (15), pedagang kelapa yang berada di bawahnya.
"Korban mengalami luka di kaki. Peristiwa itu mendadak banget, saya kaget ada suara krek-krek, tapi bukan seperti benda yang berat. Kirain saya ada gempa, tapi pas saya lihat pohon tumbang," ujar Kiki (49), saksi mata yang berjualan sembako tak jauh dari lokasi pohon tumbang.
Pengawas Pemeliharaan Pohon, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Suparman, mengatakan, tumbangnya pohon tersebut dikarenakan sudah keropos. "Ditambah pohon tersebut berada di tengah-tengah lapak sehingga dipastikan kurang perawatan. Soalnya pohon tersebut butuh air dan panas agar bisa hidup," ujarnya saat ditemui lokasi.
Sementara itu, berdasarkan data Bidang Pertamanan Disperumkim Kota Bogor, terdapat ratusan pohon yang rawan tumbang di Kota Bogor. Kepala Seksi Pemeliharaan Taman, Disperumkim Kota Bogor, Erwin Gunawan, menyebutkan, pihaknya sudah memeriksa 338 pohon yang ada di beberapa titik di Kota Bogor.
"Dari hasil pemeriksaan, ada tiga kategori berdasarkan risiko. Risiko rendah sebanyak 168 pohon, risiko sedang 64 pohon, sedangkan risiko tinggi sebanyak 106 pohon," jelasnya.
Pihaknya sudah melakukan perawatan khusus terhadap pohon-pohon berisiko tinggi maupun sedang. Caranya dengan memangkas pada sekeliling batang pohon. "Kami rutin melakukan pemangkasan sekeliling pohon yang memang berisiko tumbang. Kategori risiko tinggi harus di-pruning. Kategori sedang pun kalau posisi pohonnya miring, di-pruning juga," tandasnya.
Ia menjelaskan, beberapa pohon berisiko tinggi, sebarannya sebagian besar terletak di tepi Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sareal, yang berjumlah sekitar 40 pohon. "Sementara tertinggi kedua ada di tepian Jalan Semeru, Kecamatan Bogor Barat, dengan total 26 pohon," ungkapnya.
Kota Bogor secara keseluruhan memiliki sekitar 14 ribu pohon. Namun baru 338 pohon yang sudah diperiksa dan masuk dalam program kartu tanda pohon (KTP). "Artinya, masih ada sekitar 13.662 pohon yang belum ber-KTP. Pohon yang masuk daftar prioritas untuk diperiksa yaitu yang berdiri di tepian jalan protokol serta diperkirakan sudah berumur tua," pungkasnya.
Kasus terbaru terjadi pada Sabtu (27/10) siang kemarin. Salah satu pohon besar di kawasan Jalan Merdeka, Ciwaringin, Bogor Tengah, Kota Bogor, tepatnya di samping bekas Bioskop Presiden, tiba-tiba roboh dan menimpa Jayu (15), pedagang kelapa yang berada di bawahnya.
"Korban mengalami luka di kaki. Peristiwa itu mendadak banget, saya kaget ada suara krek-krek, tapi bukan seperti benda yang berat. Kirain saya ada gempa, tapi pas saya lihat pohon tumbang," ujar Kiki (49), saksi mata yang berjualan sembako tak jauh dari lokasi pohon tumbang.
Pengawas Pemeliharaan Pohon, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Suparman, mengatakan, tumbangnya pohon tersebut dikarenakan sudah keropos. "Ditambah pohon tersebut berada di tengah-tengah lapak sehingga dipastikan kurang perawatan. Soalnya pohon tersebut butuh air dan panas agar bisa hidup," ujarnya saat ditemui lokasi.
Sementara itu, berdasarkan data Bidang Pertamanan Disperumkim Kota Bogor, terdapat ratusan pohon yang rawan tumbang di Kota Bogor. Kepala Seksi Pemeliharaan Taman, Disperumkim Kota Bogor, Erwin Gunawan, menyebutkan, pihaknya sudah memeriksa 338 pohon yang ada di beberapa titik di Kota Bogor.
"Dari hasil pemeriksaan, ada tiga kategori berdasarkan risiko. Risiko rendah sebanyak 168 pohon, risiko sedang 64 pohon, sedangkan risiko tinggi sebanyak 106 pohon," jelasnya.
Pihaknya sudah melakukan perawatan khusus terhadap pohon-pohon berisiko tinggi maupun sedang. Caranya dengan memangkas pada sekeliling batang pohon. "Kami rutin melakukan pemangkasan sekeliling pohon yang memang berisiko tumbang. Kategori risiko tinggi harus di-pruning. Kategori sedang pun kalau posisi pohonnya miring, di-pruning juga," tandasnya.
Ia menjelaskan, beberapa pohon berisiko tinggi, sebarannya sebagian besar terletak di tepi Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sareal, yang berjumlah sekitar 40 pohon. "Sementara tertinggi kedua ada di tepian Jalan Semeru, Kecamatan Bogor Barat, dengan total 26 pohon," ungkapnya.
Kota Bogor secara keseluruhan memiliki sekitar 14 ribu pohon. Namun baru 338 pohon yang sudah diperiksa dan masuk dalam program kartu tanda pohon (KTP). "Artinya, masih ada sekitar 13.662 pohon yang belum ber-KTP. Pohon yang masuk daftar prioritas untuk diperiksa yaitu yang berdiri di tepian jalan protokol serta diperkirakan sudah berumur tua," pungkasnya.
(thm)