Pembangunan Desa Butuh Pola Pikir Kreatif

Kamis, 25 Oktober 2018 - 23:00 WIB
Pembangunan Desa Butuh...
Pembangunan Desa Butuh Pola Pikir Kreatif
A A A
KLUNGKUNG - Geliat pembangunan desa di Tanah Air harus disertai dengan perubahan pola pikir masyarakat. Saat ini warga desa harus bisa berpikir mandiri dalam menentukan arah pembangunan di lokal masing-masing.

"Model pembangunan dari desa dan daerah tertinggal yang saat ini gencar dilakukan menjadikan Indonesia mengalami perubahan budaya. Perubahan budaya ini perlu dikawal dengan baik agar mampu mendorong percepatan pembangunan kawasan perdesaan," kata Koordinator Advisor Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Haryono Suyono saat menjadi narasumber dalam Forum Group Discussion bertajuk Membangun Ekonomi Desa Kreatif, di Bali, Kamis (25/10/2018).

Dia menjelaskan, pemerintah era Joko Widodo telah melakukan inovasi dengan melakukan gebrakan besar dengan mengubah pola pembangunan di kawasan perdesaan. Jika sebelumnya pola pembangunan desa selalu bersifat top down (atas ke bawah) saat ini mulai diubah dengan bottom up (dari bawah ke atas).

"Perubahan ini tentu sangat besar maknanya. Dengan pola ini masyarakat desa diberikan kepercayaan untuk mengembangkan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Tentu ini menuntut kreativitas dan inovasi agar komitmen pemerintah tersebut bisa memberikan dampak positif bagi perbaikan kehidupan masyarakat desa," katanya.

Mantan Menko Kesra di era Orde Baru ini mengatakan saat ini inisiatif pembangunan suatu negara harus berasal dari rakyat bukan dari aparat pemerintah/pejabat. Dengan demikian pembangunan akan tepat guna dan berdaya guna bagi kepentingan masyarakat. "Pemerintah harus bisa merangkul rakyat, tidak hanya bergaul dengan aparat negara saja, agar mereka dapat menghimpun kekuatan untuk mengubah budaya bangsa," katanya.

Hal senada disampaikan Jimmy Gani, anggota tim advisor Kemendesa PDTT. Menurutnya, pola pembangunan desa saat ini menuntut kreativitas dan inovasi dari masing-masing pemangku kepentingan desa. Pola pembangunan desa di Bali menjadi salah satu contoh penting betapa ketika pemangku kepentingan desa kreatif, maka akan memberikan dampak kesejahteraan yang signifikan bagi masyarakat.

"Banyak desa di Bali yang mampu mendirikan Badan Usaha Milik Desa yang mengelola potensi wisata di wilayahnya. Dan terbukti dari sektor pariwisata ini tingkat kesejahteraan warga desa juga ikut terangkat," katanya.

Sementara itu, Kabag Perencanan Biro Perencanaan Kemendesa PDTT Sumarwoto berharap seluruh kegiatan FGD dapat memberikan output berupa masukan kepada Menteri Desa PDTT untuk mengeksplor ekonomi kreatif daerah. Bali adalah salah satu yang menjadi daerah percontohan yang bisa menjadi inspirasi daerah lain dalam mengelola potensi desa.
(mhd)
Berita Terkait
Penyaluran BLT Dana...
Penyaluran BLT Dana Desa Ruwet...Ruwet...Ruwet...
Program TEKAD Menjanjikan,...
Program TEKAD Menjanjikan, KPB Pertimbangkan Perluasan Lahan
Kemendes PDTT Buat Aplikasi...
Kemendes PDTT Buat Aplikasi Pertemukan Antara Petani dan Pembeli
BAHU Desa Digagas Perkuat...
BAHU Desa Digagas Perkuat Kemandirian Hukum dan Ekonomi Desa
Rp41 Triliun Dana Desa...
Rp41 Triliun Dana Desa untuk Padat Karya, Ini Bentuk Kegiatannya
Perkuat Keterlibatan...
Perkuat Keterlibatan Kampus, Gus Halim Ajak Mahasiswa Blusukan ke Wilayah Transmigrasi
Berita Terkini
LPSK Bentuk Tim Pelindungan...
LPSK Bentuk Tim Pelindungan Darurat untuk Tangani Korban Kasus Pembakaran Santri di Lombok
15 menit yang lalu
KHBS Terus Diperluas,...
KHBS Terus Diperluas, Puluhan Ribu Warga Pulang Pisau Ditargetkan Nikmati Bantuan hingga Kuliah Gratis
1 jam yang lalu
Giliran Polda Metro...
Giliran Polda Metro Ajukan Bukti dan Ahli di Sidang Praperadilan Roy Suryo
2 jam yang lalu
60,5% Wilayah Indonesia...
60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
3 jam yang lalu
UMB Bangun Sistem Pengelolaan...
UMB Bangun Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu di Pondok Kelor Tangerang
4 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi,...
Gunung Dukono Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 2.300 Meter
4 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved