Asyik Ngobrol dengan Tetangga, Tak Sadar Rumah Sudah Habis Terbakar
Sabtu, 27 Oktober 2018 - 14:39 WIB
Asyik Ngobrol dengan Tetangga, Tak Sadar Rumah Sudah Habis Terbakar
A
A
A
BANDUNG BARAT - Kebakaran menghanguskan sebuah rumah panggung semi permanen milik warga di Kampung Sirnasari RT 03/11, Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (27/10/2018). Meskipun tidak ada korban jiwa tapi seluruh bangunan rumah milik Ade Andri (49) beserta isinya habis terbakar tak tersisa termasuk satu unit motor jenis Minerva yang tidak sempat dikeluarkan dari dalam rumah.
"Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB saat pemilik rumah sedang memasak," kata Kasi Trantribum Kecamatan Cikalongwetan, Pipin Irawan saat dihubungi SINDOnews, Sabtu (27/10/2018).
Pipin menerangkan, saat kejadian pemilik rumah sedang memasak menggunakan tungku. Karena dirasa bahan makanan yang dimasak itu masih lama matangnya, kemudian pemilik rumah pergi ke rumah tetangganya. Saat asik sedang ngobrol dengan tetangganya itu, tanpa disadari muncul percikan api dari tungku dan mengenai dinding rumah yang terbuat dari anyaman bilik tersebut.
Api kemudian dengan cepat membesar dan menjalar ke semua bangunan rumah berukuran 8x6 meter tersebut. Melihat rumahnya terbakar, pemilik rumah kaget dan panik sehingga berteriak minta tolong. Upaya memadamkan api dengan peralatan yang ada tidak berhasil menghambat laju api. Sebaliknya api justru tambah membesar karena hampir semua bangunan rumah itu terbuat dari anyaman bilik yang mudah terbakar.
"Warga sekitar sempat berusaha memadamkan api, tapi karena kesulitan mencari sumber air api terus menghanguskan seluruh bagian rumah hingga rata dengan tanah," ucapnya.
Pemilik rumah hanya bisa meratapi nasib karena seluruh barang-barang berharganya tidak bisa diselamatkan dan ikut terbakar. Adapun barang-berharga yang terbakar di antaranya satu unit sepeda motor jenis minerva, TV 21 inc, dan surat-surat penting lainnya. Atas kejadian ini korban diprediksi mengalami kerugian materi sekitar Rp55.000.000 dan untuk sementara waktu harus mengungsi ke rumah kerabatnya.
"Ini adalah kejadian kebakaran yang kedua dalam dua bulan terakhir, setelah bulan lalu di tanggal yang sama kebakaran menghanguskan dua rumah warga di Kampung Cimunaka RT 1/12, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalongwetan," katanya.
"Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB saat pemilik rumah sedang memasak," kata Kasi Trantribum Kecamatan Cikalongwetan, Pipin Irawan saat dihubungi SINDOnews, Sabtu (27/10/2018).
Pipin menerangkan, saat kejadian pemilik rumah sedang memasak menggunakan tungku. Karena dirasa bahan makanan yang dimasak itu masih lama matangnya, kemudian pemilik rumah pergi ke rumah tetangganya. Saat asik sedang ngobrol dengan tetangganya itu, tanpa disadari muncul percikan api dari tungku dan mengenai dinding rumah yang terbuat dari anyaman bilik tersebut.
Api kemudian dengan cepat membesar dan menjalar ke semua bangunan rumah berukuran 8x6 meter tersebut. Melihat rumahnya terbakar, pemilik rumah kaget dan panik sehingga berteriak minta tolong. Upaya memadamkan api dengan peralatan yang ada tidak berhasil menghambat laju api. Sebaliknya api justru tambah membesar karena hampir semua bangunan rumah itu terbuat dari anyaman bilik yang mudah terbakar.
"Warga sekitar sempat berusaha memadamkan api, tapi karena kesulitan mencari sumber air api terus menghanguskan seluruh bagian rumah hingga rata dengan tanah," ucapnya.
Pemilik rumah hanya bisa meratapi nasib karena seluruh barang-barang berharganya tidak bisa diselamatkan dan ikut terbakar. Adapun barang-berharga yang terbakar di antaranya satu unit sepeda motor jenis minerva, TV 21 inc, dan surat-surat penting lainnya. Atas kejadian ini korban diprediksi mengalami kerugian materi sekitar Rp55.000.000 dan untuk sementara waktu harus mengungsi ke rumah kerabatnya.
"Ini adalah kejadian kebakaran yang kedua dalam dua bulan terakhir, setelah bulan lalu di tanggal yang sama kebakaran menghanguskan dua rumah warga di Kampung Cimunaka RT 1/12, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalongwetan," katanya.
(amm)